Brilian terbangun dengan napas memburu.
Kepalanya sakit. Jantungnya berdebar tidak karuan.
Ia melihat kalender di dinding kamarnya.
12 Juli.
Tanggal itu membuat tubuhnya membeku.
"Ini... tidak mungkin."
Tanggal itu adalah hari yang sangat ia kenal. Hari ketika hidupnya mulai berantakan di kehidupan sebelumnya.
Perlahan kenangan lama kembali memenuhi pikirannya.
Dulu, ia adalah gadis yang memiliki pacar sempurna bernama Derry. Derry tampan, tinggi, pintar, dan sangat mencintainya. Banyak perempuan yang diam-diam menyukai Derry, bahkan beberapa terang-terangan mengejarnya.
Namun Derry selalu memilih Brilian.
Sayangnya, Brilian pernah membuat kesalahan besar.
Sahabat terbaik Derry, Wilson, tiba-tiba menyatakan cinta kepadanya.
Saat itu Brilian menolak.
Tetapi Wilson menangis dan berkata jika Brilian tidak menerimanya, ia akan bunuh diri.
Brilian panik.
Ia tidak ingin ada korban karena dirinya.
Akhirnya ia menerima Wilson dengan perasaan bersalah.
Keputusan itu menghancurkan semuanya.
Derry terluka.
Persahabatan mereka hancur.
Dan yang paling menyakitkan, beberapa bulan kemudian Brilian mengetahui bahwa ancaman bunuh diri Wilson hanyalah kebohongan untuk mendapatkan dirinya.
Wilson tidak pernah berniat melukai diri sendiri.
Saat itulah Brilian menyesal seumur hidup.
Kini...
Ia terlahir kembali.
Diberi kesempatan kedua.
"Aku tidak akan mengulangi kesalahan itu," gumamnya.
Siang itu, seperti yang ia ingat, Wilson mengirim pesan.
"Aku suka kamu, Brilian."
Jari Brilian mengepal.
Persis sama seperti dulu.
Tak lama kemudian Wilson mengajaknya bertemu.
Di taman sekolah, Wilson menatapnya serius.
"Aku cinta sama kamu."
Brilian tersenyum tipis.
"Maaf, Wilson."
Wajah Wilson berubah.
"Aku serius."
"Aku juga serius. Aku pacarnya Derry."
Wilson mulai memainkan kartu yang sama.
"Kalau kamu nolak aku, aku bakal bunuh diri."
Kalimat yang dulu membuatnya ketakutan.
Namun sekarang tidak lagi.
Brilian menatap matanya tanpa ragu.
"Kalau kamu benar-benar punya masalah, aku bisa bantu carikan bantuan. Tapi aku tidak akan menerima seseorang karena ancaman."
Wilson terdiam.
"Kamu nggak takut?"
"Tidak."
"Kamu tega?"
Brilian tersenyum.
"Yang tidak tega itu justru aku kepada Derry. Aku tidak akan mengkhianati orang yang mencintaiku dengan tulus."
Wilson kehilangan kata-kata.
Untuk pertama kalinya rencananya gagal.
Sore harinya Derry datang menjemput Brilian.
Cowok itu memang terkenal di sekolah.
Wajah tampan, senyum manis, dan tubuh tinggi atletis membuat banyak gadis mengaguminya.
Bahkan saat mereka berjalan bersama, beberapa siswi diam-diam melirik.
Namun Derry hanya melihat satu orang.
Brilian.
"Ada yang ganggu kamu?" tanya Derry.
Brilian tersenyum.
"Sedikit."
Derry langsung panik.
"Siapa? Biar aku—"
Brilian tertawa.
"Nah kan, bucin banget."
Derry menggaruk kepala.
"Ya memang. Aku kan pacar kamu."
Brilian tidak bisa menahan senyumnya.
Di kehidupan sebelumnya, ia terlalu fokus pada rasa takut hingga lupa menghargai cinta yang tulus.
Kini ia bisa melihatnya dengan jelas.
Derry selalu ada.
Selalu menjaga.
Selalu memilihnya.
Padahal banyak perempuan lain yang jauh lebih cantik dan populer.
"Kenapa sih dulu kamu pilih aku?" tanya Brilian.
Derry mengernyit.
"Pertanyaan aneh."
"Jawab dong."
Derry menggenggam tangannya.
"Karena dari semua orang, aku cuma nyaman sama kamu."
Jantung Brilian berdebar.
"Aku serius," lanjut Derry. "Biar seribu orang antre jadi pacarku, aku tetap pilih Brilian."
Wajah Brilian memerah.
"Romantis banget."
"Fakta."
"Makin bucin."
"Memang."
Mereka tertawa bersama.
Menjelang matahari terbenam, Brilian memandang langit jingga dengan perasaan hangat.
Untuk pertama kalinya ia tidak dihantui penyesalan.
Kesempatan kedua yang diberikan kepadanya tidak ia sia-siakan.
Ia telah memilih dengan benar.
Memilih cinta yang tulus.
Memilih kesetiaan.
Dan yang paling penting...
Memilih Derry.
Cowok yang tetap menggenggam tangannya erat seolah takut kehilangannya.
Brilian tersenyum bahagia.
Dalam kehidupan pertama ia kehilangan Derry karena kesalahan.
Tetapi dalam kehidupan kedua, ia akan menjaga cinta mereka sampai akhir.
Dan kali ini...
Tidak ada Wilson.
Tidak ada kebohongan.
Hanya ada dirinya dan Derry yang berjalan berdampingan menuju masa depan yang lebih indah. ❤️
Selesai