Di sebuah desa tinggal lah seorang ibu dan ke 3 anak nya
suami nya adalah seorang tentara, sehingga jarang pulang kerumah karena bertugas di luar.
Ia hanya merawat ke-3 anak nya Seorang diri.
Anak nya yang pertama bernama Gerry
anaknya yang kedua bernama Leo
dan yang terakhir, satu-satu nya putri di keluarga ini Rima.
Rima masih berusia 8 tahun, Kakak nya yang pertama berusia 18 tahun dan kakak nya yang ke 2 berusia 16 tahun.
Setelah pulang sekolah kakak-kakanya pergi ke ladang milik keluarga mereka untuk bekerja.
Rima setiap hari selalu bersama ibunya di rumah, ibu nya adalah seorang penjahit. Rima suka membantu ibunya menjahit di rumah.
Suatu hari, sembari membantu ibunya, Rima bertanya kepada ibunya.
"Ibu kenapa ya ayah pergi terus?, aku kan mau kayak teman teman yang main sama ayah nya"
"Kan ayah berjuang demi negara kita sayang, demi Rima dan kakak-kakak juga" kata ibu
Rima pun berkata
"Kalau gitu Rima pengen handphone Bu biar bisa telfon ayah tiap hari"
"Rima tau cerita peri harapan gak?, kalau Rima lakuin banyak hal baik, harapan Rima akan terwujud"
"Beneran Bu?"
"Bener Rima, tapi kamu harus tulis di kertas apa saja perbuatan baik yang kamu lakukan dan minta cap jempol dari orang-orang yang kamu bantu, setelah itu kertasnya taruh di sebelah kamu saat kamu tidur."
"Peri harapan bakal Dateng dan kasih hadiah buat kamu" jawab ibu
"Kalau gitu, hari ini aku bakal keliling desa buat bantu orang banyak"
"Ahaha, hati-hati ya Rima"
Rima pun pergi untuk berbuat baik dengan sebuah kertas dan tinta
"Mumpung gak ada Rima aku mau bersantai sebentar lah" gumam ibu
Rima pun pergi menolong siapapun yang dia lihat memerlukan pertolongan, baik ibu penjual bunga, bapak-bapak penjaga warung, dan nenek-nenek tetangga gang sebelah.
Hingga malam hari pun tiba.
Rima pulang dan bergegas tidur, ia menaruh kertas berisi hal-hal baik yang telah ia lakukan hari itu di sebelah nya.
Rima mematikan lampu kamarnya, dan tertidur.
Tanpa suara ibu nya diam-diam masuk kedalam kamar nya, berniat memberi kan handphone yang diinginkan oleh Rima.
Karena sebenarnya peri harapan itu tidak benar-benar ada, dan ibu Rima hanya berbohong agar anaknya bermain di luar.
Namun saat ibu nya hendak meletakan handphone nya, lampu kamar menyala.
konfeti di tembakkan, semua orang datang ke kamar Rima dan bernyanyi
'selamat ulang tahun'.
Rima bangun dan mengucapkan
"SELAMAT ULANG TAHUN IBU"
Ibu pun kaget dan terheran, tak menyangka bahwa malah ia yang tertipu oleh Rima.
"Sebenarnya aku tau ibu bohong, ini semua aku siapkan untuk merayakan ulang tahun ibu"
Gerry dan leo mengajak ibu ke ruang tamu hendak memberikan kado spesial bagi ibu nya.
Dan kado itu adalah...
Ayah mereka.
"Ayah.. kamu dah pulang?" Tanya ibu tak menyangka sambil menangis terharu dan senyum gembira.
"Selamat ulang tahun sayang" kata ayah sambil memeluk ibu.
"Semua ini bukan hanya kami yang siapkan loh Bu" kata Rima
"Ada ibu penjual bunga, bapak penjaga warung, dan nenek tetangga yang membantu kita"
Rima memberikan bunga pemberian ibu penjual bunga, balon-balon yang menunjukkan usia ibunya tahun ini, dan kue buatan nenek itu.
Dan itu menjadi momen yang paling membahagiakan dan tak akan pernah terlupakan bagi ibu.
Tamat.