Aku adalah halaman sunyi yang dipenuhi aksara namun tak pernah benar-benar dibaca.
Tersenyum seperti langit pagi, padahal di dalam dada ada hujan yang tak kunjung reda.
Aku terbiasa menjadi tempat orang lain bersandar, meski kakiku sendiri sering gemetar menahan lelah.
Malam mengenalku dengan baik dengan segala tangis yang kusembunyikan rapat-rapat agar dunia tetap percaya bahwa aku kuat.
Padahal ada banyak luka yang tumbuh diam-diam seperti retakan kecil di dinding hati.
Aku juga ingin dimengerti, ingin dipeluk tanpa harus meminta, ingin ada seseorang yang mampu membaca mataku saat bibirku memilih diam.
Namun hidup mengajarkanku bahwa tidak semua kesepian punya tempat untuk pulang.
Jadi aku belajar menjadi rembulan bagi diriku sendiri tetap bercahaya meski ditemani gelap setiap malamnya.
Dan jika suatu hari semesta akhirnya menghadiahkanku seseorang yang benar-benar tulus, aku harap ia datang bukan untuk memperbaiki lukaku, melainkan untuk tinggal tanpa membuatku merasa sendirian lagi.
Hanya Puisi Singkat🥀