pagi itu di hari kamis.. lina, seorang siswi sma yang memiliki paras biasa saja, sedang berangkat ke sekolah, tiba di sekolah, dia di hampiri oleh 3 orang sahabatnya, kila,pika, dan miko, yah... mereka pergi ke kelas bareng lah ceritanya... tidak lama dari kedatangan lina, lonceng pun berbunyi dan menyuruh semua anak siswa maupun siswi untuk berbasis di lapangan, dalam pikiran lina berkata "untung sempat..." cuaca hari itu sangatlah cerah, yang membuat teman teman sekelas lina (atau mungkin kakak-kakak kelasnya juga) pada mengeluh akan cuaca yang cerah dan panas tersebut, selesai dari lapangan, lina tiba-tiba di hampiri oleh seorang kakak kelasnya, yang sangat populer, lina di ajak pacaran oleh kakak kelasnya itu, tapi lina tidak menerima ajakan dari kakak kelasnya tersebut, dengan alasan dia tidak pantas berpacaran dengan orang yang populer, lina kemudian meminta maaf lalu pergi dari pandangan kakak kelasnya tersebut, pulang sekolahnya, lina menunggu jemputan di halte sekolah, satu persatu anak-anak sekolah sudah di jemput, sampe cuman tersisa lina, dan kakak kelas-nya yang berbeda tapi masih sekelas dengan orang yang menembak lina pagi tadi, nama cowo itu elvin, dia berkata "lu belum di jemput?, mau sama gue gak?", "ah.. enggak usah kak, biar saya menunggu ayah saya saja..." jawab lina sopan,
"ayah lu bakalan lama, tadi dia ngechat gue, katanya biar gue yang nganter lu kerumah, eh iya, jangan panggil kak, kita cuman beda setahun, panggil el atau vin aja" tegas cowo itu
"ah... iya kak el..." lina gugup
"jadi, lu mau ikut gue gak?" menanya untuk kedua kali
"ahh... u-untuk itu.."
"akh lama" cowo itu pun menarik tangan lina menuju parkiran dan mengahmpiri motor nmax-nya tersebut
"nih helm, gue gak mau kena tilang karna lu gak pake helm" elvin mengatakan itu sembari memberi lina helm
lina pun menerima helm tersebut
"makasih kak... maaf telah ngerepotin"
"sans aje, lagian rumah kita satu komplek kok"
"HAH!?" jawab lina terkejut
"gak usah kaget, gue sering liat lu emosi sama bapaklu karna lu bilang bapak lu lambat padahal lu sendiri juga lambat"
wajah lina memerah mendengar jawaban elvin
"ihh, gak ada ya kak, fitnah nih"
"halah² alasan, udah ah, naik lu cepat, nih motor juga udah di panasin daritadi"
"oke oke" lina pun menaiki motor kakak kelasnya tersebut.
Di perjalanan, lina dan elvin saling mengobrol satu sama lain, saking asyiknya mereka mengobrol, lina tidak sadar kalau sudah sampai di depan rumahnya
"udah sampe"
"oh, makasih kak el"
"ya, sans aja"
"eh iya kak, rumah kakak di mana?"
"satu petak sebelah kanan dari rumah lu"
"dekat yah ternyata"
"yah, gitulah"
"yaudah kak, makasih ya, sampe jumpa di sekolah"
"iya, sampai jumpa juga"
lina pun masuk kerumahnya, dan entah kenapa saat di dalam rumah, lina jantungnya mulai dag dig dug serduar, apakah dia mungkin mulai menyukai kak elvin karna kebaikannya tersebut?, iya.