Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang janda muda bernama Dena. Rambutnya pirang, senyumnya manis, dan sifatnya ramah kepada siapa saja. Karena itulah banyak orang mengenalnya sebagai "janda pirang yang menarik hati."
Meski sering dipuji karena kecantikannya, Dena sebenarnya lebih suka menjalani hidup dengan tenang. Ia mengelola sebuah kedai kopi kecil yang selalu ramai pengunjung.
Suatu pagi datang seorang pelanggan baru bernama Dimas. Cowok itu tinggi, humoris, dan selalu punya cara aneh untuk memulai percakapan.
"Mbak, kopi paling pahit di sini yang mana?" tanya Dimas.
Dena tersenyum. "Kenapa cari yang pahit?"
"Soalnya hidup saya sudah manis sejak lihat Mbak."
Dena langsung tertawa.
"Gombal ya?"
"Sedikit. Tapi jujur."
Sejak hari itu, Dimas hampir setiap hari datang ke kedai kopi. Kadang membeli kopi, kadang cuma membeli satu donat lalu duduk berjam-jam.
Suatu hari Dena penasaran.
"Mas Dimas, sebenarnya suka kopi atau suka duduk di sini?"
Dimas menjawab santai.
"Kalau jujur boleh?"
"Boleh."
"Saya suka yang punya kedai."
Dena yang sedang minum kopi langsung tersedak.
Semakin lama mereka semakin akrab. Dimas sering membantu membereskan meja, bahkan pernah mencuci gelas karena mengira itu bagian dari cara mendekati perempuan.
Sayangnya ia salah mengambil sabun.
Bukannya sabun cuci piring, ia memakai sabun cuci tangan.
"Astaga, Mas!" kata Dena sambil tertawa.
"Pantas busanya banyak banget."
Hari-hari bersama Dimas membuat hidup Dena yang dulu terasa sepi menjadi lebih berwarna.
Suatu sore saat kedai hampir tutup, Dimas memberikan setangkai bunga.
"Dena, aku tahu masa lalu kita tidak selalu mudah. Tapi aku ingin jadi alasan kamu tersenyum setiap hari."
Dena terdiam.
"Lalu kalau aku sedih?"
"Aku temani."
"Kalau aku marah?"
"Aku dengarkan."
"Kalau aku lapar?"
Dimas langsung menjawab cepat.
"Aku traktir bakso."
Dena tertawa sampai matanya berkaca-kaca.
"Jawaban terakhir itu yang paling meyakinkan."
Akhirnya Dena menerima perasaan Dimas.
Sejak saat itu, pelanggan kedai kopi sering melihat mereka bercanda bersama. Dan semua orang setuju bahwa bukan hanya Dena yang menarik hati, tetapi juga Dimas yang berhasil mencuri hati sang janda pirang dengan cara sederhana: membuatnya tertawa setiap hari. ❤️
Selesai