Dering ponsel itu sangat menggangu tidur ku, saat ku melihat siapa yang menghubungi nya tengah malam begini.
Ternyata,dari seseorang yang berhasil membuat dada ku sesak seketika.
Dia berhasil meruntuh kan dunia ku dalam satu malam .
Ari' kekasih ku .
Dengan tega nya dia menghancurkan ku Begitu saja .
Ku membaca setiap huruf yang di susun menjadi kata di ponsel tersebut, tapi hatiku semakin sakit.
Wanita itu bilang:(aku merindukan mu, kapan kita bisa bertemu kembali?).
Ingin rasanya ku membangun kan lelaki di yang tidur nyenyak di samping ku itu lalu menampar nya hingga berdarah.
Tapi sulit ku lakukan,rasa cinta ku begitu besar terhadap nya , bahkan aku sendiri pun tak rela melihat nya kesakitan ataupun terluka.
Tapi bagaimana dengan perasaan ku, sesungguhnya perempuan seperti apa yang tega merebut nya dari ku ?
Aku berjanji akan mencari tahu semua itu.
___
Esok pagi nya , kami sarapan seperti biasa,namun, ada yang berbeda hari ini.
Tak ada suara ataupun pembicaraan.
Hanya dentingan sendok yang beradu di atas piring.
Aku melirik ke arah nya, rautnya pagi ini Begitu berbeda, dia lebih terlihat segar di banding sebelum nya , seolah menyambut hari nya dengan baik.
Tangisan bayi dari dalam kamar membuyar kan lamunan ku dan dirinya.
" Sayang, bima nangis tuh ..!" Katanya lembut.
Dulu, cara bicara itu selalu membuat ku terpukau setiap kali mendengar nya berkata pada ku .
Namun, sekarang ku merasa jijik dan bahkan hanya sekedar melihat wajah nya .
Seolah hubungan ini sudah hambar, setelah aku tahu dia memiliki wanita lain .
Aku menyelesaikan sarapan ku, lalu mengambil bayi ku yang masih menangis di dalam kamar.
Ku lihat wajah nya yang begitu mirip dengan nya .
Bahkan tak ada cela sedikit pun dari garis wajah anak itu.
Tak lama, dia datang menghampiri ku .lalu mengelus pucuk kepala ku dan mencium nya , aku mendadak mual kala ia melakukan hal itu padaku.
Dulu, aku Begitu terpesona dan malu-malu saat pertama kali ia menyentuh ku, tapi sekarang? Aku merasakan mual .
Dia menyadari perubahan ku , lalu berjongkok di hadapan ku sambil berkata.
" Kamu kenapa sayang..." Katanya bersuara lembut.
Dia berkata seperti itu seolah tak pernah terjadi sesuatu pada hubungan kami.
Setelah bayi ku tertidur pulas kembali, aku merebahkan nya di atas ranjang.
Sejenak, aku menarik nafas dalam , ku coba kuatkan hati untuk memulai nya .
"Ada yang ingin aku tanyakan" kataku .
"Apa"
"Siapa dina ?" Tanya ku dengan suara bergetar.
Kepala ku mendongak ke atas, agar bulir bening itu tidak membasahi wajah ku.
Dia terdiam dan tertunduk, lalu bersimpuh di kaki ku yang masih bengkak sehabis melahirkan.
" Maafkan aku sayang,,,,aku_" dia terisak di hadapan ku .
Entah tulus kah permintaan maaf itu, atau hanya sekedar kata-kata yang ia ucapkan.
Kepercayaan yang ku berikan selama bertahun-tahun, hilang begitu saja dalam satu waktu.
" Siapa dia ?" Tanya ku lagi.
Lagi-lagi dia tertunduk , bahu nya terguncang hebat, dia menangis di hadapan ku.
" Dia hanya seorang anak perempuan berusia 17 tahun, aku cuma iseng saja menjalin hubungan dengan nya, tidak lebih !" Jelas nya .
Tapi bukan itu yang membuat ku sesak .
" Lalu kenapa kau posting foto nya !" Tanya ku lagi.
Aku masih bersikap tenang dan mengontrol emosi ku.
