Istiqomah duduk di kamar kecilnya, memegang pena dan buku diary yang sudah lama tidak disentuh. Dia merasa terjebak dalam perjanjian yang tidak baik, dan tidak tahu bagaimana cara keluar dari sana.
Dia mengingat kembali nama-nama yang pernah dia gunakan, nama-nama yang dia buat untuk membongkar kebusukan masa lalu kampungnya. Tapi, sekarang dia tidak tahu mana yang asli dan mana yang palsu.
Setiap kali ada orang yang mencoba menjatuhkannya, Istiqomah merasa sakit. Tapi, dia tidak akan menyerah. Dia akan terus berjuang dan mencari kebenaran.
Dia menulis di diarynya, "Aku tidak tahu siapa aku, tapi aku tahu aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berdoa dan meminta perlindungan Allah."
Dengan air mata yang mengalir, Istiqomah menutup diarynya dan berdoa. Dia tahu bahwa dia tidak sendiri, Allah ada di sampingnya. 😊