Namanya Naya. Aku lebih suka memanggilnya Aya.
Dia sangat lugu. Dia malu - malu.
Dia hadir saat hatiku kosong, dan kehidupan asmaraku sedang gelap.
Aku tidak menduga, bahwa pesonanya mampu menembus gelapnya lorong hatiku.
Hari itu, Aku mengajarinya mengerjakan pekerjaan yang biasanya Tim kerjakan. Aya harus belajar. Dia harus familiar dengan pekerjaannya nanti.
Aku tidak sengaja menyentuh ujung kelingkingnya. Tanpa sengaja. Aku kaget karena Dia seperti terlonjak kaget. Padahal hanya sentuhan singkat. Entah mengapa itu membuatku tersenyum kecil.
Sepertinya saat itulah, Naya mulai mencoba masuk ke celah hatiku.
Setelah hari itu, Aku lebih sering modus menyentuh Aya secara tidak sengaja. Terkadang Aya seperti tidak menyadarinya. Atau Dia mungkin mulai terbiasa dengan sentuhan kecil disengaja, namun tampak tak disengaja itu.
Hariku yang gelap, perlahan mulai berwarna.
Padahal baru sebentar Dia datang, tetapi pengaruhnya secepat ini.
Naya. Aya ku. Andai Kamu belum ada yang memiliki, Aku tidak akan se-lama ini menunggu. Aku pasti akan datang, saat Aku mulai merasa Kamu lah tempat yang Aku tuju.
Hari berganti, Aku semakin tidak sabar untuk mengungkapkan apa yang ku rasakan pada Aya. Entah hanya perasaanku saja, tetapi Aku merasa bahwa Aya mulai menerima kehadiranku.
Terkadang tatapan matanya begitu lama tertuju kepadaku. Dan Akupun begitu.
Untuk pertama kalinya, Aku menggenggam tangan Naya. Aku tahu, Dia pasti terkejut. Dari mimik wajahnya yang tampak bingung, dan matanya yang tidak henti menatap genggaman tanganku ke tangannya.
Inilah perasaanku yang sesungguhnya ke Kamu, Aya..
Setelah genggaman tangan itu, semua berubah. Aku secara terang terangan menunjukkan ketertarikanku ke Dia. Sepertinya Dia pun merasakan hal yang sama.
Aku senang, Aku bahagia. Aku sudah lupa, bahwa ada wanita lain yang sudah menyakitiku. Bertahun - tahun.
Nay, Aku tidak tahu, apakah kehidupan asmaramu di Bumi yang lain terasa indah, atau sama kelamnya dengan asmaraku.
Bodohnya Aku tidak pernah menanyakan itu ke Kamu. Dan Aku tidak pernah bercerita bagaimana kelamnya hidup ku sebelum Kamu datang.
Andai Aku bisa mengulang waktu, Aku akan menceritakan kepada Kamu. Bercerita tentang seorang wanita yang sudah mengkhianatiku, namun masih mencengkeram lenganku, enggan untuk beranjak. Andai Aku tahu, bahwa ini bisa menyelamatkan hubungan kita, Aku pasti akan bercerita bahwa Aku tidak pernah menjadikanmu orang ketiga. Dan andai Aku lebih berani dari awal, Aku ingin Kamu menceritakan kisahmu. Apakah pelangi atau gelap.
Aya, Aku menyayangi Kamu sepenuh hatiku. Bahkan sampai saat Kamu memutuskan hubungan Kita, Aku masih sangat menyayangi Kamu.
Aku selalu menunggu saat Aku bisa kembali mengetuk pintu hati Kamu.
Untuk Aya, dari Harsa yang merindukan Kamu ~