" Dia yang merebut ponsel ku , lalu memposting foto nya di status IG ku !" Sahutnya lancar.
Aku tertawa getir .
Beruntung, air mata ku tidak tumpah begitu saja di hadapan nya , aku masih mampu menguasai emosi ku.
Dengan hati yang sakit, aku rebut ponsel itu dari genggaman nya, lalu ku buka salah satu platform sosial media .
Fokus utama ku ialah bagian inbox nya .
Dan ternyata ada puluhan wanita yang sudah ia chat , dan bahkan ada beberapa dari mereka yang memang menjual dirinya secara online di aplikasi tersebut.
Ku lihat pada baris pertama, ada perempuan itu yang semalam mengirim pesan pada kekasih ku.
Aku melihat semua nya, jantung ku berhenti berdetak seketika.
Tanggal itu, sangat tepat saat aku mengalami kecelakaan motor waktu itu, dan mengakibatkan aku tidak bisa berjalan selama setahun .
Aku terbaring lemah di atas ranjang, hari-hari ku di penuhi rasa kesal karena kaki ku tak kunjung membaik.
Dia tidak pernah pulang ke rumah lagi, bahkan aku pun kesulitan menghubungi nya saat itu.
Dan ternyata, dia sudah memiliki wanita lain yang membuat nya lupa terhadap ku.
Seorang gadis berusia 17 tahun, memakai hijab segitiga dan pakaian longgar seperti seorang santri.
Kulit nya hitam dan kusam .
Dia mengenal nya melalui sosial media Instagram, dan kekasih ku bilang, kalau gadis itu seorang penjual nasi di tempat nya bekerja .
Dan ia mengenal nya hanya sekedar iseng.
Sungguh lucu sekali perkataan nya.
Yang lebih lucu lagi, ketika saat itu aku mengirim pesan terhadap gadis tersebut.
Ku bilang, aku istri sah nya .
Tanpa ku duga ialah , dia membalas pesan ku dan berkata bahwa lelaki ku yang bilang tidak memiliki istri dan anak.
Waw, sungguh kebetulan yang bagus kataku.
Lalu , dia berkata aku bodoh tidak pandai mengurus suami .
Haha , aku tertawa sumbang.
Apa kata nya , aku tidak pandai mengurus suami ?
Tahukah dia , aku kekurangan istirahat karena sibuk mengurus nya dan juga anak-anak kami ?.
Tahukah dia , begitu dewa nya lelaki ku yang setiap libur hanya bermain ponsel sepanjang hari ?.
Dan tak memperdulikan bagaimana repot nya aku mengurus rumah dan juga kebutuhan perutnya .
Hebat sekali perempuan itu berbicara.
Seolah dia perempuan yang paling mampu mengurus semua nya seorang diri.
Lalu ku berkata kembali, ku serahkan lelaki ku padanya berikut anak-anak nya dan juga hutang nya yang menumpuk.
Tapi apa dia bilang, enak saja menyerah kan dia pada ku, memang tidak ada lagi laki-laki apa, sampai harus bersama pria yang sudah beristri.
Aku terbahak membaca pesan dari nya , sedang kan suami ku hanya terdiam membisu di sudut ruangan sambil menetes kan air mata .
" Kau lihat ini, haha , dia bilang tidak mau bersama pria beristri,lantas hubungan seperti apa yang kalian lakukan di belakang ku ?" Ujar ku yang tertawa sumbang.
Suami ku masih terdiam .
Dia menatap ku penuh memohon agar menyudahi kegilaan ku yang berbalas pesan pada gadis itu.
Amarah ku semakin memuncak, ketika menemukan bukti lain di ponsel nya .
Sebuah gambar yang menampilkan kelamin nya dalam mode on.
Dan itu bukan hanya satu foto.
Lalu, ada lagi bukti lain nya.
Tentang jasa penyewaan perempuan dengan harga yang di mulai dari 100ribu rupiah.
Dan sudah full service.
Apa lagi ini?
Dia pun menjelaskan kalau itu adalah perempuan yang menjajakan profesi sebagai wanita penghibur melalui panggilan video berbayar.
Waw' hebat sekali kataku.
