Menantu Ibu Pejabat
Author: emps
(cerita ini belum di revisi. kesalahan kata maupun kalimat mohon di maklumi. terimakasih)
di salah satu podcast terkenal.
seorang ibu memberikan beberapa pesan menyentuh,
-
"Kita tidak bisa mengontrol apa yang akan terjadi hari ini. Bisa saja itu hal baik, bisa saja hal buruk.
Tapi kita bisa mengontrol bagaimana kita bereaksi.
Untuk bisa memastikan reaksi kita selalu positif, yang saya pegang selalu adalah keikhlasan.
ketika kita ikhlas menerima apa pun cobaan dan tantangan dalam hidup, dan selalu menjaga vibes dalam diri kita selalu dalam peace.. mau belajar dan bertanya.. kemudian tidak malu mengakui ketika melakukan kesalahan. kemudian selalu menjaga kejujuran dan integritas.
saya rasa semua hal itu yang menentukan masa depan dan rezeki kita"
-
"Sebenarnya saya sangat sedih, ketika saya tau ada hal seperti ini menimpa anak saya.
Apakah tidak cukup mereka menjahati keluarga saya? Kami bahkan sama sekali tidak membalas perbuatan mereka sejak dulu.
Edgar sudah kehilangan papinya, dia harus kuat untuk saya dan adiknya, dia jadi harus bekerja menggantikan papi dan juga saya di usia yang seharusnya masih bersenang senang dan pergi bermain.
Kenapa? Kenapa mereka terus melukai keluarga saya?
Yaa.. Bersyukurnya Tuhan masih melindungi Ed dari jebakan mereka. Bersyukurnya Tuhan memanipulasi kejadian itu dengan baik untuk Ed. Tuhan mendatangkan Arua yang baik untuk menjadi penyelamat anak saya. Saya tidak tau lagi apa yang akan terjadi kalau rencana jahat mereka berhasil.
Tentu saja s aya tau hal itu pasti sangat menyakitkan untuk Arua. Saya pun terus menyesal dan merasa bersalah karena hal itu.
Tapi kita tidak bisa mengubah takdir Tuhan.
Mungkin memang harus begini jalannya.
Yang bisa kami lakukan saat ini hanyalah ikhlas dan menjalaninya dengan sebaik mungkin"
-
"Untuk menantuku, anakku, Arua..
mami minta maaf..
mami tau ribuan kata maaf tidak akan bisa menghapus masa lalu yang pernah kamu lalui.
tapi untuk sekarang dan di masa depan, Mami dan Ed janji, akan selalu berusaha membuat hidup kamu bahagia.
manusia tidak ada yang sempurna. kesempurnaan hanya milik Tuhan. Mami juga pasti pernah melakukan kesalahan dan mungkin buat kamu kecewa.
tapi yang kamu harus tau honey.. Mami sudah mulai mencintai kamu seperti anak Mami sendiri.
Mami sangat bersyukur Tuhan hadirkan Arua jadi pasangan Edgar.. jadi ibu dari anak Edgar.. jadi menantu buat Mami.. juga kakak ipar buat Eila. Tuhan kasih keluarga ini Arua yang baik hati dan selalu ceria..
kejadian itu adalah cara Tuhan untuk menyatukan kita menjadi keluarga. mungkin ini jawaban dari do'a Mami dan Papi, yaitu pasangan yang baik dan menantu yang sayang dengan keluarga.
dan sejauh ini Arua berikan itu semua.
terimakasih ya sayang"
-
"untuk anakku, putraku edgar..
mami harus tetap minta maaf sama kamu honey..
semua ini mungkin tidak akan terjadi kalau mami dan papi tidak terjun di dunia politik.
tapi kita manusia bisa apa? semua ini sudah jalannya Tuhan.
mami harap edgar makin dewasa setelah kejadian ini.
mami harap semua ini jadi pembelajaran buat kita semua supaya lebih berhati hati lagi.
ingat nak, sekarang kamu sudah punya prioritas dan tanggung jawab yang lebih besar daripada mami dan eila, yaitu istri dan anak anakmu nanti.
mami harap hidup kalian selalu di berkahi dan dilindungi Tuhan dimana pun kalian berada.
mami sayang kalian..
**
sekitar dua tahun lalu, sebuah kejadian gila menimpa arua.
hari itu arua sedang mengantar sahabatnya pricila merias di sebuah acara ulang tahun provinsi. cila bekerja sebagai MUA yang sudah lumayan terkenal. make up natural looknya terbilang sangat bagus. di tambah media sosialnya juga banyak pengikutnya. wajar dia bisa mendapatkan client orang orang besar.
sedikit cerita. arua dan cila itu bersahabat mulai dari awal sekolah menengah atas di kota M. kota itu juga kota tempat tinggal arua. setelah lulus sekolah, pricila kembali ke tempat asalnya di kota B. beda pulau dan juga beda provinsi dengan arua. kurang lebih selama empat semester mereka tidak bertemu. karena itu untuk pertama kalinya arua datang ke tempat tinggal pricila pada saat liburan semester.
arua di ajak ikut cila bekerja di sela sela liburannya. dia anggap itu juga termasuk liburan yang sepertinya seru. jarang jarang ada moment seperti itu waktu dia datang ke rumah cila.
hari itu cila merias ibu gubernur. namanya ibu ema. jadwal riasnya pagi sebelum acara ulang tahun dan malamnya sebelum acara dinner.
tempat meriasnya adalah di kamar hotel yang di sewa ibu gubernur sendiri. kamarnya super luas. dengan semua perlengkapan yang lengkap. seperti di rumah sendiri hanya saja di dalam hotel.
aru tidak terkejut, karena ibu ema adalah gubernur terkaya di seluruh negeri. jauh sebelum menjabat, beliau dan mendiang suaminya pak edwin sudah berstatus konglomerat. di saat uang bekerja untuk mereka. pak edwin justru ingin kembali ke tempat asalnya dan ingin memajukan tempat dia lahir dan di besarkan itu. tapi sayangnya mimpi mulia itu kandas ketika pak edwin meninggal pada saat perjalanan ke daerah.
di barisan rombongan kampanye, hanya mobil pak cagub dan istrinya bu ema yang pecah ban. mobil itu kemudian oleng, menabrak tebing di sebelah kanan dan terpental ke laut. pak cagub dan sopirnya meninggal di tempat. bagian kanan mobil ringsek parah.
sedangkan di bagian kiri ada bu ema dan asisten mereka yang selamat. karena kecelakaan itu kaki kanan bu ema terjepit dan sempat tidak bisa di buat berjalan beberapa saat. tapi beliau mau menggantikan almarhum suami menjadi cagub, untuk meneruskan impiannya, memajukan kota kota di daerah yang tertinggal. bu ema tidak mau mengorbanan nyawa suaminya menjadi sia sia.
dan di sinilah beliau. berhasil menjadi gubernur dengan pemilih terbanyak. wanita cantik yang elegan dan keibuan. mau belajar mengerti permasalahan rakyatnya dan menyelesaikannya dengan waktu yang tergolong cepat.
hingga kurang lebih 4 tahun beliau menjabat, provinsi tersebut sudah menduduki peringkat pertama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.
*
hari itu kebetulan hanya team cila saja yang merias bu ema. jadi tidak ada banyak orang di dalam kamar itu. hanya arua, cila dan satu asisten hairdonya, bu ema, aspri bu ema, anak kedua bu ema yaitu eila dan anak pertamanya edgar.
banyak terjadi pembicaraan para perempuan di sela sela make up itu. awalnya tentang produk make up yang di gunakan cila untuk merias. kemudian merembet ke hobi putrinya yang lebih suka sporty daripada hal hal yang girly (padahal wajah eila putri bu ema sangat cantik bak model), pembicaraan merembet lagi ke bu ema yang tanya tanya soal bisnis yang cila dan arua punya. seperti baju baju brand lokal milik mereka berdua, toko accesories dan juga punya 3 cabang cafe yang ada di kota M. usaha yang di rintis arua dan cila sejak mereka masih duduk di kelas 11 itu memang tidak ada apa apanya di banding bisnis perusahaan tambang tambang milik keluarga almarhum pak edwin dan bu ema. kelasnya tentu beda sangat jauh.
pada saat pak edwin meninggal, kemudian bu ema menggantikan posisi suaminya sebagai gubernur, secara otomatis yang mengurus perusahaan adalah putra pertama mereka, edgar. walaupun lumayan sibuk dengan perusahaan, tapi selama 4 tahunan itu dia masih sangat sering mendampingi maminya turun ke daerah daerah. katanya edgar ini punya trauma kehilangan sang papi yang buat dia lebih protektif lagi ke maminya.
kejadian yang menimpa kedua orangtuanya membuat edgar sadar kalau musuh politik itu lebih kejam dan akan selalu ada. karena itu dia memberikan pengamanan ekstra untuk mami dan adiknya eila. di luar pengamanan yang sudah di siapkan oleh negara. karena dia tidak bisa selalu berada 24jam dengan mereka. tapi sayangnya, justru edgar lupa memberikan pengamanan untuk dirinya sendiri. edgar pikir dia laki laki yang kuat. dia punya basic pertahanan diri dengan menguasai beberapa teknik bela diri. setidaknya edgar merasa bisa melawan musuh yang berusaha ingin membunuhnya.
tapi siapa sangka, ada hal gila lain yang di rencanakan musuh keluarganya, yang tidak pernah terpikirkan edgar sama sekali.
jadi hari itu malam hari harinya. cila kembali merias bu ema di ruangannya. karena bosan dan capek, arua pamit untuk kembali ke kamar yang sudah dia dan cila sewa untuk mereka berdua.
di perjalanan menuju kamarnya. rua kebetulan bebarengan dengan seorang perempuan muda yang cantik, wanita ini berpakaian sangat minim dan super sexy berwarna maroon. rambutnya panjang bergelombang dan terurai. arua sengaja berjalan di belakang wanita perempuan itu karena dia merasa sedikit insecure, penampilan mereka benar benar sangat berbanding terbalik. arua tidak memakai riasan apapun di wajahnya, dengan dress santai berwarna putih tulang.
di tengah jalan, rua di kagetkan oleh suara pintu salah satu kamar yang tidak jauh di depannya. pintu itu di banting sampai berbunyi BRAK. otomatis pandangan rua langsung tertuju ke kamar itu. langkahnya pun terhenti.
tanpa di duga, orang yang keluar dari kamar itu adalah edgar, anak bu ema. dia keluar dan berdiri di depan kamarnya, melihat ke arah perempuan maroon dengan wajah yang marah. nafasnya juga tampak seperti orang yang baru saja lari maraton. tatapannya tajam kearah perempuan maroon.
rua tidak tau bagaimana raut wajah perempuan maroon itu, tapi yang jelas perempuan itu bilang
"bang edgar, kamu gapapa?"
dari nadanya, sepertinya wanita itu kenal edgar.
arua yang sadar, bergegas pergi dari situ. dia berjalan melewati perempuan maroon dan melewati edgar. tapi tanpa rua sangka, tangannya di tarik edgar dan di bawa masuk ke dalam kamar. edgar juga secepat kilat menutup pintu kamar dan menguncinya.
arua kaget bukan main. dia sempat teriak dan berusaha melepas genggaman edgar. tapi badannya justru di sudutkan di tembok dan edgar menutup mulutnya.
