– Bab 1 : Kantor sepi
Lampu neon berpendar lembut, menyoroti meja-meja yang kosong. Hujan deras di luar membuat suasana makin tegang, dingin menembus jendela kaca besar.
Keira menggenggam tasnya, napasnya tak beraturan. “Kenapa selalu terjadi padaku…?” pikirnya. Tangannya gemetar, pipi memerah saat menatap layar komputer mati karena listrik padam.
Tiba-tiba, bayangan Arga muncul di sudut ruangan. Badannya tegap, kemeja putih terbuka sedikit di kerah, dasi longgar, aura dominan dan misterius menempel padanya.
“Aku tidak boleh… tapi sulit…” bisiknya, suara lembut tapi menggetarkan. Arga melangkah mendekat. Tangannya menyingkap sedikit rambut Keira, jarak mereka hanya beberapa sentimeter.
Keira tertegun. Jantungnya seakan ingin meloncat keluar. Tangannya yang awalnya menggenggam tas, kini menggenggam lengannya sendiri, gemetar. “Aku… aku tidak boleh terpikir seperti ini…” bisiknya dalam hati.
Arga mencondongkan badan, napasnya hangat menyentuh wajah Keira. “Setiap kali aku menatapmu… sulit menahan diri,” ucapnya, suara bergetar sedikit, bibirnya nyaris menyentuh pipi Keira.
Keira menunduk, merasa panas menyebar dari kepala hingga ke ujung kaki. Detak jantungnya liar, namun tubuhnya tak mampu mundur. “Arga… ini salah…”
“Benar atau tidak… aku ingin kau merasakannya,” bisik Arga, tangannya menempel di bahu Keira, lembut tapi menantang. Keira gemetar, bibirnya sedikit terbuka, napasnya tercekat.
Hujan di luar menambah ritme detak jantung mereka. Dua tubuh yang seharusnya terpisah, kini hanya dipisahkan oleh beberapa inci udara yang panas. Sensasi ini terlarang, tapi keduanya… tak bisa menahan diri.
Dan saat itu, Arga mendekat sedikit lagi…
Keira menutup mata, tidak tahu apakah harus menahan diri atau menyerah pada rasa yang membara di dadanya.
Mau lanjut..?dengerin ceritanya😁