Aku yang setiap hari memutar otak agar uang yang dia berikan cukup untuk kebutuhan kami sekeluarga.
Dan dia dengan mudah nya menghambur kan uang demi kepuasan semata .
Bodoh sekali aku yang selalu mempercayai nya dan membela nya di hadapan semua orang.
Selama ini aku tidak pernah menganggap serius , saat melihat nya menatap liar pada perempuan yang lewat di hadapan nya.
Yang ternyata semua itu adalah kode alam, agar aku lebih peka terhadap nya.
Type lelaki murahan .
Bahkan mungkin fikir ku, seorang pelacur pun lebih tinggi derajatnya dibanding pria itu.
Yang lebih membuat ku sesak lebih dalam adalah, ibunya mengetahui hubungan itu.
Dan dia sudah di perkenalkan sebagai calon istri baru , haha. Amazing.
Lantas kenapa tidak langsung saja menikah ?.
Karena aku lebih dulu tahu dan membongkar semua kedok nya , sebelum hal itu terjadi.
Aku sempat berfikir, apakah ini sebuah karma buruk dari ayah ku ?
Yang ternyata jawaban itu benar .
Aku seperti hidup dalam bayangan kesalahan orang lain .
Hinaan, cacian, makian, bahkan fitnahan. Aku dapatkan selama dua tahun kebelakang ini.
Dan di tahun-tahun itu, hidup ku sungguh penuh kesakitan.
Begitu banyak orang memandang ku rendah, termasuk keluarga ku , apa yang aku lakukan sampai kalian begitu terhadap ku.
Aku hanya diam, dan tak bersuara sedikit pun , bahkan aku tidak mengenali kalian.
Tapi dengan tega nya kalian memfitnah ku dan menyakiti ku.
Dan penderitaan ku tidak berhenti sampai disitu.
Di tahun berikutnya, aku menemukan bukti lain di ponsel ku .
Adikku, mengirim beberapa jumlah foto pasangan mesum ke ponsel ku.
Mata ku terbelalak kaget, lutut ku lemas tak mampu menopang tubuh ku.
Air mata ku telah kering untuk keluar.
Aku meremas ponsel ku kuat-kuat , dada ku sesak .
Deretan foto yang berisi ayah ku bersama beberapa wanita panggilan di tukang pijat plus-plus.
Dan rata-rata mereka berusia lanjut.
Ya tuhan, apa lagi ini.
Setelah ku mendapatkan bukti perselingkuhan suami ku, kini ku melihat bukti lain dari ayah ku.
Sebenarnya mereka anggap apa kami para istri, yang begitu jahat nya menyakiti kami.
Aku dan ibu yang susah payah mencari uang tambahan untuk kebutuhan rumah, tapi mereka dengan mudah nya mengeluarkan uang untuk membiayai wanita lain .
Sungguh ironis nasip kami yang mendapat kan suami berperangai buruk.
Aku tertawa pahit kala adik ku berkata demikian.
( Teteh, sabar ya, tuhan sedang menguji mu lewat kesetiaan pasangan dan juga ayah mu .)
Kata-kata sederhana itu membuat air mata ku luruh begitu saja .
Aku menangis pilu , menumpahkan segala kesakitan ku selama ini.
Aku menutup wajah ku menggunakan kedua tangan ku.
Bahu ku bergetar hebat.
Suami ku turut berduka melihat ku menangis begitu pilu, hingga mata ku bengkak.
Dia ingin memeluk ku, tapi aku hindari. Karena foto itu sangat mengingat kan ku pada kejadian dimana ku temukan bukti di ponsel suami ku.
" Aku minta maaf, kalau kamu belum ikhlas melupakan kesalahan ku di masa lalu, aku berjanji tidak akan lagi membuat mu terluka , aku sadar kamu telah menyimpan banyak sekali penderitaan selama ini dan aku salah satu orang yang memberi mu luka itu."
Kata-kata itu begitu tulus ia ucapkan, hingga kami mengacuh kan tangisan anak ku yang masih balita.
Malam itu juga, aku keluar dari rumah tanpa membawa sehelai baju pun dan juga anak ku.
Aku hanya membawa beberapa lembar uang dan juga ponsel .
