Di sebuah desa kecil yang penuh bunga, hiduplah seekor kura kura kecil bernama Tutu. Tutu sangat baik hati, tetapi ia berjalan sangat lambat.
Karena jalannya lambat, teman temannya sering tiba lebih dulu saat bermain.
Suatu pagi, desa sedang ramai karena ada festival balon warna warni. Semua anak hewan datang membawa balon mereka masing masing.
Ada balon biru milik kelinci, balon kuning milik anak ayam, dan balon hijau milik tupai kecil.
Tutu juga punya balon.
Warnanya merah cerah.
Ia sangat menyayangi balon itu.
Saat festival dimulai, semua anak hewan berlari menuju lapangan. Namun Tutu berjalan pelan seperti biasa.
“Tutu, cepat sedikit!” teriak kelinci sambil tertawa.
Tutu hanya tersenyum kecil lalu terus berjalan.
Di tengah jalan, tiba tiba angin bertiup sangat kencang.
Balon merah Tutu terlepas.
“Balonku!” teriak Tutu panik.
Balon itu terbang tinggi melewati pohon dan semak semak.
Tutu mencoba mengejarnya, tetapi ia terlalu lambat.
Matanya mulai berkaca kaca.
Tak lama kemudian, teman teman Tutu datang membantu.
“Ayo kita cari bersama!” kata anak ayam.
Mereka mencari ke sana kemari sampai akhirnya tupai kecil melihat sesuatu tersangkut di pohon mangga.
“Itu balon Tutu!”
Namun balonnya tersangkut sangat tinggi.
Kelinci mencoba melompat, tetapi tidak berhasil.
Akhirnya burung kecil terbang ke atas pohon dan mengambil balon merah itu dengan paruhnya.
“Yeay! Ketemu!” seru semua teman teman.
Tutu sangat senang.
“Terima kasih semuanya.”
Kelinci lalu berkata pelan,
“Maaf ya tadi aku mengejekmu.”
Tutu tersenyum hangat.
“Tidak apa apa.”
Sejak hari itu, teman teman Tutu tidak pernah mengejeknya lagi. Mereka sadar bahwa setiap hewan memiliki kemampuan yang berbeda.
Dan Tutu belajar bahwa teman yang baik akan selalu saling membantu.
Kesimpulan:
Kita tidak boleh mengejek teman yang berbeda dari kita. Setiap orang punya kelebihan masing masing, dan teman yang baik harus saling menolong.