Ayah, kau adalah langit yang tak pernah meminta dipandang, namun selalu memastikan bumi di bawahnya tetap tenang.
Tanganmu penuh luka yang tak pernah kau ceritakan, sementara senyummu selalu kau pakai untuk menyembunyikan lelah.
Aku baru mengerti, bahwa pundakmu bukan sekadar tempat bersandar, melainkan rumah bagi seluruh ketakutanku.
Di setiap langkahmu, ada mimpi-mimpi kami yang kau bawa diam-diam meski kakimu sendiri hampir kehilangan arah karena letih.
Ayah, kau jarang berkata sayang, tetapi dunia tahu bahwa cintamu hadir dalam bentuk perjuangan.
Kau mengajarkan arti kuat tanpa perlu banyak suara, mengajarkan arti bertahan meski hidup berkali-kali menghancurkan.
Dan suatu hari nanti, jika rambutmu berubah seputih awan dan langkahmu mulai melemah, izinkan aku menggenggam tanganmu seperti dulu kau menggenggam tanganku saat aku takut pada dunia.
Sebab bagiku, kau bukan hanya seorang ayah, kau adalah doa yang dikirim Tuhan untuk menjaga hidupku.
Hanya Puisi Singkat🥀