Diumur ku yang 6 tahun aku mulai di titipkan di desa nenek, orang tua ku bekerja di ibu kota waktu kecil aku belum mengerti kenapa aku harus jauh dari orang tua diumur ku yang 10 aku meminta untuk tinggal dengan orang tua ku namun karena ekonomi orang tua yang belum stabil aku tetap dititip kan di desa.pemikiran jelek ku mulai tumbuh apalagi ada adik ku yang baru lahir aku iri dengannya kenapa dia biasa bersama orang tua ku sedangkan aku tidak, tahun demi tahun aku lewati dengan pikiran jelek ini hingga keirianku memuncak diumur yang 13 aku mulai banyak tingkah dengan banyak mau dan membuat pening kepala orang tua ku , yah namanya baru mnginjak usia pubertas banyak tingkah laku ku yang yang menyakitkan, dan ditambah diumur itu aku sudah dipaksa untuk menerima laki2 untuk ditunangkan denganku namun karena diri ku yang keras kepala aku menolak mentah2 karena menurutku diumur ku yang masih remaja kenapa harus memikirkan punya pasangan kalau diri sendri ajaasih butuh disayang lambat laun aku lulus dari sekolah SMP . Niat ku ingin ke ibukota untuk meneruskan sekolah tapi pikiran iri ku mulai tumbuh lagi aku yg ingin merasakan bermanja dan disayang oleh kedua orang tua ku dengan tidak sadarnya aku muali tidak peduli dengan sekolah akhirnya aku tak melanjutkan SMA q.
Lika liku aku hadapi dengan penuh tangis dan luka, namanya juga baru mninginjak usia yang masih butuh dukungan dan arahan, di umur ku yang ke 23 aku mngenal seorang lelaki yang mnurut sebagian orang dia anak nakal tapi mnurutku tidak dia ingin serius dengan ku aku pun mnerima keseriusan nya dia datang kerumah dengan kluarga besarnya berapa bahagia nya aku tanpa tahap pengenalan jauh dia dengan berani nya melamarku, masa depan yang mulai kurangkai tahap demi tahap list demi lost kususun rapi nyatanya tak lama kemudian di umur hubungan yg ke 2 tahun ia muali bertingkah, ia mnelvonku dengan tidak tahu dirinya mngenalkanku dengan kekasih barunya bajingan memang, disaat itu aku muali lost contact dengannya hingga beberapa bulan hubungan kita semakin tidak jelas, lama2 lelah juga hampir 3 tahun hubungan ini jalan dengan ketidak adaan obrolan yg berfaedah ia muali meminta ku untuk membatalkan pertunangan ini karena ia tidak berani, aku yang tak ingin punya hubungan yg tak sehat mulai meminta orang tua ku duduk aku mulai berbicara tentang hubungan ku ini aku mulai mngitarakan maksud dan tujuan ku untuk membatalkan pertunangannya ini akhirnya pertunangan ku batal tapi omongan2 orang yang katanya salah nya ada dia diriku aku trima dengan ikhlas, aku muali menutup diri untuk berhubungan dengan lelaki hingga diumur ku yang mnginjak 29 aku muali terbuka dengan namanya cinta hingga mngenal satu laki2 yang mnurutku ia pekerja keras pendiam dan selalu excited saat aku cerita2 kita mnjalani hubungan selama tiga bulan namun nyatanya kandas di pertengahan. Ah apakah aku harus mnjauh lagi, kadang keinginan ku untuk menikah itu sangat besar namun aku tak berani melangkah entah kenapa pikiran jelek ku muali menghantui aku berpikir kalau aku mnikah akan gagal nyatanya pikiran buruk ini susah untuk ku hilangkan kadang orang mnyuruhku untuk diriku yah apakah aku harus melakukan nya 😁.