zenn dan ilsyaa berjalan kaki menuju kota grasia
zenn: sepertinya kita akan segera sampai mungkin sekitar 1jam lagi, apa kau masih bisa berjalan ilsya ?
ilsyaa; i .iya tuan saya masih bisa berjalan kok,
zenn: baiklah jika begitu..
*Melirik diam diam ke arah ilsyaa, tunggu itu apa sejak tadi dia tidak memakai alas kaki ? aku ingin memberikan nya tapi tidak punya sendal lagi,*
zenn: ilsyaa
ilsyaa: yaa tuan ?
zenn: apa kaki mu tidak sakit ? dari tadi kau tidak memakai sendal ya ? apa ingin punya ku saja ?
ilsyaa: t-tidakk tuan saya tidapapa tanpa sendal juga, tuan saja yang pakai
*ARGHHG, aku ingin memakai sendal tuann😣 tapi tidak boleh jika saya mengambil nya kaki tuan akan tergores gores jika berjalan,*
zenn: kau ini tidak bisa jujur kah ? lihat kaki mu itu sudah terluka akibat berjalan tanpa sendal sepanjang hari, ambil ini dan diam
" zenn mengusap kepala ilsyaa "
*sepertinya aku sedikit suka terhadap ilsya*
" aa-a-apa t-adi tuan mengusap kep-pala kuu ? arghh kenapa tuan bisa seperti itu kepda budak, apa tuan menyukai ku ? TIDAK, tidak mungkin tuan pasti menyukai gadis cantik dan imut dan yg paling penting pasti mereka buka budak, tapi tidak papa kan jika orang seperti ku ini menyukai tuan nya ? kurasa tidapapa....."