Aneh tapi nyata, itulah yang dialami oleh Serena tiga hari ini. Mimpinya selalu menjadi kenyataan.
Kemarin, dia memimpikan tentang seseorang yang meninggal karena kecelakaan, dan hari ini waktu berangkat sekolah, terjadi kemacetan di jalan raya.
Di dalam angkot...
"Pak, kenapa macet ya?" tanya Serena gugup, dia berharap mendapatkan jawaban yang berbeda dari tebakannya.
Bapak pengemudi itu menoleh ke belakang, melihat Serena dan menghela nafas, "itu non, tadi ada yang kecelakaan. Parah banget kondisinya, kepala korbannya terlindas sama truk."
Jawaban itu membuat Serena membeku,bulu kuduknya berdiri, dan atmosfer disekitarnya mendingin.
Apa yang dikatakan itu sangat mirip dengan mimpinya kemarin, dia berdiri di sebuah jalanan.
Orang-orang berteriak-teriak, kendaraan berhenti melaju, dan masyarakat mengerumuni jalan.
Dalam mimpi itu, Serena melihat seorang gadis yang tersenyum padanya, tapi...
Wajah gadis itu setengah hancur.
Bola matanya keluar, otaknya terlihat berceceran, dan mulut gadis utu terlihat setengah saja.
"Halo?"
Sapa gadis itu sembari tersenyum, membuat Serena takut dan langsung bangun saat itu juga.
Kembali ke waktu sekarang, Serena memberanikan diri untuk keluar. Dia penasaran dengan wajah orang yang kecelakaan itu.
Meski langkah kakinya terasa kaku, dia mencoba bertahan.
Sesampainya di lokasi, Serena bisa melihat ambulan yang tiba dan para polisi yang hendak mengevakuasi korban kecelakaan.
Entah mengapa situasinya semakin mirip dengan mimpinya.
Serena mencoba melihat siapa yang meninggal, berdesakan dengan kerumunan, dan akhirnya melihat siapa itu.
Seorang gadis, wajahnya sudah hancur, dan otaknya berceceran.
Semakin mirip...
Dengan kaku, Serena mencoba menoleh ke sebrang jalan.
Disana, berdiri sosok berpakaian putih, rambutnya terurai, kepalanya di tundukkan.
Seolah bisa merasakan tatapan Serena, perempuan itu mendongak. Memperlihatkan wajahnya yang sudah hancur, dan tersenyum.
"Halo!"
"AAAAKKHHH.."