"bantu aku lepas dari cewek tadi"
kalimat itu yang membuat arua akhirnya terdiam dan mulai mengerti situasinya. tapi posisi edgar masih tetap sama, tidak berubah. arua hanya bisa menelan ludah. tentu saja dia tegang berada di posisi seperti itu dengan laki laki yang baru saja dia temui.
suara perempuan tadi masih terdengar dari balik pintu kamar. sepertinya dia sedang berbicara dengan orang lain, entah di telepon atau secara langsung, arua tidak tau. karena tidak terdengar suara orang lain lagi di sana. yang terdengar hanya suara perempuan itu.
"sialan, rencananya berantakan. edgar malah masukin cewek lain ke kamarnya. terus sekarang gue harus gimana? gue gak kenal cewek itu siapa"
mendengar itu, arua coba lepas bekapan tangan edgar. dia bertanya ke edgar
"kamu di jebak?"
edgar mengangguk kemudian berdiri dan bersandar di tembok yang berlawanan. mungkin karena edgar rasa arua sudah paham situasinya jadi tidak perlu menutup mulutnya lagi. edgar mengusap wajahnya yang tampak lebih pucat dan rautnya seperti tidak nyaman. dia juga sangat berkeringat.
"kamu- kenapa?" tanya arua.
"mereka kasih obat"
dengar jawaban edgar jelas membuat arua lebih kaget lagi. arua pikir obat yang di beri ke edgar itu seperti obat obatan terlarang. lihat dari reaksi tubuh edgar, sepertinya dia butuh bantuan.
arua mengintip di lubang pintu kamar dan melihat sekitarnya, apa masih ada perempuan maroon? ternyata sudah tidak ada.
"tunggu disini, aku carikan bantuan dan bilang bu ema"
arua berniat memberitahu bu ema dan asistennya supaya edgar segera dapat bantuan. tapi edgar menahannya.
"jangan! aku gak mau mami khawatir. tolong bantu carikan hpku, aku harus bilang asistenku"
dengar itu arua segera masuk ke dalam dan mencari ponsel edgar. walaupun dia sendiri tidak tau bentuk ponsel edgar seperti apa. tapi ponsel apapun yang ada di sana sudah pasti milik edgar, menurut arua.
rua mencari kesana kemari. di bukanya selimut dan bantal bantal. tidak ada.
arua sempat melihat ke arah edgar yang sekarang bersandar tidak jauh dari tempat tidur. raut wajahnya lebih tidak nyaman daripada tadi, bahkan edgar sempat mengerang. hal itu membuat arua semakin panik. dia coba masuk ke kamar mandi dan mecari disana. tetap nihil.
Aru mulai sebal karena berpikir kenapa ponsel bisa tidak ada dimana mana.
"hpmu gak ada dimana mana! kamu taruh mana sih?"
jujur nada bicara arua memang sudah mulai sebal. dia juga ikut sepanik itu.
baru saja mau jongkok dan mencari ponsel edgar di bawah tempat tidur. lengannya di tarik edgar dan badannya di lempar ke atas tempat tidur.
aru sangat kaget dan tidak bisa beraksi karena kepalanya sakit waktu terpental di tempat tidur.
"maaf- aku gak kuat. tolong aku-" ucap edgar sembari menahan kedua tangan aru di atas kepalanya.
kalimat itu adalah kalimat tergila yang arua dengar. karena kalimat itu jadi semenakutkan itu waktu rua paham maksudnya.
"ENGGAK MAU! JANGAN AKU! tolong jangan aku, please!"
arua cuma bisa teriak, menolak dan memohon. dia berusaha meronta dan dorong edgar. tapi tidak kuat. tenaga aru kalah jauh dari tenaga edgar yang mungkin lebih gila setelah terkena efek obat.
malam itu, menjadi trauma arua. hal yang tidak pernah terpikir ada dalam skript hidupnya. arua sudah kehilangan keperawanannya.
mungkin kalau arua punya pacar yang sudah bertahun tahun lamanya, kemudian mereka khilaf dan melakukannya, itu masih bisa masuk akal di pikirannya. tapi ini, dia bahkan pertama kali di pakai oleh orang yang dia sama sekali tidak kenal. baru bertemu hari itu. apa tidak kacau rasanya.
beberapa jam berlalu sejak edgar menariknya masuk ke dalam kamar. edgar melakukannya hampir tanpa henti seperti seorang pro player. sampai akhirnya edgar tertidur di samping arua seperti orang mati. sedangkan arua sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.
bahkan arua sudah tidak menangis lagi. hanya diam dengan air mata yang sesekali keluar. tapi rasanya di dada hanya kosong. pikirannya juga kosong. arua sedang tidak mau mencerna apa pun. yang terasa saat itu hanya badan yang sakit semua dan remuk. sangat lelah. udara dingin dari ac begitu dingin menembus kulit arua yang tidak tertutup selimut.
arua menoleh ke arah edgar yang masih tertidur pulas. aru hanya berucap lirih
"harusnya aku gak datang waktu kamu panggil"
arua menelan ludahnya yang terasa kering. mungkin efek berteriak dan terus menangis. dia kemudian membuka selimut dan berusaha turun. seketika rasa nyeri dan panas di bagian itu baru terasa. arua kembali menangis, mengingat begitu sakitnya dipaksa. badannya bergetar, tapi aru tetap berusaha turun dari tempat tidur dan kembali memakai bajunya. ya, walaupun salah satu tali dress arua putus dan rusak. dia tetap memakainya dan kembali ke kamarnya sendiri.
begitu arua kembali ke kamar yang dia sewa. cila dengan cepat lari ke arah pintu dan melihat arua yang sedikit berantakan. wajahnya sembab dan pucat. cila yang shock segera menggandeng arua dan membawanya ke tempat tidur. menyelimuti sahabatnya itu dan dengan sigap mengambilkan air minum.
sejak kembali dari merias, cila tidak menemukan arua dimana mana. bahkan ponsel arua tidak di angkat. cila takut aru kenapa kenapa, tapi dia berpikir positif kalau aru sedang jalan jalan keluar untuk beli sesuatu dan akan kembali.
cila benar benar khawatir. tapi dia tidak gegabah dan tidak langsung mencerca semua pertanyaan yang ada di otak paniknya.
dengan hati hati cila bertanya
"are you okay ru?"
mendengar pertanyaan itu, tumpah tangis arua. cila memeluk dan terus menggosok punggungnya. cila belum tau apa yang terjadi tapi yang pasti cila yakin rua sedang tidak baik baik saja.
"nangis dulu gapapa. puas puasin nangisnya, abis itu ceritain semuanya ke aku. oke?"
puas menangis di pelukan cila. akhirnya arua menceritakan semuanya. cila jelas sangat kaget. yang pertama, karena sahabatnya yang tidak pernah mau pacaran dulu karena takut pergaulan bebas, justru kehilangan yang dia jaga karena hal mengerikan seperti itu. yang kedua, pelakunya anak bu ema yang dia rias hari ini. yang ketiga, cila tidak percaya kalau kejadian seperti ini benar benar ada di sekitarnya. cila menyesal, kalau saja aru tidak ikut dia bekerja mungkin hal itu tidak akan terjadi.
cila tentu saja marah. tapi arua memintanya supaya masalah itu di keep dulu. arua masih mau mencerna dan berpikir apa yang harus dia lakukan. aru juga tau sendiri kalau edgar sedang di jebak. sialnya arua kebetulan ada di sana dan berakhir menjadi 'makanan pengganti'.
**
esok harinya.
cila akhirnya membawa arua ke vila pribadi milik keluarganya yang ada di pinggir pantai. tidak besar. tapi nyaman untuk liburan keluarga dan menjauh dari ramainya kota. cila tau sahabatnya butuh waktu.
aru hanya tiduran sepanjang hari. bangun pagi hanya mandi dan sarapan segigit roti dan kembali tidur. dia tidak menangis, tidak berteriak marah. yang dia lakukan hanya diam dan diam. cila yang melihat itu sebenarnya khawatir, dia sudah membujuk aru agar makan sedikit lebih banyak. tapi arua bilang hanya haus dan tidak enak makan.
karena tau perasaan sahabatnya sedang tidak baik baik saja. cila membiarkannya dan memberinya waktu untuk melakukan apa yang dia mau, asalkan bukan hal yang aneh aneh.
sunset di belakang vila sangat bagus.
arua keluar dan duduk di pinggir pantai. melihat suasana sore itu sedikit membuat arua nyaman meskipun pikirannya masih ke sana kemari.
tiba tiba ada seseorang duduk di sampingnya. tidak terlalu dekat. sekitar 2 meter di sampingnya.
orang itu edgar.
kaget? tentu saja. pikir arua 'dia pasti mata matain aku, makanya tau aku ada di sini'
arua menoleh ke arah vila. di lihatnya cila berdiri di sana dengan seorang laki laki yang dia tidak tau siapa. mungkin laki laki itu datang bersama edgar.
arua hanya diam. tidak bertanya apa pun, bahkan tidak meminta edgar pergi. dia hanya terus memandang ke arah laut yang indah. dia tau edgar berulang kali melihat ke arahnya. mungkin sedang mencari cara mengawali pembicaraan.
"aku minta maaf. aku udah buat kesalahan yang bener bener fatal. aku tau maafku gak akan bisa kamu terima. tapi aku mau terus minta maaf.."
mendengar pernyataan edgar membuat arua kembali sedih, dia menahan tangis. sedangkan edgar mulai menunduk. dia memang sangat menyesal.
- flashback
ketika bangun di pagi harinya, edgar sudah tidak melihat arua. jam penunjukkan pukul 08.23, kondisi tempat tidur yang berantakan dan ada sedikit bercak darah di sana, mengingatkannya tentang apa yang sudah dia lakukan pada seorang gadis yang tidak punya salah apa pun.
malam itu edgar masih sadar. dia tau apa yang terjadi. edgar berusaha kuat menahan efek obat itu. tapi ketika terus melihat arua, dia tidak bisa menahannya lagi. edgar tidak bisa mengontrol tubuh dan pikirannya sendiri. edgar sangat jahat malam itu. dia bahkan tidak peduli arua menangis dan kesakitan.
edgar marah pada dirinya sendiri.
ketukan pintu menyadarkannya. edgar segera membukanya ketika tau kalau di depan pintu adalah asisten pribadinya, aron. saudara sepupunya yang dia minta untuk membantunya di perusahaan. lebih tua 5 tahun daripada edgar.
aron tentu bingung melihat raut wajah ed yang berantakan dan marah.
