Minggu pagi itu kau kasih aku pertanyaan bagi semua anak itu hanya
lah mimpi buruk nya...
"𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐠𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 ?"
Satu kalimat yang membuat banyak pertanyaan di kepala ku aku tidak tau cara memandang dunia lagi jika keluarga ini berpisah,keluarga kita emang gak sempurna tapi kadang mengasi kehangatan
untuk orang di dalam nya.
Kadang aku iri sama anak teman mu yang kau treat segitu baik nya bahkan ada senyum lebar mu serta tawa lepas mu yang juga hadir,kenapa bersama ku kau tidak begitu,Pak ??
Bahkan tidak bersama anak teman mu
saja,bersama keponakan mu kau pun sama seperti itu.
Dan kemana janji itu kata nya kau mau jadi sahabat ku hingga aku besar nanti,
dan banyak nya janji yang kau ingkari entah kenapa itu.
Apakah kau Lelah di minta in ini
dan itu sama om,aku kira kau kemarin mendengar kan ku tidak membeli kan ia hp
baru sesekali menolak tidak apa - apa,
ini bukan tentang besok sama Allah di ganti tapi tentang mengajar kan nya gak semua harus di turut in dengan mudah.
Jika kalian berpisah bagimana kehidupan kami berdua nanti nya,nanti
kalian pasti punya kelurga baru dan kalian tidak bakal menoleh ke arah kami yang di belakang kalian.
atau bahkan Bunda yang lebih milih merawat Mas nya yang gagal ginjal ?
Bapak mungkin saja ia menikah kembali
dan memiliki anak laki - laki sesuai mimpi nya ?
kalau aku minta lima puluh triliun apakah bakal di bilang mata duitan ?
karena psikolog mahal,belum obat jalan - jalan nya,aku juga ingin kuliah,buka usaha sendiri,beli vila dua deh ya,ama kos - kos an.
Pasti aku bakal di kata in gak sih minta uang segitu banyak nya,aji mumpung banget jadi anak minta uang segitu banyak.
Pasti nanti ada pertayaan kalian mau ikut siapa,kayak nya di rumah ini aja deh gak ikut siapa - siapa.
Yang bakalan berbeda adalah kehidupan tidak ada lagi suara mereka,masakan Bunda,usil ke Bapak,jalan - jalan malam lagi,ke mall beli apa aja.
Semoga ini semua cuman mimpi ya,tolong bangun in aku dari mimpi buruk ini.
Kalau gitu kenapa ya Tuhan kasih kalian bertemu,jika end nya seperti ini?
Apakah karena ini Allah mengambil adek ya,karena ia sudah di spoiler kehidupan di dunia dan ia menyerah dari takdir nya.
Berdoa lah agar aku tidak membenci mu,Pak....
Bahkan mendengar suara ketus mu saja hati ku tidak merasa kan sakit lagi,dan tidak menangis dalam diam di kamar...
Jika mereka berpisah aku akan bilang terimakasih banyak ya atas semua nya,sampai jumpa entah kapan kita akan di takdir kan bertemu dan berkumpul kembali...
Dan maaf jika selama jadi anak aku melakukan banyak kesalahan yang di sengaja atau pun tidak di sengaja,tolong ampuni dosa - dosa ku ya...
Tolong juga doa kan kami sembuh atas semua nya yang terjadi,doa kan kami kuat sampai garis finish nya Allah.pulang ke
pelukan nya nunggu di panggil bukan bundir...