Setelah selesai acara pernikahan, 3 hari kemudian suamiku memberitahu ibunya bahwa aku sedang hamil, dan disitulah awal mula ibunya marah padanya dan aku tidak berani keluar kamar saat itu, setelah aku keluar kamar karna mau ke kamar mandi akhirnya mertuaku bertanya "sudah hamil berapa bulan" lalu aku menjawab "7 bulan lebih" disitu dia juga marah sama aku, " ya allah... Ternyata sudah hamil tua, aku sudah curiga kenapa perutmu makin besar waktu itu, masa iya hamil, ternyata benar hamil, trus kalau lahiran dimana, masa disini? Padahal acara baru kemaren selesai, masa iya mau acara lagi buat lahiran, malu saya di bicarakan sama tetangga sana sini. Makanya aku udah larang suamimu jangan bolak balik kesana(kerumahku istrinya) tp dia tidak mendengarkan sama sekali, ini akibatnya karna tidak mendengarkan orangtua. Trus mau rencana lahiran dimana, kalau bisa rumahmu aja, soalnya saya malu kalau nanti tetangga tau Tiba-tiba kamu lahiran pdahal acara baru selesai"
Dan pada saat itu aku menangis, dan aku juga punya amarah namun aku pendam, dan aku putuskan untuk cari kontrakan kesana kemari, akhirnya dapat. Dan setelah aku pamit mau ngontrak malah tidak boleh, disuruh di rumahku aja, dan aku juga berfikir "dia aja tidak mau aku Malu-maluin, trus kenapa aku juga harus malu maluin bundaku?, lebih baik aku ngontrak rumah daripada malu maluin mertua dan bundaku"
Dan sekian lama 1 bulan berlalu, akhirnya aku melahirkan, sebenarnya yg di harapkan adalah bayi laki-laki karna hamil di luar nikah, ternyata setelah lahir adalah bayi perempuan yang mirip sekali dengan ayahnya (suamiku), akhirnya mertuaku menerima semua konsekuensinya setelah melahirkan untuk di bawah kerumahnya (rumah memertuaku).
Tamat.