Malam itu, hujan deras mengguyur kota dan jalanan sepi tak berpenghuni, memaksa Sari menerima tawaran tumpangan dari sebuah mobil tua hitam yang tiba-tiba muncul. Awalnya ia mengira itu keberuntungan, namun suasana di dalam mobil terasa mencekam: hawa dingin menusuk tulang, bau melati yang menyengat, dan keheningan yang menyesakkan. Sopir yang berwajah kaku serta penumpang wanita berkebaya merah di belakang sama sekali tak bersuara, dan hal yang paling mengerikan—tak ada bayangan mereka di kaca spion. Saat mobil itu berbelok masuk ke jalan yang tak dikenalnya, Sari mulai sadar, ia baru saja masuk ke dalam jebakan makhluk tak kasat mata, dan tujuan akhir kendaraan itu bukanlah tempat tinggalnya, melainkan gerbang pemakaman tua yang gelap dan sunyi.