Mama.
semua omelanmu tentang se-gagal apa aku menjadi 'orang' adalh salah satu bukti cintamu yang tulus. karna kau tidak ingin anakmu gagal. tapi sayangnya saat itu aku belum mengerti, aku masih kesal jika kau memarahiku, padahal itu karna kau peduli padaku.
Memang aku sudah gagal, ma.
bukan hanya sebagai 'orang' tapi juga sebagai anakmu. memang pantas aku di sebut pembawa masalah dan durhaka.
karna separuh bebanmu di sebabkan karna adanya aku.
hebatnya mama tidak mengeluh.
andai aku tau kelahiranku hanya akan membuat bertambahnya beban pikiranmu, tak akan aku lahir.
hanya saja ma.. aku tak bisa berkata bahwa aku menyayangimu.
maafkan aku.
Ayah.
capek ga, yah? ayah hebat, ayah berhasil menjadi ayah yang bertanggung jawab. lembut kau berbicara padaku, namun tegas kau mendidikku. memang cerewet diriku, egoku pun sebesar dunia, tapi kau tetap penuh cinta.
hanya saja yah bukan berarti aku tak membencimu.
maafkan aku.
terimakasih atas segala hal, aku bahagia.
namun aku tau, aku belum benar benar bahagia.
salahku, yang tak pernah merasa cukup.