Namaku Darmawan.
Kadang aku masih suka berfikir, andai ibu tidak pergi, mungkin hidupku dan adikku akan berbeda.
Waktu ibu meninggal, umurku masih enam tahun dan Adikku dua tahun. Aku belum benar-benar paham waktu itu. Kami bahkan belum mengerti arti kehilangan, yang kami tau hanya terus bermain.
Setelah itu, hari-hari tetap berjalan. Aku masih berlari ke persawahan, mengejar capung, berjalan di pematang yang sempit sampai kakiku penuh lumpur. Aku masih memanjat pohon kecil di perkebunan dan tertawa bersama teman-teman. Sebagai anak enam tahun, aku belum sepenuhnya sadar bahwa hidup kami sudah berubah.
Rumah memang jadi lebih sepi, tapi sebagai anak kecil aku tidak langsung sadar kenapa rasanya berbeda. Aku hanya tahu ibu tidak pernah lagi memanggilku saat magrib. Tidak pernah lagi membersihkan badanku yang kotor. Tidak pernah lagi duduk di sampingku saat malam.
Andai Ibu tahu....
Kami sudah tumbuh besar sekarang bu.
Sekarang aku sudah melanjutkan kuliah bu. Setiap kali aku merasa capek dengan kehidupan, kadang terlintas dipikiranku andai ibu masih ada mungkin aku masih punya tempat untuk bercerita. Mungkin aku tidak perlu memendam semuanya sendiri.
Adik sekarang sudah mencapai cita-citanya, mengabdikan diri pada negara. Aku bangga sekali melihatnya berdiri tegap. Dari anak kecil yang dulu menangis mencari ibu, sekarang dia jadi seseorang yang kuat.
Tapi ada satu hal yang kadang membuat hatiku perih.
Perlahan-lahan, wajah ibu mulai samar dalam ingatanku. Aku berusaha mengingatnya, tapi bayangannya tidak lagi jelas. Aku takut suatu hari nanti aku benar-benar lupa seperti apa rupanya.
Andai ibu tidak pergi, mungkin kami tidak perlu belajar kuat secepat ini.
Mungkin kami punya tempat mengadu saat lelah.
Mungkin hidup terasa sedikit lebih ringan.
Namun meski ibu pergi saat kami masih terlalu kecil untuk mengerti apa-apa, satu hal yang pasti kasih sayangnya tetap tinggal di dalam diri kami. Itu yang membuat kami terus berjalan.
Bu, kalau pun kami mulai lupa rupa wajahmu, kami tidak pernah lupa rasanya dicintai olehmu. Dan sampai hari ini, rindu itu masih ada.