Entah dari mana harus ku mulai ....
Zefan.
Yah Zefan nama itu masih ku ingat jelas. Dia laki-laki tampan,pintar,dan ceria .
Di sekolah dia siswa berprestasi yang selalu menjadi pusat perhatian .
Feilen.
Aku ,sebagai seorang anak Tunggal yang terlahir dari keluarga Broken home.
Aku menganggap hidup ini penuh dengan kegelapan tanpa arah dan tujuan ,singkatnya membosankan. Aku terbiasa dengan kesendirianku,tidak suka bicara ,dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku.
Kami bertemu di bangku SMA.
Dia siswa pindahan dari sekolah lain yang kebetulan masuk di kelas yang sama denganku.Awalnya aku tidak menyukainya bagiku dia terlalu brisik dan menyebalkan karna selalu mengajakku berbicara ,Tapi ada sesuatu yang membuatku akhirnya membuka diri untuk berbicara dengannya .Mungkin karna senyuman nya yang manis atau matanya yang menenangkan.
seiring berjalannya waktu kami menjadi dekat ,aku mulai terbiasa berbicara dengannya.Bagiku kehadirannya seperti sebuah cahaya untuk kehidupanku yang gelap dan membosankan.Dia yang selalu berusaha membuatku tersenyum dan tertawa bahagia dengan tingkah konyolnya yang tak dapat di prediksi. Hingga pada saat dia menyatakan perasaannya kepadaku ,
"Awal pindah ke sekolah ini ,aku sudah mulai memperhatikan mu.kamu duduk di bangku paling belakang dengan wajah murung dan dingin ,matamu penuh dengan luka yang tak bisa kamu ceritakan pada siapapun tapi tetap sajah wajah murung mu tak dapat menutupi kecantikan mu hehehe .entah kenapa setiap melihatmu aku selalu bertekad untuk membuatmu tersenyum bahagia dan melupakan sejenak luka di hatimu .Hari ini aku menyadari suatu perasaan aneh yang selama ini ada dihatiku adalah rasa suka .Aku tidak berjanji untuk ada dan mencintaimu selamanya, mengingat umur kita yang baru belasan tahun tapi bisa kah kamu memberiku kesempatan untuk selalu berada dekatmu dan menjadi tempatmu berbagi suka maupun duka "
Aku menatapnya dengan wajah bingung ,aku tidak tau seperti apa cinta itu mengingat selama ini aku tidak pernah dekat dengan lawan jenis.aku terdiam sejenak untuk memikirkan jawaban dari ucapannya,
"Zef ,maaf jujur sajah aku tidak tau pasti seperti apa rasa cinta tapi aku suka kehadiranmu dalam hidupku dan aku nyaman berbicara denganmu " jawabku
"Tak apa Ilen ,aku juga baru pertama kali mengungkapkan perasaan cinta dan suka pada seorang gadis ,Tapi aku harap kau memberiku kesempatan untuk menjadi pacarmu " ucapannya
"Baiklah mulai sekarang kita berpacaran " jawabku sambil tersenyum .
Mulai saat itu kami menjalin hubungan.
Dia pacar yang baik , romantis, perhatian,dan selalu mengerti apa yang aku mau .Dia membawaku untuk di kenalkan pada orang tuanya dan orang tuanya menerima ku dengan baik seperti putri mereka sendiri.Sering kali ibunya Zefan ,Tante Alana mengajakku jalan dan dan menginap di rumah mereka .kami menjalin hubungan selama 2 tahun dari kelas 10 hingga kelas 12 SMA.
Dan tiba pada saat yang tidak pernah aku bayangkan selama ini .
Aku masih mengingatnya dengan jelas semua yang terjadi di hari itu .
Pagi yang cerah ,aku duduk di teras rumah Zefan sambil menunggunya pulang dari Latihan bola basket. Seperti biasa tiap hari Minggu pagi Zefan mengikuti latihan bola basket.
Aku duduk dengan wajah tersenyum sambil bermain ponsel.
Tiba-tiba ,suara dentuman keras memecah keheningan .Aku melihat ke arah suara itu ,motor tergeletak hancur dan dia terlempar jauh .Wajahku memucat, tanganku gemetar,aku berlari menghampirinya .
aku masih ingat betul bagaimana wajah penuh darah itu tersenyum saat melihatku mendekat .
"Tolong bertahan lah,jangan menutup matamu sedikit pun tetaplah melihatku,tolong telpon ambulance ,tolong " teriakku sambil memegang wajahnya dengan tangan gemetar.
Dia terbaring di aspal ,mata ceria itu mulai memudar ,dengan sisa tenaga yang ada dia memegang wajahku dengan tangan gemetar penuh darah
"aku mencintaimu mu " suaranya lemah tapi aku mendengar nya ..
Serine Ambulance memecah keramaian jalan kota pagi itu ,aku duduk di samping Tante Alana sambil memegang tangan Zefan yang dingin
"aku mohon bertahan lah " ucapku dengan penuh harapan
Tante Alana memelukku dengan erat, kami saling menguatkan sambil menangis dengan suara yang menyayat hati.Aku merasakan air mataku mengalir deras dan berharap semuanya akan baik-baik sajah.
