Namaku Rizky. Aku seorang editor video yang bekerja dari rumah. Apartemenku terletak di lantai tujuh gedung modern, menghadap ke kota yang selalu ramai. Di unit di depanku, tinggallah keluarga Wijaya. Pak Wijaya seorang pengusaha teknologi yang sering bepergian ke luar negeri. Istrinya, Maya, adalah seorang desainer grafis yang bekerja dari rumah juga. Aku sering melihatnya melalui kaca jendela, sibuk dengan komputer atau hanya menatap layar dengan ekspresi kosong.
Kita pertama kali bertemu ketika lift mogok dan kita terpaksa berbagi cerita di koridor selama satu jam. Dari situlah, kita mulai sering berinteraksi. Kadang kita berbagi makanan, kadang saling membantu menyelesaikan pekerjaan. Maya bercerita tentang pernikahannya yang hambar, tentang suaminya yang lebih peduli dengan gadget daripada dengan dirinya.
Aku sendiri juga sedang mengalami kesulitan dalam hubungan dengan pacarku yang selalu sibuk dengan karirnya. Kita menemukan kesamaan dalam rasa kesepian kita. Perlahan, hubungan kita berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam. Aku melihatnya bukan hanya sebagai tetangga, tapi sebagai wanita yang menarik dan penuh kehidupan.
Suatu malam, ketika kita sedang menonton film bersama di apartemenku, Maya tiba-tiba menangis. Suaminya telah mengirim pesan bahwa ia akan tinggal di luar negeri dan tidak akan kembali lagi. Ia merasa seperti karakter dalam film yang kita tonton – terjebak dalam cerita yang tidak diinginkannya. Aku memeluknya, dan dalam momen itu, kita menyadari bahwa perasaan kita telah melampaui batas persahabatan.
Kami menjalin hubungan rahasia. Kita menghabiskan waktu bersama setiap hari, bekerja bersama, makan bersama, dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Namun, kita tahu bahwa dunia luar tidak akan menerima hubungan kita. Maya masih dianggap istri seorang pengusaha sukses, dan aku hanya seorang editor video biasa.
Beberapa minggu kemudian, Maya datang dengan berita mengejutkan. Ia telah menerima tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan besar di kota lain. Ia akan pergi tanpa membawa apa-apa kecuali barang-barang pentingnya. "Aku harus menemukan diriku sendiri," katanya dengan suara tegas. "Kamu telah memberiku kekuatan untuk mengambil langkah ini."
Ia pergi, meninggalkan aku sebuah hardisk yang berisi semua karya desainnya. Aku masih bekerja dari apartemen itu. Setiap kali melihat layar komputer, aku selalu mengingatnya. Aku belajar bahwa perselingkuhan bisa menjadi jalan bagi seseorang untuk menemukan kembali jati dirinya, meskipun itu berarti kita harus berpisah dengan orang yang kita cintai.