Sebelum cinta dikenal manusia…
sebelum rindu punya nama…
laut pernah melahirkan seorang dewi.
Di kedalaman samudra purba, setelah pertarungan para dewa, buih putih berputar di atas air.Dari pusaran itu, perlahan muncul sosok bercahaya—kulitnya sehalus mutiara, rambutnya seperti cahaya senja.
Dialah Aphrodite.
Ia tidak dilahirkan seperti dewa lain.Ia tercipta dari hasrat, keindahan, dan takdir.
Angin membawa tubuhnya ke tepian dunia, di pulau Cyprus.Di sana, bunga-bunga mekar untuk pertama kalinya… hanya karena ia menginjakkan kaki.
Sejak saat itu, dunia tidak pernah sama.
Kecantikan Aphrodite bukan sekadar anugerah.Itu adalah kekuatan… sekaligus kutukan.
Para dewa jatuh cinta padanya.Para manusia memujanya seperti mimpi yang hidup.
Namun cinta yang ia bawa… jarang berakhir bahagia.
Ia mampu membuat siapa pun jatuh cinta—bahkan pada orang yang salah.
Ia mampu menumbuhkan rindu… bahkan di hati yang seharusnya tak saling memiliki.
Dan dari sanalah, tragedi mulai lahir.
Untuk mencegah kekacauan di Gunung Olympus, sang raja dewa Zeus memutuskan sesuatu "Aphrodite harus menikah".
Ia dipersunting oleh Hephaestus—dewa pandai besi yang baik hati, namun tidak rupawan.
Aphrodite menerima…
tapi hatinya tidak pernah tinggal.
Di balik pernikahan itu, ia jatuh cinta pada Ares—dewa perang yang penuh gairah dan keberanian.
Cinta mereka liar.Penuh api.Dan… terlarang.
Hingga suatu hari, Hephaestus mengetahui segalanya.
Dengan kecerdikannya, ia menjebak mereka dalam jaring tak kasat mata, mempermalukan keduanya di hadapan para dewa.
Namun bahkan rasa malu… tidak mampu mematikan cinta itu.
Dari semua kisah cintanya…
hanya satu yang benar-benar menghancurkan hatinya.
Seorang manusia.
Namanya Adonis.
Ia bukan dewa.Ia tidak abadi.Namun justru itu yang membuat cintanya terasa nyata.
Aphrodite mencintainya… bukan karena kuasa, tapi karena hati.
Ia memperingatkan Adonis untuk menjauhi bahaya.Namun takdir tak bisa dihindari.
Suatu hari, saat berburu, Adonis diserang oleh seekor babi hutan.Luka itu merenggut nyawanya.
Aphrodite berlari… memeluk tubuhnya yang perlahan dingin.
Air matanya jatuh ke tanah—
dan dari sana tumbuh bunga merah.
Bunga itu dinamai anemone.
Simbol cinta yang indah… namun singkat.
Sejak saat itu, Aphrodite tidak lagi hanya dikenal sebagai dewi cinta.
Ia adalah dewi yang memahami "bahwa cinta bisa membahagiakan…
dan sekaligus menghancurkan".
Ia tetap tersenyum.Tetap memesona.Tetap membuat dunia jatuh cinta.
Namun jauh di dalam hatinya…
tersimpan luka yang bahkan keabadian tidak bisa sembuhkan.
Aphrodite mengajarkan satu hal "Cinta bukan hanya tentang keindahan.Ia tentang kehilangan, pengorbanan… dan keberanian untuk tetap merasakan".
Karena bahkan seorang dewi pun…
tidak bisa mengendalikan hatinya sendiri.
Tamat.