disaat semua menyebutnya ketidaksengajaan,aku sendiri menyebutnya sebagai keberuntungan.
setiap ada yang istimewa,aku berdiri sendirian dengan perasaan semu.
meski mengetahui hari ini istimewa, ada sesuatu yang terasa asing,namun tak pernah berani ku ungkapkan.
aku menjalani hari dengan perasaan biasa.
namun saat ada di penghujung hari itu,udara dingin seakan membekukanku,membawa ku ke titik paling beku.
dan dingin,selalu mengajariku cara menghargai hangat yang pernah ada.
ketika matahari yang bersinar mulai tenggelam,disana aku menemukan suatu keindahan dalam keheningan.
dan dalam keheningan itu, seseorang membuatku mempelajari banyak hal.
Hal hal yang tak pernah kutemukan di tempat lain,dan hanya kutemukan disana.
dan ironisnya,kala itu aku menyukai keheningan yang hampir membuatku membeku sendirian.
namun,karena hari yang istimewa itu juga,kini aku mengerti hal yang selama ini tak bisa aku pahami.
seperti rasa yang tetap tinggal,dan hanya waktu yang terus berlalu dalam keheningan itu.
dan sialnya,heningnya tak lagi sama, pada saat trakhir ku dapati hening itu, di hari aku menemukannya.
saat rasa yang tetap tinggal ini terus berlanjut,kini dalam keheningan pun terasa menyesakkan.
ntah mungkin karena rasa yang terlalu lama tinggal,
atau mungkin kini keheningan mulai terasa dingin,
sebab seseorang yang membuatku ingin terus belajar tak lagi ada di dalamnya.