Aku berdiri di balik kaca ruangan dengan baju putih abu-abu yang berubah warna karna darah ,bau darah yang melekat pada bajuku menyengat memenuhi indra penciumanku , dan kakiku lemas .Tapi aku tetap berdiri dan terus menatap wajahnya.
Aku melihat dokter melakuka CPR dan Intubasi berkali-kali,tapi tetap sajah takdir tak terhindari .Dokter keluar dengan wajah lelah dan mata merah .Aku tau dokter akan mengatakan akhir yang tak dapat ku terima .
"Maaf kami sudah melakukan yang terbaik tapi ,..." Dokter berhenti sejenak,aku tau semuanya sudah berakhir.
"Tak ada harapan lagi ?" Ayahnya bertanya dengan penuh harap
Dokter menggeleng kan kepalanya dengan pelan " Maaf kami tidak bisa menyelamatkan nya "
Orang tua zefan menangis dengan suara yang sangat menyayat hati.
Aku memandang ke dalam ruangan ,melihat tubuhnya terbujur kaku penuh dengan darah dan tak menunjukkan adanya pergerakan sedikitpun.
Aku merasa duniaku berhenti berputar.aku tak bisa begerak,tak bisa bersuara .Aku tidak percaya dengan apa yang terjadi, berkali-kali aku menyakinkan diriku bahwa semuanya hanya Mimpi buruk .
Tubuhku meluruh ke lantai kakiku lemas , Khalis sepupu Zefan memelukku dengan badan terguncang hebat karna tangisan.Aku merasa duniaku hancur dan separuh jiwaku hilang.
Jenazah Zefan di pulangkan ke rumah duka.di tempatkan di ruang tengah dan Peti mati berwarna putih .Aku berdiri mengenakan dress hitam hadiah dari Zefan .Mataku menatap peti mati ,aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah pergi untuk selamanya Tapi sekeras apapun aku menolak, akhirnya tetap sama Zefanku sudah pergi untuk selamanya.
Keluarga dan teman-teman mulai berdatangan ,membawa doa dan bunga.
Orang tua Zefan memelukku dengan erat sambil menangis , aku hanya diam tak tau apa yang harus aku lakukan ,otakku terasa kosong tak mampu memberikan perintah pada tubuhku untuk bergerak.
Aku duduk di sampingnya, memandang wajahnya yang tenang .Aku ingin mengingat setiap detail wajahnya, setiap senyum ,setiap tatapan matanya.aku tidak ingin melupakannya.
Jenazah Zefan dikubur ,di bawah tanah itu,bersama dengan seluruh cintaku dan separuh jiwaku telah terkubur bersamanya.
Aku memandang kedalam kubur ,melihat tanah mulai menutupi wajahnya ,aku ingin berteriak dan menariknya keluar dari dalam sana ,tapi aku hanya bisa diam.Aku merasa terjebak dalam kesedihan yang tak terhingga.Aku ingin mengatakan sesuatu tapi kata-kata itu tidak bisa keluar,mulutku mendadak bisu.
Setelah semua orang pulang .Hanya keluarga Zefan dan aku yang tersisa di samping kubur .kakiku mendadak lemas dan terjatuh di samping kuburan Zefan aku tak bisa menahan lagi ,aku menangis dengan suara yang keras .Tante Alana memelukku dengan Erat dan ikut menangis
Sedangkan Ayah Zefan , Om Ferdian memukul dadanya yang terasa sesak tanpa suara tapi Air matanya mengalir deras .
"Zefan anak mamah ,bangun nak mama disini " Suara Tante Alana di ikuti tangisan , berkali-kali Tante Alana mamanggil Zefan untuk kembali.
"Tidak,tidak,tidak,kamu tidak bisa pergi " dengan Isak tangis aku memohon
"Mengapa kamu pergi,kamu berbohong padaku Zef ,kamu berjanji untuk selalu menemaniku dan menjadi tempatku berbagi cerita " ucapku dengan suara keras seolah menuntut jawaban darinya yang telah pergi.
Aku masih berlutut di samping kuburan Zefan dengan wajah sembab dan basah oleh air mata.Aku tidak tau akan berapa lama aku berada disini ,aku tak tau apa yang akan aku lakukan dan yang akan terjadi selanjutnya.Aku hanya tau aku kehilangan separuh jiwaku dan tak berani menghadapi hari esok tanpanya.
"Tuhan Tolong kembalikan dia untukku "
Aku memohon dengan suara lemah.
Aku mencintainya, tapi aku juga membencinya . Membencinya karna dia pergi tanpa pamit , meninggalkan aku sendirian di dunia ini .Ingin sekali aku berteriak entah bertanya pada raganya yang tak bernyawa atau kah Pada Tuhan karna mengambilnya secara tiba-tiba.
"Mengapa kamu pergi Zefan ?"
"Mengapa kamu tak membawaku pergi bersamamu ? "
"Mengapa Tuhan mengambil cahaya terangku? "
"Mengapa Tuhan tak mengambil kami secara bersamaan ?"
Tapi semuanya tak mendapatkan jawaban.
Kini aku tersisa dengan kenangan.
Ada rasa sakit tak terhingga dan ada rasa rindu yang tak berujung .
Aku tidak akan menghapus ingatan tentangnya sesakit apapun itu.
Aku selalu mencintainya dan membencinya karna dia berani pergi tanpaku.
Aku akan tetap hidup tapi hanya untuk melanjutkan hidup .