"what's up bro?"
edgar menceritakan semuanya. aron super kaget. dia tau tentang musuh keluarga edgar. tapi sama dengan ed, dia tidak pernah menyangka masalah yang muncul akan seperti ini. yang dia pikir, musuh mereka akan mencelakai, mensabotase, atau bahkan membayar preman untuk membunuh mereka. tidak di sangka musuh musuh itu justru ingin menjatuhkan reputasi bu ema dengan kejadian buruk yang gila. entah bagaimana jadinya kalau edgar memakan umpan yang mereka berikan. dunia politik memang semengerikan itu.
edgar meminta aron mencari tau tentang arua. bahkan mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk membuntuti arua. dia tidak ingin kehilangan jejak arua. di sisi lain edgar takut ada orang dari pihak musuh yang mengincarnya karena kejadian kemarin.
edgar juga meminta aron untuk tidak menceritakan kejadian ini pada keluarganya terutama pada maminya. dia tidak mau maminya menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian ini.
- flashback off
arua masih tetap sama. tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. hal itu membuat edgar makin bingung dan frustasi. edgar merubah posisi duduknya menghadap arua dan menatapnya dalam.
"please.. jangan diam aja arua. bilang apa pun supaya aku tau apa yang kamu pikirin. or lebih baik lagi kalau kamu marah ke aku dan pukul aku sepuasmu. please aruaa.."
arua mengeratkan selimut di bahunya. entah, tiba tiba angin sore itu jadi begitu dingin dan membuatnya begidig. padahal sejak tadi dia aman aman saja.
jujur arua diam bukan karena dia begitu marah ataupun benci ke edgar. dia hanya tidak tau harus bicara apa. tiba tiba pikirannya kosong. tapi hatinya sedih. semalam aru diam diam mencari tau tentang edgar di media sosial dan lain lain. dan sadar satu hal. saat itu bahkan edgar sudah punya pasangan. itu yang buat arua ingin menghilang saja, dan anggap kejadian itu kecelakaan. memang apa yang harusnya di pikirkannya di posisi itu? dia tidak tau. arua tidak mau di anggap wanita gatal karena tidur dengan pasangan orang lain.
arua masih belum siap bicara tentang itu. dia tidak mau terkesan drama. karena itu dia tidak marah dan mencaci. dia hanya masih butuh waktu.
masih dengan diamnya. arua beranjak dan masuk ke dalam vila. menghiraukan panggilan edgar dengan nadanya yang terdengar putus asa. aru melewati cila dan masuk ke dalam kamar.
aru tau semua orang frustasi. tapi dia juga sama. tidak apa apa kan jadi egois dan menenangkan diri dulu? aru bahkan belum sampai memikirkan bagaimana reaksi orang tuanya kalau tau tentang hal ini. semoga mereka tidak akan pernah tau, pikir arua.
tiga hari berturut turut edgar datang menemui arua. tiga hari itu pun aru tidak mau menemuinya. dia memilih tetap di dalam kamar. menghibur diri dengan movie kesukaannya. kartun seperti sinchan dan fantasi seperti narnia. genre yang tidak menguras pikiran. tentu perasaannya bisa jadi lebih baik.
hari itu hari terakhir arua dan cila di vila. arua akan kembali ke kota M. lagi pula mereka harus kembali ke pekerjaan mereka masing masing. aru pikir dia mungkin bisa melupakan hal gila itu pada saat sibuk bekerja. pulang memeluk mama dan papanya untuk menambah energinya.
hari itu edgar masih tetap datang ke sana. dia tidak menyerah untuk mendapatkan maaf dari arua.
karena sudah mulai tenang, arua mau menemui edgar.
"kamu.. apa kabar?" tanya ed memulai pembicaraan.
dengan sedikit sekali senyum, arua mengangguk "baik"
edgar tersenyum mendengar satu kata yang keluar dari mulut arua. wajahnya terlihat lebih lega. mungkin karena akhirnya arua mau berbicara dengannya. bahkan kali ini arua yang memulai topik tentang hal itu. tapi sangat to the point.
"aku.. gak mau memperpanjang masalah kemarin. aku juga gak mau sampai keluarga kita tau. mama papaku pasti kecewa kalau mereka sampai tau tentang hal ini. jadi.. mulai dari sini, ayo kita lupain kejadian itu. kamu dengan kehidupanmu, aku dengan kehidupanku. aku harap kita gak akan pernah ketemu lagi setelah ini. semoga.. kamu dan keluargamu gak akan pernah dapat masalah lagi seperti yang lalu lalu.
mungkin, dari kejadian kemarin kamu harus lebih ekstra lagi jagain bu ema sama eila. sekarang kamu yang kena jebakan mereka. kamu harus pastiin jangan sampai hal serupa terjadi di adik perempuanmu"
perkataan arua membuat edgar tercengang. seharusnya arua minta pertanggung jawaban darinya. tapi kenapa sebaliknya?
"tapi aku- aku salah arua! gimana bisa lupain gitu aja? aku gak bisa jalani hidup aku tanpa rasa bersalah setelah ngerusak kamu"
edgar bereaksi tidak seperti yang aru kira. bukannya laki-laki yang ada di posisi edgar biasanya justru senang kalau di suruh lepas tangan? arua jadi semakin bingung.
"terus mau kamu gimana? kita gak mungkin nikah cuma gara gara jebakan one night stand kan?" tanya arua dengan santainya.
"ayo kita nikah!"
"HA?"
kali ini arua yang di buat tercengang. entah pria ini memang gila atau apa. tapi aru tidak percaya akan ada kalimat itu yang keluar dari mulut edgar. mungkin aru salah dengar?
"aku mau tanggung jawab arua! aku mau nikahi kamu." edgar dengan jelas mengulang perkataan gilanya. seketika badan arua jadi panas dingin mendengarnya.
"KAMU GILA YA? kalau ngomong bisa di pikir dulu gak sih!? kamu kira segampang itu tiba tiba nikah? kita gak punya perasaan sama sekali. aku juga gak mau nikah muda! jangan asal kalau ngomong."
emosi arua mulai terpancing. tidak habis pikir dengan pemikiran edgar yang sesingkat itu.
"aku udah ngerusak kamu. aku gak mau jadi laki laki yang gak bertanggung jawab." jelas edgar.
"haha, tanggung jawab?
aku jadi penasaran, apa kamu bakal tetep tanggung jawab kalau orang yang terpaksa kamu tiduri itu gak cantik? atau- orang itu orang biasa yang bisa kamu kontrol pake uangmu. apa iya kamu bakal ngajak nikah? aku yakin gak sih." ungkap arua menyepelekan.
bahkan sebelum edgar bilang soal menikahinya, arua berpikir edgar akan beri dia uang untuk tutup mulut. atau bisa jadi mengancamnya untuk tidak mempublish kejadian itu.
mungkin edgar sudah tau kalau aru bukan perempuan yang mudah di ancam atau di sogok pakai uang.
tapi kenyataannya sebaliknya. tidak mungkin ada laki laki yang segreenflag itu. rua sama sekali tidak percaya.
ucapan arua membuat edgar tidak terima. edgar menarik tengkuk leher arua dan mendekatkannya tepat di hadapan wajah edgar. tatapan ed begitu tajam ke arah mata arua.
"aku bukan orang gampangan arua! aku tau apa yang aku lakuin malam itu. kalau orang itu bukan kamu, aku yakin aku gak akan melewati batas." ucap edgar dengan nada suara rendah bercampur emosi yang tertahan. kemudian secepat kilat edgar mencium bibir arua dan menekannya.
arua kaget. tangannya refleks mendorong edgar dan berusaha melepas cengkeraman tangan di tengkuknya. ketika bisa lepas, arua segera berdiri dan menampar edgar. PLAK!
bulir air mata mulai keluar begitu saja.
"jangan pernah temui aku lagi! aku gak perlu tanggung jawabmu!"
arua masuk ke dalam vila dengan emosi yang campur aduk. meninggalkan edgar yang sepertinya tidak ikut beranjak.
**
beberapa bulan kemudian.
arua benar benar menyibukkan dirinya dengan bekerja dan bekerja. pulang dari rumah cila, aru menjadi orang yang super sibuk. berangkat pagi dan pulang sangat malam. di rumah dia hanya mandi dan tidur saja.
aru sengaja turun tangan ikut melayani customer di toko, kadang ikut bantu di dapur cafe, kadang juga menggantikan kasir di toko accesories, di lain hari bantu mendisplay barang dan lain lain. tentu hal itu membuat pegawainya sedikit bingung. karena biasanya arua hanya datang ke lokasi beberapa jam saja untuk controlling.
tidak hanya pegawainya. mama dan papa arua juga mulai sadar kalau anaknya menjadi lebih sibuk dan jarang melihatnya di rumah. ketika mereka bertanya, aru menjawab kalau dia sedang sibuk sidang skripsi dan di luar itu juga controlling semua usahanya.
padahal semua hal itu memang dia sengaja. arua tau kalau mamanya lumayan peka dengan tingkah lakunya. kalau sering bertemu bisa bisa mamanya merasa ada yang tidak beres dengan anak satu satunya itu.
*
di bulan itu cila sudah punya jadwal job MUA di kota M. seperti biasa, ketika cila kembali kesana, dia dan teamnya akan tinggal di rumah yang sudah di belikan orang tuanya sejak dia masih satu sekolah dengan aru. rumah yang tidak begitu besar tapi di sana ada beberapa kamar.
malam itu aru dan cila pergi ke mall. mereka nonton ke bioskop. sesudahnya mereka dinner di sana. pada waktu pesan makanan, cila kaget karena aru tiba tiba pesan 2 menu sayuran. padahal selama ini mereka berdua sama sama tidak suka makan sayur. saking tidak sukanya, mereka rutin konsumsi yogurt dan vitamin pengganti sayur supaya tidak sembelit.
"you salah pesen ya?" tanya cila refleks.
