{ Hushh~ Angin berhembus }
Di ujung desa Wana Rembun, ada lentera tua yang menggantung di pohon beringin. Lentera itu sudah bertahun-tahun tidak dinyalakan. Kacanya buram, sumbunya kering.
Suatu malam, seekor kupu-kupu kecil tersesat. Sayapnya basah kena gerimis, dan ia tak bisa terbang tinggi. “Aku pasti mati kedinginan di sini,” gumamnya.
Tiba-tiba, ia melihat lentera tua itu. “Permisi,” panggil si kupu-kupu pelan, “bolehkah aku berteduh di dalammu sebentar?”
Lentera itu tidak menjawab. Tapi pintunya sedikit terbuka. Kupu-kupu masuk, meringkuk di dasar lentera.
Tengah malam, angin bertiup kencang. Beringin bergoyang. Dari gesekan itulah, percikan kecil muncul dan mengenai sumbu lentera. _Plup!_ Api kecil menyala.
Kupu-kupu terkejut. “Aduh, panas!” Ia mengepakkan sayap, dan angin dari kepakannya membuat api makin besar. Lentera itu akhirnya menyala terang, menerangi seluruh desa.
Warga yang sedang mencari jalan pulang melihat cahaya itu. “Lentera beringin menyala lagi!” seru mereka. Desa yang gelap jadi terang.
Keesokan pagi, kupu-kupu itu sudah pergi. Lentera tua tetap menyala sampai minyaknya habis. Warga pun mulai merawat lentera itu lagi.
Pesan Moral :
Kadang, pertolongan kecil yang tak sengaja kita beri, bisa jadi cahaya besar untuk orang lain.
---