Aku dan dia sama-sama menjadi pengurus dalam organisasi sosial yang kita ikuti,
Setiap minggu kita bertemu untuk merencanakan kegiatan atau membantu masyarakat yang membutuhkan,
Cara dia bekerja yang tekun dan hati yang penuh kasih membuat hatiku terasa terpesona,
Baru kemudian aku tahu dari rekan organisasi lain bahwa dia telah menikah selama tiga tahun,
Godaannya datang perlahan saat kita sering bekerja lembur bersama untuk menyelesaikan proyek.
Suatu malam kita harus tinggal lama di kantor organisasi menyusun proposal bantuan sosial,
Dia mengaku merasa frustasi karena suaminya tidak mendukung aktivitasnya di organisasi,
Hatiku terasa ingin melindunginya dan mengatakan bahwa aku selalu menghargai dedikasinya,
Tangan kita hampir bersentuhan saat mengambil buku yang sama dari rak,
Namun aku segera menarik tangan kembali dan mengingatkan diri bahwa dia adalah istri orang lain.
Aku memutuskan untuk berbicara dengan suaminya secara pribadi,
Memberitahunya betapa pentingnya kontribusi istrinya bagi masyarakat dan betapa dia dicintai oleh semua anggota organisasi,
Suaminya merasa tersentuh dan menyadari bahwa dia telah kurang memperhatikan keinginan istri,
Mereka berbicara hingga larut malam dan akhirnya bisa menemukan titik temu,
Saat dia memberitahuku kabar baik itu, aku merasa lega tanpa rasa iri sedikit pun.
Kita tetap menjadi rekan kerja yang baik dalam organisasi,
Bahkan suaminya kini sering membantu kita dalam kegiatan-kegiatan yang ada,
Dia bilang aku adalah teman terbaik yang pernah dia miliki karena tidak mengambil kesempatan saat dia lemah,
Godaannya telah berlalu dan aku belajar bahwa cinta sejati adalah membantu orang tersayang menemukan kebahagiaannya dengan pasangannya sendiri,
Sekarang organisasi kita semakin kuat dengan dukungan keluarga seluruh anggota.