"gak, emang mau kok. akhir akhir ini aku emang lagi suka makan sayur"
jawaban arua buat cila melongok tidak percaya. dan benar saja. 2 menu sayuran itu di lahap arua sampai habis. bahkan aru tidak menghabiskan ayam favoritnya. aneh, tapi cila pikir mungkin aru sudah mulai bosan dengan ayam.
date dua sahabat kandung itu pun berakhir. cila ikut pulang ke rumah arua dan menginap di sana. sampai tengah hari pun mereka masih saja menonton movie di netnet sembari ngemil. tiba tiba cila ingat kalau dia lupa beli pembalut waktu ke mall tadi, padahal sebelum tidur dia mau ganti dulu. akhirnya dia minta ke arua.
aru turun dari tempat tidur dan mengambilkan pembalut untuk cila. ketika dia membuka lemari stok, dia baru sadar kalau pembalut yang dia beli sepertinya tidak berkurang. dia juga ingat kalau sepertinya sudah lama tidak kedatangan tamu bulanan.
secepat kilat arua ambil satu pack pembalut dan memberikannya ke cila. kemudian mengambil ponselnya dan segera membuka aplikasi siklus haid.
DEG!
jantung arua berdetak cepat. nafasnya tertahan. badannya lemas dan terduduk di tempat tidur. cila yang melihat itu tentu merasa aneh "heh, kenapa?" tanyanya. arua menatap cila dengan wajah pucat pasi.
"aku udah 3 bulan gak haid"
*
siang esok harinya, arua di antar cila pergi periksa ke rumah sakit yang agak jauh dari rumahnya. badannya terasa panas dingin, kepala pusing dan mual bercampur menjadi satu. arua panik bukan main. bagaimana tidak, paginya aru mencoba alat tes kehamilan dan hasilnya GARIS DUA tebal.
padahal tadi malam arua dan cila sudah mencoba berpikir positif kalau bisa saja aru telat haid karena sedang stres. tapi cila punya perasaan sebaliknya. pagi pagi buta cila pergi ke toko obat dan beli beberapa alat tes kehamilan untuk arua. jadi begitu aru bangun, cila langsung menodong aru untuk mencoba semuanya.
arua masuk ke dalam ruang dokter obgyn di temani cila. kebetulan dokternya waktu itu laki laki dan masih terbilang muda, namanya dokter gia. aru agak kaget awalnya, karena dia pikir gia itu nama wanita. tapi sudah kepalang masuk. aru melanjutkan pemeriksaan.
awalnya, dokter gia bertanya apa saja yang di keluhkan arua. ketika tau kalau arua sudah tidak haid selama 3 bulan dan menunjukkan catatan haid dari aplikasi, dokter gia langsung meminta arua untuk berbaring di ranjang pasien. kemudian mulai menggerakkan sebuah alat yang diberi gel dingin ke atas perut bawah aru. rasanya tidak nyaman karena ini pertama kalinya untuk arua, bercampur rasa malu dan takut.
baru beberapa detik dokter menempelkan benda itu. awalnya sebuah gambar hitam putih terlihat di layar, kemudian tidak lama setelahnya terlihat lebih jelas lagi dengan gambar 4 dimensi.
tanpa di jelaskan pun arua tau itu gambar bayi kecil yang sudah berbentuk manusia. bayi dalam perut arua bergerak gerak. bahkan suara detak jantungnya yang sangat jelas itu membuat telinga dan mata arua sangat panas. selama ini arua sama sekali tidak tau.
"ini janinnya sehat ya.. detak jantungnya juga baik. di lihat dari ukuran janin dan kantungnya, perkiraan usia janinnya sekitar 15-16 minggu. semuanya juga normal.
adeknya lincah sekali loh padahal. ibunya selama ini tidak tau kalau ada adek di dalam sini ya? berarti termasuk hamil yang nyaman dong ya, tidak ada mual dan lain lain?"
dengan tatapan yang terus melihat ke arah layar. arua hanya diam dan hanya menjawab dokter gia dengan gelengan. aru seperti tidak bisa berpikir jernih. air mata jatuh begitu saja. badan dan tangannya mulai menggigil dan bergetar.
dokter gia melihat itu. dia segera menyelesaikan usgnya, kemudian menggenggam kedua tangan arua yang bergetar hebat.
"Tuhan beri hadiah yang indah ini untuk kamu. adik bayinya memilih kamu untuk menjadi ibunya. dia yakin kamu akan jadi ibu yang paling menyayangi dia lebih dari siapa pun.. apa pun situasi kamu saat ini, semoga kamu ikhlas dan menjadi ibu yang kuat. saya harap kamu selalu bahagia. karena bayi di dalam perut ibunya juga bisa merasakan apa yang di rasakan ibunya."
cila yang melihat itu juga tidak bisa menahan tangis. dia tidak pernah menyangka sahabatnya mengalami hal seperti ini.
mereka pulang dalam keheningan. cila tidak berani bertanya apa pun. dia tau sahabatnya butuh waktu. kalau dia banyak bertanya justru bisa membuat aru semakin sedih dan tertekan. yang jelas, cila akan selalu ada untuk arua.
sesampainya di dalam kamar. arua duduk lemas di pinggir tempat tidur. sudah tidak menangis sama sekali sejak tadi. hanya diam dan melamun. tiba tiba arua bersuara,
"la, malam ini aku mau nginep di tempat yang sepi. kamu bisa bantu carikan?"
dengan suara yang lesu arua meminta bantuan sahabatnya. cila tau kalau rua harus pergi dari rumah untuk sementara waktu karena dia butuh melampiaskan perasaannya. di rumah tentu saja tidak bisa, karena ada mama dan papanya.
"bisa! aku aturin semuanya dan booking vila. kamu tunggu dan tinggal berangkat aja"
arua mengangguk mengiyakan. saat ini dia hanya butuh sendiri. memikirkan dengan matang apa yang harus dia lakukan setelah ini.
hamil tidak ada sama sekali dalam rencananya di umur yang masih sangat muda ini. arua masih mau menyenangkan orang tua dan dirinya sendiri. banyak hal yang baru saja akan dia lakukan. arua bahkan sudah menyiapkan passpord dan visa untuk jalan jalan ke banyak tempat.
untungnya, ketika tau soal kehamilan itu arua hanya tinggal menunggu wisuda. kalau dia tau pada saat skripsi mungkin dia tidak bisa berpikir dengan baik dan bisa menunda kelulusannya.
**
di tempat lain. edgar sedang dinner di sebuah restaurant mewah.
keluarganya merayakan ulang tahun edgar yang ke 25 tahun. ada maminya, adiknya eila, omanya dan keluarga besar kedua orang tuanya. tentu tidak ketinggalan juga pacar edgar, yaitu jessi.
entah kenapa hari itu edgar tidak se excited itu. tersenyum biasa tanpa ada banyak tawa. mungkin dia lelah karena baru saja pulang kerja.
di tengah tengah acara makan, aron mendekati edgar dan membisikkan sesuatu. raut wajar edgar langsung berubah. wajahnya tegang setelah mendengar sebuah kabar yang mengejutkannya.
bisikan aron sangat jelas di telinga edgar. bisikan yang membuat jantungnya berdegub kencang.
"lucky you brother. kamu dapat kado dari Tuhan pas di hari ulang tahunmu
you're going to be a father"
mendengar ucapan itu, membuat edgar langsung menatap tajam wajah aron. walaupun tanpa berkata apa pun, tapi aron tau edgar sedang bertanya 'serious?'
jangan bingung dari mana aron tau. sejak kali terakhir edgar bertemu dengan arua, mereka memang tidak pernah bertemu lagi. tapi edgar masih terus mengutus beberapa orang terpercaya untuk mengikuti sekaligus menjaga arua.
posisinya edgar belum pasti, apakah lawan mereka tau tentang arua atau tidak. karena itu dia merasa dia harus terus memantau dan menjaga arua walaupun tidak secara terang terangan.
orang suruhan edgar biasanya memotret atau merekam hampir kebanyakan kegiatan arua yang terlihat. lalu di kirim langsung ke aron, setelah itu aron yang forward atau langsung laporan ke edgar.
edgar menyelesaikan dinner bersama keluarganya dengan pikiran yang tidak bisa fokus di sana. bagaimana pun juga, acara itu adalah surprise dari mami dan omanya. dia tidak bisa begitu saja meninggalkannya.
acara tiup lilin kali ini sangat berbeda untuk edgar. karena do'a yang terucap dalam hatinya bukan untuknya sendiri, melainkan untuk arua
'tolong jaga dan lindungi arua dan juga anakku Tuhan. mulai sekarang, aku mau hidup mereka selalu bahagia'
**
resort yang di sewa cila benar benar nyaman. sebuah cabin dengan banyak tembok kaca yang transparan, jadi dia bisa melihat pemandangan pegunungan dan air terjun kecil di sekelilingnya. di dalamnya semua fasilitas juga lumayan lengkap.
sayangnya, di tempat senyaman itu arua tidak bisa menikmatinya. pikirannya ke sana dan kemari. bingung dan kalut menjadi satu.
"cilaa... aku harus gimana ini?... aku harus bilang apa ke mama sama papa? aku takut bangeeet..."
arua duduk gelisah di tempat tidur. selimut dan sprei sudah awur awuran tidak berbentuk karena aru berguling guling frustasi.
"sabar ya ruru cantikku.. kalo masalah om tante aku juga butuh waktu buat cari caranya gimana. masalahnya udah mau 4 bulan aja ini kamu hamilnya. lagian kok bisa you gak berasa sama sekali sih dodol? you bukan bocil yang gak pernah tau tentang orang hamil ya kan" ungkap cila heran.
"ya emang gak tau.. aku bahkan sama sekali gak ngerasain apa apa. gak ada mual mual lah, gak ada gampang capek lah. gak kayak orang hamil tauk" jelas arua.
"kok bisa gak haid segitu lama gak notice? kan you punya aplikasinya.. aduhai si lemot.."
padahal awalnya cila tidak berani banyak tanya karena tidak mau arua makin stres. tapi berubah drastis waktu mereka deep talk di dalam cabin buat cari solusi. cila tidak mengalaminya sendiri tapi dia ikut stres.
"aku lupa.. kan sibuk banget mikirin skripsi sama kerjaan" jawab aru dengan polosnya.
"hadeh ruru.. ruru..
eh tapi ya ru, harusnya tau hamil gini you minta tanggung jawab ke yang bikin gak sih!? bukannya cuma panik sendiri gimana cara bilang ke mama papa you. ya harusnya suruh dia bantuin ngomong ke om tante lah!"
ucapan cila kali ini buat arua terdiam.
sebenarnya apa yang di katakan cila ada benarnya. tapi arua ingat kalau dia yang meminta edgar menjauh dan tidak mencarinya lagi. akan sangat aneh kalau arua tiba tiba datang dan meminta pertanggung jawaban karena hamil.
lagi pula, pagi ini arua lihat di sosial media kalau edgar sedang merayakan ulang tahunnya dengan keluarga dan pasangannya, jessi. itu artinya mereka sudah sedekat itu kan. arua tidak mau jadi orang ketiga atau di cap sebagai pengganggu hubungan orang. titik.
