Ibu, kau adalah rumah yang selalu menerima pulang meski dunia berkali-kali mengajarkanku tentang kehilangan.
Di telapak tanganmu ada doa-doa panjang yang kau sembunyikan di balik senyum sederhana.
Kau menangis diam-diam agar anakmu tetap bisa tertawa, kau lelah tanpa mengeluh, dan tetap berdiri meski hidup berkali-kali menjatuhkan mu.
Ibu, aku sering lupa, bahwa perempuan sekuat dirimu pun pernah merasa rapuh. Namun kau memilih bertahan demi seseorang yang kau panggil “anak.”
Pelukanmu lebih tenang dari seluruh dunia, dan suaramu selalu mampu meredakan badai di dalam kepalaku.
Aku baru sadar, cinta paling tulus tidak selalu datang dengan kata-kata indah.
Kadang ia hadir dalam bentuk tangan yang bekerja tanpa henti, mata yang kurang tidur, dan doa yang tak pernah putus.
Ibu, jika suatu hari aku berhasil menjadi seseorang yang kuat, itu karena aku tumbuh dari hati perempuan yang tak pernah menyerah pada hidup nya.
Dan bila waktu mampu diputar kembali, aku tetap ingin lahir dari rahimmu berulang kali.
Hanya Puisi Singkat🥀