"Haaaa......" aku menghela napas, bangkit dari kursi memandang jauh di balik kaca, "Udah 2 tahun berlalu sejak kejadian itu, namun masih terasa baru kemarin, apa aku belum ikhlas???" gumamku.
.
.
.
𝐌𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐣𝐚𝐦 𝟎𝟖.𝟎𝟎, 𝟐 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐥𝐮...
"Ayuuukkkk.... tolonggg bayi mba gak gerak....!!!!"jerit Rika kakak ipar Ayu dari kamarnya.Ayu yang baru selesai sembahyang bergegas menghampirinya. " kenapa mba...??? "Tanya Ayu panik." Mba gak tau yu... tiba-tiba bayinya gak gerak, tolong mba... yu... "Tangis Rika sembari mengelus-elus perutnya yang tengah hamil 7 bulan.
Ayu meraba perut Rika dia bisa merasakan ada energi jahat yang mencoba mengganggu bayi yang belum lahir itu, senyum tipis dengan sorot mata tegang tampak jelas di wajah Ayu," Mba... Mungkin ini saatnya, ini maksud dari mimpiku waktu itu... "Kata Ayu memandang kakak iparnya,Rika tampak kaget mendengar ucapan adik iparnya.
Ia teringat dulu sebelum ia hamil Ayu cerita bahwa dia bermimpi mendapatkan anak laki2 di sebuah pura di kaki gunung,dan anak itu berkata " Aku akan ikut denganmu, tapi apa kamu berani menjagaku dengan nyawamu...??".Tanpa ragu Ayu menjawab"Baik saya akan berusaha menjagamu, karna itu bagian dari penebusan karma buruk saya".
.
.
.
Rika terisak "Nggak... Yukkk... Mba takut kamu kenapa-napa.... " Rika memeluk adik iparnya, "Mba... Kalau sesuatu terjadi sama aku itu memang sudah jalanku, jadi mba tenang saja... " Kata Ayu mencoba menenangkan kakak iparnya.
Ayu bangkit iya mengambil 3 buah dupa lalu menyalakannya,(Tuhan...aku manusia yang tak tau apapun,aku serahkan semua kepadamu,satu yang ku pinta selamatkanlah anak yang belum lahir ini)dalam hening Ayu menatap perut Rika, meraba perlahan, Ayu mendekatkan wajahnya ke perut Rika, ia meniup perut itu matanya terpejam,tiba-tiba kamar itu menjadi ramai suami dan keluarga berduyun kekamar, mereka kaget melihat Ayu yang melakukan sesuatu yang tak mereka mengerti.
"Apa yang dia lakukan...!!!"Hardik Dirga kaka Ayu suami dari Rika.Belum sempat mendapat jawaban Ayu terkulai lemas di lantai yang membuat semua orang menjadi panik.Dengan keajaiban malam itu bayi di dalam perut itu bergerak lagi, namun kini giliran Ayu yang tidak sadarkan diri. "Sebenarnya apa yang kalian lakukan!!!!" Seru Dirga yang masih bingung."Kalaupun aku cerita kamu gak akan pernah percaya...!!!!"balas Rika sembari memeluk Ayu yang kini tak sadar."Apa kamu tau!!dia baru saja menyelamatkan calon anakmu... Dia yang diam-diam menjaga kalian, dia yang kamu bilang aneh, dan kamu tidak percayai memiliki kemampuan yang tak seperti kita... "Kata-kata Rika membuat semua orang di ruangan itu terdiam.
Ayah Ayu menghubungi salah seorang teman spiritual'nya,entah apa yang mereka bicarakan di luar kamar, di dalam kamar itu tangis Ibu Ayu pecah, semua orang menangis, Ayu tiba-tiba bangkit kembali, dan meniup perut Rika sekali lagi seolah sedang berjuang memberikan sesuatu entah apa itu, namun kini tumbang lagi,Rika di tarik Ibu Ayu supaya menjauh dari Ayu," Kalian semua sama saja, tak ada yang percaya sama Ayu meski kalian tau dia selalu menjaga keluarga ini..."Rika tersedu tak kuasa menahan sedih melihat cara keluarga itu memperlakukan Ayu dengan cara tidak adil hanya karena dia seorang "wanita", padahal dalam hal spiritual dalam keluarga itu tidak asing lagi, karena memang garis keturunan dari leluhur, namun apalah daya Ayu terlahir di dalam keluarga yang hanya menjunjung anak laki-laki, sehingga mereka merasa tidak terima jika anak perempuan yang mendapatkan wahyu itu.
.
.
.
Ketidak adilan dalam hidup Ayu di mulai ketika ia mulai menerima wahyu tersebut,dari teman yang menganggapnya aneh,kakak yang selalu marah tanpa sebab padanya, Ayah Ibu yang selalu meminta untuk selalu diam di saat ketidak adilan menimpanya.Mental dan kepercayaan diri yang di hancur leburkan,hanya kepada diri sendirilah dan Tuhan Ayu berpegang teguh.
