Aku pernah jatuh, berkali-kali. Pertemanan palsu, keluarga yang tak peduli pad hidupku, ekonomi yang timpang. akhirnya, aku bertemu seseorang yang menjanjikan surga. Janji-janji manis, perhatian yang tak pernah aku rasakan. Aku percaya, aku membutuhkan itu.
Tapi ternyata, janji itu hanya investasi. Sebagai Harapan suatu saat agar aku membalas budi, agar aku menjadi sosok yang setia. Aku bukan cinta, tapi alat. Aku sadar, aku keliru. Janji yang penuh keliru, membuat aku kehilangan lagi.
Aku mengingat kata-kata yang dulu pernahku dengar, "Orang baik tidak selalu baik, dan orang jahat tidak selalu jahat." aku tertawa, karena sekarang aku tahu. Aku salah, salah besar. Aku mengira itu cinta, tapi ternyata hanya transaksi.
Aku pun mampu bangkit pelan-pelan. Menghapus air mata, menghapus kenangan. Karena aku tahu, lebih baik sendirian daripada terus disakiti. Tidak akan pernah aku percayai lagi.
Tidak pernah ada yang berpihak padaku, bahkan orang terdekat pun menghianatiku.
Bukankah itu tidak lebih baik dari pada mati. Biarpun aku di neraka, tidak akan ada siksaan pedih seperti berada di dunia.