Lalu aku pergi ke suatu tempat yang dulu biasa ku datangi sewaktu SMA.
Sebuah taman kecil di alun-alun kota Jakarta.
Suasana ramai yang membuat ku nyaman.
Aku menghirup dalam-dalam udara memenuhi rongga pernafasan ku.
Banyak sekali orang-orang berlalu lalang bersama pasangan atau pun keluarga kecil nya.
Ada salah satu pasangan yang mendorong kereta bayi , mereka tampak bahagia menikmati momen kebersamaan.
" Keluarga kecil yang bahagia" kataku lirih.
Tanpa sengaja air mata ku tumpah begitu saja .
Aku menangis tersedu-sedu sambil menunduk.
Tak ku peduli kan bagaimana pandangan orang lain malam itu, yang ku tahu hanya ingin menumpahkan semua beban yang menggelayut di hati ku.
Ponsel ku bergetar berkali-kali.
Banyak sekali panggilan tak terjawab dari suami ku, dan juga pesan .
Aku hanya menbaca nya dan malas berbalas.
Banyak sekali kata memohon dan juga maaf dari nya .
Bahkan ia pun mengutuk dirinya dan juga ayah ku.
Yang begitu bodoh melakukan kesalahan tanpa melihat resiko di depan.
Dia sungguh menyesali perbuatannya, tapi di balik itu, rasa kecewa ku telah membuncah .
Aku tidak ingat lagi kapan terakhir kali aku tertawa puas dan lega .
Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku merasa bahagia.
Dan aku tidak ingat kapan terakhir kali aku menikmati setiap sentuhannya.
Impian memiliki keluarga yang harmonis harus pupus.
Ibuku susah payah membesarkan anak-anaknya termasuk aku, beliau tanpa mengenal capek bekerja siang malam hanya demi segenggam beras.
Dia rela menjual tenaga nya hanya demi upah yang tak seberapa.
Aku masih ingat saat itu, usia ku baru genap 11 tahun dan masih berseragam merah putih.
Aku selalu ikut kemana pun ibu pergi, sekedar memijat ibu-ibu di kompleks perumahan atau membantu mencuci pakaian dan juga menjadi pembantu harian .
Aku selalu membantu nya agar meringan kan pekerjaan nya .
Selepas kami pulang, aku kembali merapikan rumah yang berantakan akibat ulah adik-adik ku yang masih kecil.
Mereka terbiasa mengurus diri masing-masing sejak usia dini.
Sedangkan ayah ku jarang sekali pulang atau sekedar memberi uang makan untuk kami kala itu.
Bahkan ia tak perduli dengan penderitaan kami.
Mengingat semua perlakuan nya dulu membuat jantung ku begitu sesak, luka lama yang belum pulih sempurna terbuka kembali.
.
.
.
.
.
Di tahun-tahun berikutnya, usia anak ku menginjak 2 tahun .
Dia sudah bisa berbicara lancar dan juga berlari .
Pertumbuhan nya sangat baik , meski di balik itu ada luka sayatan besar dalam hidup ku.
Aku tertatih untuk menyembuhkan semua perih ini seorang diri.
Dan hubungan ku dengan kekasih ku 'Ari' sudah jauh membaik .
Kami sudah kembali menghangat, obrolan kecil menyambut nya pulang bekerja, dan juga makanan yang tersaji di atas meja .
Tapi entah mengapa, setiap kali melihat perempuan lewat di hadapan ku, membuat degub jantung ku berdetak lebih cepat.
Seolah luka itu belum menutup sempurna.
Ingin sekali rasanya aku terbentur bagian kepala ku agar lupa dengan semua kejadian yang menyakitkan dalam hidup ku.
" Sayang, kenapa kamu terdiam hem .." kata suami ku penuh perhatian.
Ia mengelus pucuk kepala ku lembut.
Aku menggeleng.
Dan akhirnya aku jujur dengan perasaan ku .
" Aku hanya belum bisa melupakan semua itu dengan baik." Ucap ku lirih.
Dia menarik nafas dalam .
" Aku tahu kata maaf tidak akan membuat mu sembuh, tapi jika ada hal yang bisa ku perbuat, maka akan ku lakukan demi kamu . Tapi tak ada yang bisa ku lakukan selain meminta maaf dari mu berkali-kali." Ujar nya .