"gak mau. aku gak mau di bilang pelakor ya! lagian si edgar juga pasti gak pernah mau ada kejadian kayak gini. apalagi kalo dia tau dia tiba tiba mau jadi bapak. pasti dia gak mau lah. nama baik keluarganya juga jadi jelek. kalo dia sampe nyuruh orang buat gugurin bayi ini gimana hayo? atau- gimana kalo dia suruh orang buat bunuh aku?"
cila yang dengar pemikiran sahabatnya langsung teriak "HUS ARUA!! GAK BOLEH NGOMONG JELEK GITU! amit amit ya Tuhan jangan sampe.." omel cila sembari mengetuk ketuk kepalanya.
baru sadar dia bentak arua. cila segera memeluk sahabatnya itu dan meminta maaf. cila hanya tidak mau arua jadi terus berpikiran buruk dan makin stres.
"aduh maaf maaf- maaf ya ru.. i gak bermaksud bentak you.."
arua mengangguk dalam pelukan cila.
"kamu tenangin diri dulu ya sayang.. kamu harus coba terima kenyataan ini dulu dan jadi kuat arua. nanti kalau sudah tenang, i temani you bilang ke mama papamu. okey?"
arua kembali mengangguk dan mulai menangis karena terharu. aru bersyukur masih ada cila di hidupnya. kalau tidak, dia pasti kesepian sekali dan tidak tau harus menceritakan masalahnya ke siapa.
**
edgar tau dimana keberadaan arua. dia minta aron untuk booking semua cabin di resort itu.
walaupun akhirnya tidak bisa semuanya, karena ada beberapa cabin yang sudah di pesan orang jauh jauh hari. untungnya cabin itu jauh dari area cabin arua. jadi tidak akan ada banyak tamu yang bisa mengganggu mereka atau mengabadikan momen edgar di sana. edgar juga bawa beberapa bodyguard untuk keamanan di sana.
sesampainya di sana, edgar tidak langsung menemui arua. dia menempati cabin yang tidak jauh dari cabin arua. tapi dia bisa dengan jelas melihat ke arah cabin arua.
setidaknya edgar tau arua aman di sana. terkadang arua terlihat duduk diam di balkon cabin dan melamun.
edgar tau arua pasti tertekan dengan situasinya saat ini. edgar juga menunggu, siapa tau arua menghubunginya setelah tau dia hamil. tapi rasanya setelah mencari tau karakter arua, hal itu bisa saja tidak terjadi.
edgar saja sangat shock ketika tau kalau arua hamil. bukan karena dia tidak mau hal itu terjadi. tapi karena dia dan arua baru mengetahuinya setelah usia kehamilan 4 bulan. untungnya tidak pernah ada hal hal buruk yang terjadi. kalau sampai ada, dan posisinya tidak tau kalau dia sedang hamil. bisa bisa edgar akan lebih merasa bersalah lagi.
4 bulan. itu artinya sekitar 5 bulan lagi arua akan melahirkan. jadi seharusnya edgar tidak membuang waktu dan mulai memikirkan bagaimana ke depannya dan menyelesaikan semuanya saat itu juga. memberitahu maminya adalah hal paling utama setelah dia berbicara dengan arua.
tentang pacarnya jessi, dia harus segera menyelesaikannya dengan baik.
jujur saja, sejak kejadian malam itu, lama lama edgar merasa dia lebih membatasi hubungannya dengan jessi. bukan tiba tiba tidak suka lagi. tapi lebih ke rasa yang berangsur memudar. apalagi hampir setiap hari edgar dapat kabar tentang arua dan segala kegiatannya dari orang suruhannya.
hal itu semakin intens. sadar tidak sadar itu membuat edgar selalu memikirkan arua. dia sangat senang ketika dia dapat foto atau video tentang arua. edgar juga bisa tiba tiba bad mood kalau dapat video arua sedang pergi belanja dengan laki laki lain. padahal arua posisinya hanya belanja stok cafe dengan karyawannya.
dari situ edgar mulai sering menolak ketika diajak jessi pergi berdua. ed beralasan ada masalah kantor yang harus di selesaikannya. jadi tidak bisa sering bertemu. kebetulan juga saat itu ada sabotase di perusahaannya yang menggiring opini jelek di masyarakat. walaupun sebenarnya hal itu tidak mempengaruhi operasional perusahaan. edgar bisa dengan cepat menemukan akar masalahnya. ya seperti biasa, ulah lawan papinya.
edgar masih mempertahankan hubungan mereka karena keluarga mereka sudah saling mengenal baik. tapi karena situasinya sudah berbeda, edgar rasa dia harus menyelesaikannya sebelum pertunangan yang di rencanakan orang tua jessi terjadi.
**
hari kedua arua di resort.
cila ijin meninggalkan arua sebentar untuk merias. sebentar yang di katakan cila itu termasuk lama, karena pegunungan tempat mereka staycation itu lumayan jauh dari kota. lebih ke pedesaannya. belum merias itu juga lama. tergantung berapa orang yang di rias.
arua tidak masalah sama sekali. mau bagaimana pun jadwal kerja cila sudah di tentukan jauh jauh hari. jadi dia tidak bisa cancel begitu saja. beda dengan arua yang hanya bagian controlling pegawai. pemilik usaha bebas jam kerja kecuali pada saat hari gajian karyawan.
untungnya hari itu arua sudah mulai tenang. dia lebih ke mempersiapkan diri untuk mengatakan semua ke orang tuanya. siap tidak siap dia harus melakukannya.
dia juga sudah menerima kejutan dari Tuhan itu. jadi kalau papanya marah dan amit amit dia di usir dari rumah, setidaknya arua sudah punya uang sendiri. dia bisa beli rumah kecil di pinggir kota mungkin, supaya tidak jadi gunjingan orang orang di sekitar rumah orang tuanya.
kalau tentang edgar, arua masih tidak tau. pikirannya sudah cukup lelah dengan masalah memberitau orang tuanya.
tapi sejujurnya arua sampai saat itu pun masih suka mencari tau tentang edgar. setelah kejadian malam itu arua sering penasaran. hanya itu saja.
*
arua sedikit bosan di dalam cabin. dia memutuskan keluar dan berjalan kaki di sekitar resort, sekalian melihat lihat pemandangan alam yang sangat bagus di sana.
arua sangat suka ke tempat alam alam seperti gunung, danau dan juga pantai. ya walaupun arua tidak bisa berenang, tapi mendengar suara ombak itu menenangkan menurut arua.
kenapa kali ini ke pegunungan? kata cila, arua butuh tempat yang lebih hening dan tidak banyak orang. juga supaya mata arua lebih segar lagi melihat tumbuhan tumbuhan hijau setelah keseringan menangis. udaranya juga sangat segar. sedangkan di pantai pasti masih banyak orang lalu lalang.
long dress santai dengan cardigan rajut, ternyata masih membuat arua merasakan dinginnya pegunungan itu. arua tidak masalah, toh ada cahaya matahari yang sedikit membuatnya hangat.
waktu sudah di siang hari menuju sore. anehnya, rua merasa sangat sepi untuk ukuran tempat penginapan yang katanya viral. bahkan tidak ada pengunjung lain selain dia sepertinya.
arua tidak ambil pusing, dia pikir mungkin orang orang lebih suka ada di dalam cabin karena lebih hangat. toh dari dalam cabin masih bisa melihat pemandangan indah itu.
arua melihat sebuah kursi yang bisa dengan jelas melihat air terjun kecil di seberangnya. aru berencana duduk di sana. tapi seseorang memanggil namanya. aru menoleh ke belakang dan menghentikan langkahnya.
edgar. berdiri seorang diri tidak jauh di belakangnya. arua sedikit kaget. sudah lama dia tidak bertemu edgar. dia memakai kaos putih polos dengan jaket kulit berwarna hitam dan celana kain hitam yang oversize. aru juga melihat kalau sekarang edgar sedikit lebih berisi dari sebelumnya. rambutnya juga lebih panjang.
edgar berjalan mendekat ke arah arua.
"hi, arua. long time no see"
arua sedikit tersenyum. entah kenapa rasanya arua senang edgar ada di sana. jantungnya berdegup cepat, bahkan tidak ada rasa marah atau pun sedih. arua hanya tidak tau harus bersikap seperti apa saat itu.
hening. arua tidak menjawab sapaan edgar. mereka hanya saling menatap dengan senyum kecil di wajah mereka berdua. hingga aru mulai sadar satu hal
"kamu.. udah tau?" tanya arua ragu tapi to the point.
edgar mengangguk. "aku tau. kamu hamil anak kita"
arua bisa menebak kalau edgar sudah tau. tidak mungkin dia ada di sini secara kebetulan. tapi kenapa raut wajahnya tidak tertekan sama sekali? batin arua.
"kenapa reaksimu santai banget? kamu gak takut?" tanya aru sangat penasaran.
edgar tidak menjawab. dia melepas jaket kulitnya sembari mendekat ke arua. kemudian memasangkannya di bahu arua.
"di sini dingin. kenapa kamu cuma pakai baju tipis gitu?"
arua hanya diam di omeli edgar. kemudian tangannya di tarik edgar dan mereka berjalan perlahan ke kursi yang tidak jauh dari mereka. kursi tujuan arua tadi.
"duduk di sini aja, kamu jangan kelamaan berdiri"
di perut arua rasanya seperti ada banyak kupu kupu yang membuatnya geli sampai ke dada. entah kenapa arua suka di perlakukan seperti itu. dia menjadi tidak konsisten dengan ucapannya dulu.
"aku sama sekali gak takut karena kamu hamil. dari awal aku tau ada kemungkinan itu. makanya dulu aku bilang mau tanggung jawab, meskipun di tolak" ucap edgar menjawab pertanyaan arua.
rua menelan ludah mengingat obrolan mereka dulu di pantai.
"aku dulu gak ada kepikiran bakal hamil. waktu itu aku cuma pengen fokus nyelesaiin skripsi dan gak mau nikah muda" jawab rua jujur.
"terus.. sekarang gimana?"
arua menjawab pertanyaan edgar dengan gelengan pelan. dia tidak tau harus bagaimana.
"aku belum tau. tapi yang jelas aku harus bilang mama papa. sekarang masih belum begitu kelihatan, tapi makin tambah bulan pasti makin besar dan kelihatan banget" rua mengelus perutnya yang belum begitu terlihat.
sebenarnya arua sempat merasa kalau perutnya sedikit membuncit. tapi aru pikir karena dia mulai makan lebih banyak dan juga suka jajan saat mengerjakan skripsi, jadinya lebih berisi. tidak pernah terpikir sama sekali kalau dia hamil.
edgar menatap perut arua. tanpa sadar tangannya ikut mengelus perut arua. hal itu buat arua sedikit shock. tapi entah kenapa rua tidak menepis tangan edgar.