Satu hal yang malam itu mereka tidak tau Roh Ayu keluar dari badannya dan menyaksikan semua itu, dari kakaknya yang memaki menyebut Ayu sumber masalah dalam keluarga, Ayah Ibu yang mengatakan mustahil Ayu mempunyai kemampuan seperti itu, kemampuan itu seharusnya anak laki-laki yang memilikinya.Raga Ayu terbujur kaku namun di sudut keheningan air mata itu mengalir,tampak jelas jiwa itu sedang bersedih.
Dirga yang tampak tak senang dengan keadaan itu, masih berpikir Ayu menipu semua orang dengan berpura-pura tak sadar, ia mendekati tubuh Ayu mencubit, menggoyangkan tubuh kecil itu sembari berteriak " Hentikan drama ini bangun....!!", namun tak satu jawaban pun terdengar, Dirga menghempaskan tubuh ayu, duduk dengan tatapan tidak puas.
Seorang laki-laki bertubuh gempal, berjalan mendekati Ayu, Ia mengelus kepala Ayu,"Yu... Pulanglah lihat Ratna(kakak perempuan Ayu)menangis, ibumu menangis... besok mampirlah kerumah kakak,kita mengobrol lagi, tapi sekarang kakak mohon bangunlahh... "Air mata Bagus mengalir tanpa henti. Bagus adalah seorang penekun spiritual,pada dirinyalah Ayu merasakan sosok seorang kakak laki-laki.Ayu banyak mendapat arahan spiritual dari Bagus.
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam namun tanda-tanda sadar pun tak tampak dari tubuh Ayu,Doa-Doa di panjatkan semua cara yang di sarankan sudah di lakukan Ayu tak bergeming, tubuh itu hanya terbaring seolah tidur panjang.
Bagus menggenggam tangan Ayu, mengucap Doa dan permohonan maaf ke pada leluhur yang berreinkarnasi menjadi Ayu,dalam keheningan tiba-tiba tubuh Ayu duduk matanya masih terpejam, namun bibirnya bergumam lirih " Aku lahir disini bukan untuk kalian perlakukan seperti ini, dengan semua yang telah aku lakukan melindungi kalian semua,apa kalian tak sadar aku siapa???,dan mulai saat ini aku mengutuk dalam keluarga ini tak akan pernah terlahir anak perempuan sampai kalian tau seberapa penting anak perempuan sebagai penyeimbang dalam keluarga,dan aku tak akan selamanya hidup di sini,mulai sekarang siapapun orang yang menghalangi jalanku,seumur hidup dia tak akan mendapat berkat dari tuhan,hanya ada kesedihan!!!! "Suara itu bergetar, tiba-tiba tubuh ayu terkulai lagi.Suasana dalam ruangan itu seketika berubah,mulai tampak jelas rasa takut di wajah mereka, mereka tau yang berbicara itu bukan Ayu, melainkan leluhur mereka.
Ayah Ayu berdiri sejajar dengan tubuh Ayu ia berkata" jika engkau memang leluhurku yang berbicara mohon maafkan kesalahan kami,tolong ijinkan kami menjaga Ayu sekali lagi,saya berjanji mulai hari ini akan mempercayainya... ", semua orang menangis kecuali Dirga.Tubuh Ayu tiba-tiba terduduk lagi " Baiklah... Aku akan memberi kalian kesempatan, tapi jika kejadian ini terulang lagi aku akan langsung membawa Ayu bersamaku... "Sahut suara yang mirip dengan nenek-nenek itu.
Satu jam kemudian Roh Ayu masuk kedalam tubuhnya.Ayu tersadar,Ratna memeluk erat tubuh Ayu ia terisak, semua orang menangis memeluk Ayu, Ayu hanya tersenyum, " Apa bayinya baik-baik saja??"suara ayu masih terdengar lemah, "Iya... bayinya baik-baik saja" sahut Ratna.
.
.
.
Setelah Kejadian itu Dirga masih sering mengumpat Ayu, namun Ayu tak pernah mencari pembenaran ia hanya tersenyum tipis.Ayu sekarang sudah banyak belajar dari pahit manisnya hidup, terkadang kita tak perlu berdebat untuk terlihat benar, karena kebenaran yang akan menunjukkan jalannya sendiri.Karena sejatinya kita terlahir sendiri dengan jalan yang penuh dengan pilihan namun kadang kala kita salah memilih itu wajar,sadarlah bahwa kita terlahir dengan cahaya,bersinarlah dengan perlahan, kita tak akan bisa memaksa seseorang untuk mempercayai apa yang kita percaya,berjalanlah di jalanmu dengan kesadaran.