Aku termenung, mencerna setiap kata yang ia ucapkan.
" Aku juga minta maaf, belum bisa melupakan semua nya dengan mudah." Ujar ku.
Aku memilih membaringkan tubuh ku dan terlelap di samping anak ku.
Dan membiarkan malam itu tanpa pembicaraan lanjut.
.
.
.
.
Hingga dimana aku menemukan sebuah titik terang dari rasa sakit ku.
Aku secara tak sengaja bertemu seorang pengemuka agama .
Dia ustadzah yang memberikan ceramah di setiap hari sabtu pada pengajian ibu-ibu.
Saat itu aku sedang berlanja sayur di pagi hari.
Dan kebetulan kami bertemu.
Tepat saat itu, ia menatap ku dalam lalu mengusap bahu ku begitu saja tanpa sebab.
Alis ku bertaut.
" Ustadzah, kenapa ?" Tanya ku heran.
Dia menggeleng sambil tersenyum.
" Sabar..semua itu hanya lah kerikil kecil dari sang maha kuasa, kelak kamu akan mendapatkan hasil buah nya yang manis , percaya lah bahwa setiap ujian yang sedang di hadapi tidak luput dari mata-mata nya ."
Beliau berkata seolah mengetahui isi hati ku dan semua perjalanan hidup ku yang berat.
Aku menatik nafas panjang .
Ku paksakan tersenyum, karena semua mata kini sedang menatap ku intens.
" Terima kasih bu ustadzah, nasihat mu sudah membuka mata hati ku yang sempat tertutup, mungkin aku saja yang kurang mendekatkan diri pada pencipta ku ." Ujar ku.
" Kalau kamu tidak keberatan, ikutlah denganku setiap sabtu dan Jumat untuk sekedar silahturahmi pada ibu lainnya, dan juga menambah ilmu agama bersama " kata nya tulus.
Salah satu ibu pun berkata.
" Iyah ris, ikut saja dengan kami ke pengajian , insya allah akan menambah ilmu dan juga lupa dengan semua masalah mu " timpal bu rani.
Untuk pertama kali nya , mata ku berkaca-kaca karena terharu.
Senyuman lega terpatri di wajah ku.
" Aku akan hadir bu " ujar ku akhirnya.
Mereka bersorak bahagia dan menyebut allhamdulilah bersama.
Dan akhirnya, hari yang di janjikan tiba. Aku menggunakan hijab segitiga ku berwarna biru muda dengan sebuah gamis besar warna hitam .
Aku turut membawa putra ku yang masih balita untuk ikut ke pengajian .
Dan sejak hari itu, kehidupan ku berubah menjadi lebih baik lagi.
Aku tak lagi mengingat semua kesalahan orang lain terhadap ku.
Tak ada lagi keraguan untuk memaafkan suami ku.
Dan tak lagi ada rasa yang mengganjal di hati.
Aktivitas yang aku jalani menjadi lebih ringan.
Dan aku juga menjadi seorang penulis di beberapa platform.
Meski belum begitu banyak gaji yang ku terima, tapi setidaknya . Luka itu tak lagi ku ingat .
.
.
.
Terima kasih yang sudi membaca karya ku ini.
Aku hanya sekedar membagi keluh kesah ku pada kalian .
Sakit dan kecewa ku di masa lalu akan menjadi sebuah pelajaran berharga di hidupku.
Untuk tidak begitu menaruh kepercayaan terhadap pasangan ku secara berlebihan.
Sebab, semua itu hanya lah titipan dari sang ilahi .
Dan ketika kita lalai, ia berhak merampas kebahagiaan itu begitu saja .
Laku mengembalikan nya saat kita kembali memeluk nya .
Pesan ku, jangan lah menjadi wanita yang menyakiti sesama hanya karena ketampanan pria tersebut ataupun uang .
Jagalah marwah mu sebagaimana mestinya .
Karena sebaik apapun dan secantik apapun paras mu , tidak menutup kemungkinan mendapatkan hal serupa, kalau kamu berlaku seperti itu.
Terima kasih .
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam dari othor v_