"jujur awalnya aku takut kamu bakal gugurin, tapi waktu kamu bilang kamu harus bilang orang tuamu, aku yakin kamu gak akan lakuin hal itu. thanks ya arua."
ketika edgar tau tentang kehamilan arua. dia takut arua berpikir untuk menggugurkan bayinya. dulu arua menolaknya bertanggung jawab karena aru tidak mau nikah muda.
"aku sama sekali gak pernah mikir mau gugurin. awalnya emang berat banget buat nerima kenyataan. tapi itu bukan soal hamilnya. lebih ke waktunya yang gak tepat. aku masih muda banget, aku masih belum siap jadi ibu sekarang.
tapi ya mau gimana? semua udah terjadi, aku gak bisa ngerubah takdir"
mengatakan hal itu membuat arua meneteskan air mata. melihat itu, edgar menggenggam kedua tangan rua.
"maaf, karena aku kamu jadi kayak gini. maaf, karena aku kamu kehilangan masa muda yang kamu ingin. maaf, karena aku kamu harus menanggung hal berat ini.. aku mau tanggung jawab. aku harus tanggung jawab arua. pleasee.. jangan tolak lagi kali ini.
aku gak mau anakku lahir tanpa keluarga yang lengkap. aku gak mau anakku gak punya figur papi padahal aku masih hidup dan aku masih sehat. aku harus jaga anakku, harus penuhi semua kebutuhannya. persis kayak apa yang udah papiku kasih ke aku sebelum papi meninggal.
arua.. kamu mau ya?"
arua menatap edgar sembari melihat kesungguhan dari ucapannya. ada ragu di mata arua, tapi edgar begitu meyakinkan. banyak pertimbangan yang membuat arua ragu.
"jes-si?" tanya rua ragu.
"aku udah mutusin buat tanggung jawab ke kamu. otomatis aku udah yakin buat selesaiin hubunganku sama jessi" jawab edgar.
"tapi keluargamu gimana? apa bisa nerima? terus nama baik keluargamu gimana? masalah ini gak sesimple itu karena gak cuma kita berdua yang buat keputusan"
kedua tangan edgar refleks menangkup wajah arua. membuat arua menatapnya lebih intens.
"gak. kita yang buat keputusan. kita yang jalani hidup kita. orang lain gak boleh ikut campur sama hidup kita. aku bakal jaga kamu sama anak kita. aku janji!
kasih aku waktu beberapa hari buat tuntasin semuanya. habis itu kita bilang sama sama ke orang tuamu. oke?"
**
edgar menepati janjinya. dia memutuskan hubungannya dengan jessi. tentu saja jessi tidak terima. tapi edgar meyakinkan kalau mereka memang sudah tidak bisa.
kemudian edgar memberitahu mami dan adiknya tentang kehamilan arua dan apa yang sudah terjadi pada mereka.
bu ema tentu saja sangat shock, bahkan beliau sampai pingsan. mami edgar tidak menyangka lawan politiknya bisa sebegitu menghancurkan keluarganya.
dulu mereka membunuh suami bu ema. sekarang mereka membuat hidup anaknya berantakan. bu ema merasa bersalah. merasa sangat sangat bersalah. hatinya begitu hancur mendengar semua yang terjadi. dia bahkan menyalahkan dirinya sendiri begitu besar.
andai suami dan dirinya tidak terjun di dunia politik itu. pasti sampai sekarang keluarganya akan baik baik saja.
untungnya bu ema orang yang baik dan bijak. dia tidak terus larut dalam kesedihannya. bu ema tau ini sudah jalannya. jadi bu ema lebih fokus untuk menata ulang dan memikirkan bagaimana menjalani hidup ke depannya.
hanya saja, hatinya tetap sakit. ketika bu ema membayangkan putra kesayangannya, putranya yang baik dan tidak pernah aneh aneh itu, justru sudah menghancurkan seorang gadis yang tidak tau apa apa.
bu ema memeluk putra putrinya erat sembari menangis, "maafin mami.. seharusnya kita gak seperti ini kalau mami gak egois. harusnya kita pulang aja dan merelakan papi. maaf.."
**
arua masih berada di resort di temani pricila.
edgar langsung menyewa resort itu untuk semingguan, karena dia juga akan membawa mami dan adiknya datang kesana menemui arua. edgar tidak mau ada orang lain yang tau tentang pertemuan itu. dia takut berita akan cepat menyebar dan membuat arua juga maminya down.
-
di dalam cabin.
tangan arua berkeringat dan sangat dingin. dia sangat nervous dan takut.
cila yang melihatnya segera menggenggam kedua tangan arua. memberikan senyum terbaiknya dan menguatkan sahabatnya walaupun dia sendiri sebenarnya juga super degdegan.
suara ketukkan di pintu masuk membuat jantung arua serasa mau lepas. dia tau itu pasti edgar dan maminya.
bagaimana kalau bu ema tidak terima dan menamparnya? bagaimana kalau bu ema justru menuduh dan menyalahkannya? batin arua.
cila membuka pintu. secara otomatis arua berdiri dari sofa, tubuhnya kaku. dia bahkan tidak bergerak seinci pun.
edgar masuk, di ikuti bu ema dan adiknya, eila. arua juga melihat tangan kanan bu ema dan juga aron di luar pintu. tapi mereka tidak masuk, hanya menunggu di luar.
rasanya arua ingin menangis, saking takutnya. tapi tidak dia sangka, bu ema berjalan dengan cepat ke arahnya dan memeluk erat tubuh arua. mami edgar menangis!
arua terharu dan juga bingung harus bagaimana. secara refleks tangannya mengelus punggung mami edgar. membiarkan bu ema melampiaskan tangisnya.
-
"maaf- maaf- maaf.. huuuhuu~" ucap mami edgar sesenggukan.
arua melepas pelukkannya. kemudian menuntun mami edgar duduk di sofa bersamanya. walaupun dengan wajah yang juga sembab, arua memberikan senyumnya yang tulus.
"jangan minta maaf. ini bukan salah bu ema.. saya baik baik aja kok" ucap arua berusaha menenangkan mami edgar.
"enggak, ini semua salah saya arua.. kalau saya gak egois meneruskan perjuangan papi edgar, pasti gak akan terjadi hal seperti ini.. harusnya saya kapok dan berhenti aja"
arua kaget ketika melihat penyesalan mami edgar yang begitu dalam. arua salah sangka. bu ema memang benar benar orang baik di media dan juga di realitanya.
"bu ema.. jangan menyesali keputusan ibu. banyak rakyat di sana yang emang butuh bantuan bu ema. kalau bukan ibu yang ada di sana, mereka gak akan bisa lebih sejahtera kayak sekarang. hidup jutaan orang di sana bergantung sama ibu. pak edwin pasti bangga sama ibu. jadi jangan menyesal ya!?"
arua berusaha menenangkan, padahal dirinya sendiri sedang tidak tenang. tapi memang seperti itulah sifat arua, si zodiak libra yang penuh kasih dan adil. dia akan berusaha menyenangkan orang lain tanpa melihat kesedihannya.
mami edgar menggenggam kedua tangan arua. "tapi karena hal itu kamu juga jadi korbannya arua.. saya gak tau harus meminta maaf seperti apa ke kamu, saya tau hal itu gak akan bisa dimaafkan. saya gak bisa bayangin gimana takutnya kamu waktu itu.. arua maaf.."
mendengarnya membuat pertahanan arua buyar. arua menunduk begitu dalam dan menangis. melihat itu bu ema membawa arua ke pelukannya. semua orang disana ikut sedih. cila dan eila pun menangis. begitu juga edgar, dia seperti tertampar dengan ucapan maminya.
"saya gak minta kamu memaafkan edgar atau pun saya. saya tau itu akan sangat susah buat kamu. tapi kehidupan masih harus berjalan.. ayo kita perlahan ikhlas.. ayo kita benahi sama sama. ayo kita hadapi sama sama.. saya pasti akan bertanggung jawab di depan orang tua kamu. itu memang tanggung jawab saya sebagai maminya edgar"
**
keesokkan harinya.
edgar pergi ke rumah arua sendiri. dia hanya di temani aron datang ke sana untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya.
kata mami edgar, putranya harus datang sendiri ke hadapan orang tua arua terlebih dahulu sebelum kedua orang tua bertemu. edgar harus jadi gentleman.
kenapa tidak bersama arua? karena mami edgar tau pasti kalau arua akan lebih tertekan ketika harus berhadapan langsung dengan orang tuanya. apalagi ketika reaksi orang tua arua sangat marah dan tersulut emosi. itu tidak baik untuk arua dan janinnya. biarkan edgar yang menghadapi itu semua.
edgar harus menceritakan semuanya terlebih dulu bagaimana kondisi dan situasi arua saat itu. harapannya supaya orang tuanya lebih mengerti dan sedikit kalem mungkin.
-
esok harinya orang tua arua datang ke resort.
edgar sengaja mengajak mereka ke sana, karena edgar tidak mau tetangga arua jadi tau dan bergunjing. lagi pula resort yang di pilih cila memang tempat yang pas untuk situasi yang panas itu.
mama arua berlari memeluk putri satu satunya dan menangis kencang. dia tidak kuasa menahan tangisnya ketika melihat wajah putrinya. putri kesayangannya.
sedangkan papa arua hanya berdiri diam menatap ke arah arua dan mamanya. tanpa satu kata pun, tanpa senyum, bahkan tidak juga dengan raut wajah marah. hanya terlihat sedih dan menyesal.
melihat wajah itu arua memberikan senyumannya. dia tau papanya pasti kalut. sembab di matanya tidak bisa di tutupi. wajahnya terlihat lelah. sepertinya mama papa arua tidak bisa tidur semalam.
