haii, aku Aya. aku pernah mencintai seseorang sangat dalam sampai-sampai aku tidak menyadari bahwa dia tidak mencintaiku..
ini semua berawal ketika aku masuk ke sebuah grup chat di whatsapp, awalnya memang asik. dan aku bertemu 1 orang bernama Kay, aku dan Kay sama-sama nyaman saat chat bersama.
hingga suatu hari..
Kay :"aya, kamu suka aku?"
aya :"sebenarnya iya"
Kay :"do you wan't be my lovers?"
aku tidak bisa berkata-kata. dan aku menerima, kita menjalankan hubungan, 2 hari berlalu, aku berada di sekolah. menunggu chat darinya, saat dia mengirim pesan..
kay :"Aya, let's break up"
aku terdiam.. dan kay melanjutkan
kay :"aku menyukaimu, juga menyukai yuna."
aya :"baiklah jika itu mau mu. jujur saja, kau terpaksa kan bersama ku?"
kay :"tidak"
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
btw sekarang author masih gamon :p
"aya tuh capek banget tau, di rumah di banding-bandingin terus, di suruh-suruh, giliran kakak aya ga pernah di marahin. katanya anak terakhir paling di sayang, tapi aya engga. mungkin beberapa orang ngomong kalo keluarga kaya gitu berarti pengin kita mandiri, tapi orang tua mana coba yang memandirikan anaknya dengan cara ngomong kalo anaknya itu ga guna. aya cape. aya juga pengin hidup tenang, aya ngelawan dikit aja di katain anak durhaka ga pantes jadi anak, pantesnya jadi setan. aya tuh juga punya hati, aya cape setiap hari diginiin, aya binggung mau cerita ke siapa. Teman-teman haya juga pada kaya gitu, aya kira di SMP aya bakalan dapet temen yang baik, yang selalu ada, nyatanya engga. semuanya ular. aya cuma bisa naruh harapan ke hoya, aya sayang sama hoya. selalu. aya seneng bisa kenal sama hoya, hoya orang terbaik setelah kay yang dateng ke hidup yya, mungkin aya keliatan aneh ya? aya mau ngaku, aya cuma pengin perhatian. kata temen-temen aya, aya itu haus perhatian, tapi emang iya. aya ga pernah bener-bener di perhatiin. aya cuma mau perhatian lebih. aya salah mengira kalau kay bisa menjadi pengganti sosok seorang ayah.."