-
keluarga arua dan keluarga edgar duduk di meja perapian di dalam area resort. pricila, aron dan tangan kanan mami edgar juga setia mendampingi mereka di sana.
mami edgar memulai pembicaraan dan benar benar meminta maaf kepada orang tua arua. mami edgar menepati janjinya untuk bertanggung jawab. dia juga menunjukkan penyesalan yang begitu dalam karena kejadian itu.
mama papa arua lebih legowo setelah pembicaraan itu. sebelumnya mereka juga mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan pikirkan tentang nasib putrinya. tapi mereka lega karena keluarga edgar yang notabenenya konglo, tidak menunjukkan sikap yang semena mena. mami edgar sangat menghargai mama papa arua. terlebih menghargai perasaan arua.
edgar juga sejak awal bersikukuh ingin bertanggung jawab. padahal papa arua sempat bilang tidak perlu tanggung jawab edgar, karena beliau bisa menanggung putrinya sendiri. keluarga arua memang bukan konglo, tapi termasuk keluarga yang sangat mampu. jadi tidak perlu memaksakan keadaan jika memang tidak tulus kepada putrinya.
jangan tanya bagaimana reaksi awal papa arua ketika edgar datang memberi berita itu. sebuah bogeman mendarat sangat mulus di sudut bibir edgar. dan itu meninggalkan sedikit luka robek dan lebam ke esokkan harinya. itu bukan apa apa daripada kesakitan arua.
tapi setelah pertemuan itu, papa mama arua sedikit bisa melihat karakter keluarga edgar yang tulus. karena itu papa mama arua mulai berani memasrahkan putrinya kepada edgar.
mereka pun memutuskan untuk menikahkan edgar dan arua. supaya cucu mereka nanti lahir di keluarga yang lengkap. tentu mereka juga minta pendapat edgar dan arua. tidak semena mena memutuskan sesuatu. karena yang menjalani itu arua dan edgar.
papa arua sempat menanyakan tentang bagaimana dengan mami edgar. apakah tidak apa apa dengan statusnya sebagai gubernur jika masyarakat tau ada hal seperti ini?
tapi mami ed berkata kalau dia akan menanggungnya. hal itu terjadi karena keberadaannya di dalam politik. dia tidak harus menutupi apa yang sudah terjadi, karena hal itu terjadi di luar kontrolnya. masyarakat pasti akan mengerti. tapi juga pasti akan ada yang kontra dan menghujat. jadi mami edgar minta supaya arua tidak perlu memikirkan omongan orang lain. yang harus arua utamakan adalah kesehatannya dan juga bayi yang dia kandung.
setelah kejadian ini, mami edgar memutuskan untuk tidak mencalonkan lagi di periode berikutnya. dia memang sangat menyayangi masyarakatnya. 4 tahun berjalan dengan banyak suka cita yang di rasakan masyarakat. sesuai seperti apa yang di cita citakan papi edgar, pak edwin.
tapi mami ed juga tidak mau lagi terjadi hal hal buruk yang menimpa keluarganya. cukup dia kehilangan suaminya dan kejadian buruk yang menimpa putranya. setelah dia menyelesaikan periode ini, mami edgar hanya mau fokus dengan keluarga dan pekerjaannya.
**
pernikahan edgar dan arua di lakukan sebulan kemudian.
pemberkatan di sebuah gereja di amerika. di datangi oleh keluarga besar edgar dan beberapa keluarga arua. datang juga teman teman dekat edgar di sana.
pernikahan itu berlangsung di luar negeri karena edgar dan arua ingin lebih hikmat dan intimate. banyak keluarga edgar juga ada di sana.
-
sah menjadi sepasang suami istri. ed dan arua pergi berlibur ke swiss sekaligus babymoon.
layaknya sepasang kekasih yang baru saja pacaran. edgar dan arua sama sama baru mulai saling mengenal satu sama lain.
sudah pernah tidur bersama sekali, tidak membuat mereka santai waktu tidur seranjang untuk kedua kalinya. bahkan jantung arua berdetak tidak karuan ketika edgar menggandeng tangannya, membawakan barang barangnya, dan banyak hal lainnya.
sebagai perempuan yang tidak pernah di perlakukan seperti itu kecuali oleh papanya. hal hal gentle yang di lakukan edgar memang terasa begitu berbeda. arua jadi mengingat ciuman edgar pada saat pemberkatan selesai. arua sama sekali tidak bernafas saking nervousnya.
tapi semua hal hal indah yang dia pikirkan itu buyar begitu saja ketika ponsel edgar berdering dan arua tidak sengaja melihat siapa penelponnya. jessi.
waktu itu malam hari di swiss. mereka sedang menonton film bersama di dalam kamar. telepon dari jessi membuat edgar turun dari ranjang dan pergi menerimanya di balkon kamar.
hati arua mendadak sedih. arua tidak suka. tapi dia tidak berani bertanya apalagi melarang edgar. aru masih sadar kalau posisinya saat itu ada karena sebuah accident, jadi wajar kalau jessi dan edgar tidak bisa begitu saja berpisah. tapi rasanya arua tetap tidak suka.
arua yang sedih dan cemburu memutuskan tidur. dia masuk ke dalam selimut dan mengabaikan film yang masih berputar. berharap dengan tidur dia bisa menghilangkan perasaan yang aneh itu.
hampir setiap hari jessi menghubunginya. dia tidak mau edgar meninggalkannya dan memohon pada edgar untuk bisa terus berhubungan walaupun jessi tau edgar sudah menikah. bagaimana pun hubungan mereka sudah berjalan lumayan lama. sekitar 2 tahunan. edgar hanya bisa berusaha meyakinkan jessi kalau mereka sudah tidak bisa lagi dan ed minta maaf.
edgar kembali ke dalam kamar. di lihatnya arua yang sudah tertidur. ed hanya bisa menghela nafas panjang kemudian mematikan tv dan naik ke atas ranjang, membenahi selimut arua kemudian menatap wajah arua lekat dan berbisik.
"mulai sekarang duniaku itu kamu arua. kita sama sama belajar ya!? belajar saling mengerti, belajar saling mengenal, dan belajar saling cinta" ucapan edgar di akhiri dengan kecupan ringan di dahi arua.
seperti yang edgar katakan dulu di resort, arua sudah melekat di hati dan pikiran edgar sejak ed terbiasa mendapat informasi tentang kegiatan arua. edgar sudah berusaha tegas dan memberi batas pada jessi. tapi karena kondisi mentalnya yang drop setelah putus, orang tua jessi yang juga sahabat dekat orang tuanya memohon agar edgar memberikan waktu pada anaknya untuk menerima kenyataan. edgar di minta tidak langsung mengabaikan jessi. karena memang hubungan mereka baik baik saja. mereka berpisah karena kejadian gila itu. berada di posisi jessi juga pasti menyakitkan.
**
8 harian edgar dan arua di swiss. mereka melakukan kegiatan selayaknya sepasang kekasih baru. pergi ke tempat tempat wisata, naik kereta kuda, kulineran dan lain lain.
dari semua kegiatan mereka. edgar baru tau satu hal penting dari arua ketika punya pasangan. best service. jangan membayangkan yang macam macam, kalau soal ranjang tetap edgar juaranya. yang edgar maksud best service itu dari perhatiannya. arua pasti buatkan kopi ketika edgar bangun, menyiapkan baju yang akan di pakai edgar, memasak untuk edgar ketika ed bilang bosan masakan swiss, menyuapi edgar dulu baru dia mau makan. hal hal yang terlihat wajar dilakukan seorang istri memang.
tapi jujur saja di sekeliling edgar tidak ada yang se detail itu perhatian ke pasangannya, termasuk maminya. mami sayang dan cintanya tidak di ragukan lagi. tapi cinta yang di berikan mami ke keluarganya lebih ke ucapan dan uang. ada beberapa pembantu di rumah, jadi hal hal seperti menyiapkan makanan dan baju itu mereka yang lakukan. mamiku bahkan tidak pandai memasak. di keluargaku hampir semua perempuannya adalah ratu yang berasal dari putri raja.
menurut edgar, mungkin lingkungan keluarga mempengaruhi. sepertinya mama arua melakukan hal yang serupa. dan beruntungnya contoh baik itu di rasakan sendiri oleh edgar.
-
hari itu arua mengajak edgar ke mall untuk belanja beberapa bahan masakan. rencananya arua mau memasak sendiri di penginapan. tidak begitu lama mereka di mall karena arua juga mulai gampang lelah kalau jalan kaki terlalu lama. mereka pun kembali ke penginapan.
tanpa di sangka, ada seorang perempuan berdiri sendiri di depan gerbang. perempuan itu menoleh ketika mobil kami datang. dari situ arua tau kalau perempuan itu jessi, mantan pacar edgar.
arua menatap edgar ingin melihat bagaimana reaksi wajahnya. datar. bahkan lebih ke kaku. tapi tidak terlihat reaksi yang lain, panik pun tidak. entah apa yang di pikirkan edgar saat itu.
"lebih baik kamu bicara sama dia" usul arua kemudian keluar dari mobil, menunduk sekilas ke arah jessi dan masuk ke dalam penginapan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
arua di posisi itu tidak tau harus bagaimana. aru sama sekali tidak pernah marah atau pun benci pada jessi. arua sadar dialah yang secara tidak sengaja merusak hubungan antara edgar dan jessi. aru tidak punya hak untuk mencegah bahkan cemburu pun rasanya keterlaluan.
arua tidak tau apa yang di bicarakan suaminya dan jessi. bahkan apa yang terjadi di luar sana arua berusaha tidak memikirkannya, walaupun ada saja sekelebat bayangan yang tidak arua suka, muncul.
arua berusaha mengalihkan pikirannya dengan menata belanjaan ke lemari pendingin. mulai memilah bahan bahan yang akan dia masak.
begitu dia menutup pintu lemari es. arua terkejut karena edgar berdiri di belakangnya.
"loh? kok udah di sini?" tanya arua sembari mencari sosok jessi di sekitar mereka.
"dia udah balik" jawab ed santai lalu mengambil bahan bahan masakan dari tangan arua dan membawanya ke meja dapur.
"kalian gak ngobrol dulu?" arua masih penasaran.
edgar menghadap arua. manatap wajah istrinya dan menghela nafas berat. "harusnya kamu larang aku buat ngobrol berdua sama jessi. kenapa malah kamu yang usulin? atau harusnya kalau emang dia mau nyampein sesuatu ke aku, harusnya kamu juga ada di sana nemenin aku bukan malah pergi ninggalin aku"
aru bingung. kenapa malahan jadi dia yang merasa bersalah karena ucapan edgar barusan. tapi memang ada benarnya.
"aku ngerasa gak pantes aja kalau harus kayak gitu" jujur arua dengan nada lirih dan wajahnya mendadak sendu.
edgar mendekati arua dan memeluk istri mungilnya yang sudah terasa lebih berisi sejak hamil. "gak perlu kayak gitu. kamu sekarang istriku. kamu berhak buat atur aku sesukamu. semua yang aku punya bahkan tubuhku juga milik kamu sekarang. begitu juga sebaliknya. dari ujung kepala sampai ujung kakimu itu milikku. gak ada laki laki lain yang boleh deket deket kamu. titik."
dan yang sebenarnya terjadi tanpa arua tau adalah, edgar langsung meminta jessi untuk pergi dari sana dan tidak mengganggu keluarganya lagi. jelas jessi tidak mau awalnya. jessi memeluk edgar, memohon sembari menangis. dia bilang tidak bisa melupakan edgar. dia juga di marahi papinya karena gagal menikah dengan edgar.
edgar berusaha melepas pelukan erat jessi dan dengan dingin berkata
"jangan pernah nemuin aku lagi! aku gak mau dan gak suka arua gak nyaman. kalau kamu masih maksa kayak gini, aku gak akan segan segan mutus kontrak kerja sama ph papimu" ucap edgar memperingati jessi. kemudian pergi meninggalkan jessi yang masih tertegun dengan perkataan edgar.
**
beberapa bulan berlalu. tidak terasa kehamilan arua sudah memasuki usia 8 bulan.
setelah menikah, edgar dan arua memilih tinggal bersama mami ed untuk sementara waktu. bu ema merasa kalau arua akan lebih aman berada di dekatnya. arua juga setuju karena merasa kasian dengan mertuanya yang sendiri. eila tidak bisa menemani karena masih melanjutkan sekolahnya di Amerika.
terkadang bu ema melakukan perjalanan dinas selama beberapa hari. tapi kebanyakan tetap mengusahakan pulang ke rumah kalau tempat yang di tuju tidak begitu jauh.
edgar juga sesekali harus meninggalkan arua karena ada teken kontrak bisnis. kantor pusat memang berada di jakarta, tapi edgar masih bisa mengikutinya secara virtual.
walau sesekali sendirian, tapi di rumah itu ada banyak sekali pembantu dan juga penjaga keamanan. pengawalan juga di tambah setelah arua tinggal di sana.
selama menjabat, mami edgar memilih tinggal di rumah yang dia beli sendiri karena kondisi rumah dinas yang sangat tidak layak untuk di tempati. membenahi rumah dinas akan memakan waktu dan biaya yang banyak. dari pada untuk hal hal yang tidak mendesak itu, mami membeli rumah besar yang siap huni tapi masih di dekat rumah dinas yang asli.
hari itu mami sedang libur. edgar juga ada di sana.
tiba tiba arua yang sedang hamil besar itu ingin pergi ke laut dan menaiki speed boat. setelah melihat mencari tau wisata indah apa saja yang ada di sana, muncul rekomendasi seperti itu di sebuah sosial media. arua jadi ingin kesana.
kebetulan edgar dan mami memang sangat suka laut, keluarga mereka suka menyelam, berenang dengan ikan dan melihat terumbu karang. sayangnya arua tidak bisa berenang.
dilihatnya hari sangat cerah. edgar pun setuju mengajak arua menaiki speed boat milik papinya. mami juga ikut. rencananya mereka berdua akan diving.
ketika mami dan edgar masuk ke laut. arua benar benar menikmati suasana dan keindahan alam di sekitarnya. dia duduk santai di bagian depan kapal. membaca novel sembari mendengarkan lagu dengan earphone.
2 pengawal tidak mengganggunya. mereka berada di bagian dalam kapal untuk minum kopi. tidak begitu khawatir meninggalkan bosnya sendiri di depan karena posisi mereka ada di tengah laut. seharusnya kalau ada yang mendekat atau datang, mereka akan mendengar suara kapal dan langsung tau.
tapi tanpa terduga, mulut arua di bekap dengan tangan besar dari belakang. tidak tau siapa orangnya tapi arua yakin itu seorang laki laki yang berotot dan berkulit coklat gelap. bahkan dengan salah satu tangan membekap, laki laki itu dengan mudah mengangkat tubuh arua dan langsung menceburkan diri mereka ke dalam laut.
membawa arua masuk lebih dalam. arua panik karena tidak bisa bernafas. dia juga tidak bisa melepas lilitan tangan laki laki itu di perutnya. air asin sudah pasti banyak masuk melewati kerongkongan dan itu terasa sedikit panas. kejadian itu terasa sangat cepat. tidak lama setelahnya pandangan arua menggelap.
beruntung, edgar dan mami saat itu dalam perjalanan naik ke permukaan. dari jarak yang lumayan jauh edgar melihat penyelam yang menarik seorang wanita turun ke dasar. seketika ed sadar kalau itu kemungkinan istrinya adalah karena dress yang di pakai wanita itu sama dengan dress arua.
saat dia berusaha menajamkan pandangannya, seseorang juga masuk ke dalam air dan berenang ke arah laki laki yang membawa perempuan tadi. jaraknya lebih dekat dengan posisi edgar, karena itu edgar tau kalau yang baru saja masuk adalah pengawal arua. semakin yakin, edgar segera berenang mengikuti mereka. berenang di dalam laut tidak bisa secepat itu meskipun dia pandai berenang.
penculik yang membawa arua sepertinya sadar sedang diikuti. dia kemudian melepas arua begitu sajadan berenang menjauh. melarikan diri.
edgar menggapai arua dan segera membawanya ke permukaan. sedangkan pengawalnya mencoba mengejar si penculik.
-
arua sempat kritis karena banyak menelan air laut. beruntung dia cepat di bawa ke rumah sakit. tapi karena kejadian itu membuat tubuh arua sangat lemah. sehingga kemungkinan besar arua nantinya tidak bisa melahirkan secara normal. beruntung bayi di dalam perut arua baik baik saja.
edgar dan mami berusaha mencari tau siapa yang membayar orang itu untuk mencelakai arua. ketika edgar kemudian tau kalau jessi di balik kejadian itu, dia sangat marah. bagaimana tidak, hanya karena kecemburuan gila bisa membunuh istri dan calon anaknya.
edgar tidak bisa membiarkan masalah ini begitu saja. kejadian itu bukan kejadian sepele. edgar melaporkan jessi dan juga kaki tangannya ke polisi. ed juga memutus hubungan kerja dengan orang tua jessi.
mami sejak awal kejadian hanya bisa menangis. pikirannya saat itu sangat kalut karena takut dan trauma akan kehilangan anggota keluarganya lagi. mami kembali merasa sangat bersalah ketika tau kalau jessi bisa melakukan hal jahat seperti itu karena bekerja sama dengan lawan politiknya. mereka benar benar tidak memberi celah untuk kebahagiaan keluarga kecilnya.
-
kejadian itu membuat mami edgar membulatkan keputusannya untuk tidak melanjutkan ke periode selanjutnya. mami datang ke makam suaminya untuk meminta maaf karena sepertinya hanya bisa berjuang satu periode saja untuk memperjuangkan kesejahteraan penduduk di daerahnya.
hampir semua sudah di perjuangkan mami selama 4 tahunan itu. sebenarnya ada keinginan melanjutkan misinya, tapi mami juga sangat mencintai keluarganya. dilema mami begitu besar. kali ini mami mengaku kalah. meskipun begitu, mami berjanji yayasan sosial yang di kelola keluarganya sendiri akan terus mencoba membantu masyarakat sebisa mungkin.
lalu kemudian, untuk mengembalikan nama baik keluarganya, sekaligus menjelaskan alasan kenapa mami edgar tidak mau mencalonkan lagi di periode berikutnya. mami mengajak putranya edgar untuk membuka semua kejadian buruk yang di alami keluarganya sejak dulu. berawal dari kematian papi edgar, kemudian jebakan yang di alami edgar dan yang terakhir percobaan pembunuhan arua.
hanya di dua podcast besar mami dan edgar mau membicarakan kehidupan gila yang sudah mereka lalui. satu podcast umum yang terkenal, satunya lagi di podcast politik yang juga sama terkenalnya. membuka setiap luka yang mereka alami setelah masuk di dunia politik.
tentu saja berita itu menjadi sangat viral. banyak sekali masyarakat yang terkejut dan akhirnya mendukung mereka. tapi ada juga beberapa yang kontra, bahkan para buzzer juga banyak. bersyukurnya netizen yang mengerti dan baik, mereka lah yang membantu membalas para buzzer.
**
seminggu setelah viralnya kisah keluarga edgar.
ketuban arua pecah pada saat dinner bersama keluarga di sebuah restaurant mewah. eila yang pada waktu itu menemani arua ke kamar mandi menjadi sangat panik dan langsung berlari memberitahu keluarganya. edgar dengan sigap menggendong arua dan mereka semua pergi ke rumah sakit bersalin.
arua melahirkan seorang putra bernama ared. bayi kecil yang sejak lahir sudah sangat mirip papinya.
kelahiran itu pun menjadi viral di media sosial. bahkan cctv pada saat edgar panik menggendong istrinya ke mobil pun juga viral. keluarga mereka menjadi sorotan publik lagi semenjak podcast yang di lakukan mami dan edgar.
kata mami ed, dia justru bersyukur tentang itu. karena setelah viral otomatis lebih banyak lagi yang peduli pada keluarganya. setidaknya musuh keluarga mereka tidak bisa semudah itu kembali mencelakai.
**
masa jabatan mami selesai. tapi mami tidak mau kembali sibuk bekerja. sudah ada edgar pikirnya. mungkin yayasan saja yang akan mami pegang.
mami ingin menikmati masa tuanya dengan happy happy dan bermain dengan cucu. terkadang juga menemani eila di Amerika. mami hanya ingin fokus pada keluarganya. quality time dengan keluarga dan sahabat sahabatnya ternyata bisa membuatnya tidak terus larut memikirkan hal hal yang sudah berlalu.
-
edgar dan arua semakin mengenal satu sama lain. semakin mencintai satu sama lain. mami juga sangat bersyukur memiliki arua sebagai menantu. karena arua baik, tidak pernah sombong, bahkan bisa melayani putranya dengan sangat baik. sebisa mungkin arua yang menyiapkan segala kebutuhan suami dan anaknya walaupun sudah ada pembantu dan juga baby sitter.
arua juga mau membantu mami di yayasan sosial, bahkan tidak terlihat risih saat bertemu dengan orang orang yang kurang mampu. arua tidak membeda bedakan status sosial orang lain. selama orang itu baik, dia akan lebih baik. kalau orang lain tidak baik, arua akan membuat jarak.
terkadang yang membuat mami gemas pada arua adalah karena arua tidak begitu suka belanja baju baju branded. arua sangat suka memakai baju baju dari brandnya sendiri. sedangkan mami dan eila sangat suka belanja di luar negeri. jadi mereka lah yang akhirnya membelikan arua baju branded.
tapi dari hal hal kecil seperti itu, mami bisa menilai kalau arua bukan orang yang aji mumpung dan tidak pernah berlebihan (kecuali untuk edgar dan ared). sedangkan mantan mantan pacar anaknya dulu belum jadi menantu saja sudah banyak permintaannya ke edgar.
-
beberapa tahun kemudian , arua di nyatakan hamil lagi. mereka juga sangat bahagia kala itu karena mendapatkan seorang putri.
lengkap sudah keluarga kecil edgar dan arua. kejadian kejadian buruk juga sudah tidak pernah terjadi. dan semoga tidak akan terjadi lagi.
***
cerita ini berakhir happy ending :)