Mutant itu melangkah itu sangat berat dan mematikan mampu menghancurkan tulang² mayat mutant dalam sekali injak, victor melesat "dorrr" Aroma mesiu terbang ke segala arah, tembakan itu mengenai sambungan zirah baja tapi belum mampu menembus kulitnya, mutant itu menerjang maju menghancurkan segala sesuatu yg ada di depannya "ngekkkk" mutant itu meraung memekakkan telinga siapa saja yg mendengar nya, Victor memasukan peluru khusus "dorrr" suara tembakan kembali terdengar "boooommmm" peluru tersebut bukan peluru biasa tapi adalah peledak yg menghantam zirah baja tersebut, "ngikkkk" mutant itu menjerit karena gelombang kejut dari ledakan tersebut, mutant tersebut maju belalai nya meraih batang pohon dan mengayunkan nya untuk menghantam victor "crackkk" kayu itu patah menghantam batu
Victor: hampir saja, aku harus hati²
Emily: kakak biar aku bantu
Victor: aku akan menahan belalai nya, kau coba tebas perut bagian bawah nya
Emily: akan ku coba
Victor memasukan peluru peledak "dorrrr, boooommmm" ledakan itu membuat mutant itu terhentak, victor langsung menggaggam belalainya dan mengangkat mutant tersebut setinggi yg dia bisa membuka ruang untuk Emily, melesat maju mengangkat pedangnya mencoba menebas perut bawah mutant itu, "ngikkkkkk" mutant itu kembali menjerit karena sakit, di perut bagian bawah tersebut mulai mengucur darah berwarna hijau yg mengandung asam yg bisa melarutkan logam
Emily: darahnya cairan asam? *kebingungan*
Victor: Emily! Hati²!
Mutant itu mengibaskan ekornya mengenai Emily yg sedang lengah, victor mendekati Emily yg pingsan meninggalkan mutant itu yg sedang meregenerasi tubuhnya kembali
Victor *meneteskan air mata*: Emily! Kamu ngga apa²!?
Emily *tersenyum*: apaan sih, aku udah gede bukan bayi lagi, jelas nggak apa², tapi perutnya itu paling rentan
Victor: bisa kau tebas sekali lagi?
Emily: itu susah, apa lagi darahnya cairan asam
Victor: akan ku banting dia jadi kau tebas saja
Emily: oke—
Mutant itu kembali menyerang dengan kakinya, dalam satu hentakan sebuah batu langsung hancur berkeping keping, otot nya mulai membesar victor mencoba mengimbangi ukuran mutant tersebut dengan otot nya, mutant itu kembali maju menghantam victor dengan culanya yg tajam,"krekkk" victor berhasil menggenggam cula nya menahan pergerakan mutant tersebut, mutant tersebut mulai meronta ronta mencoba melepaskan diri, namun genggaman victor terlalu kencang, victor memanfaatkan momentum mengangkat mutant tersebut dan "bommmmm" debu beterbangan memutup pandangan victor berhasil membanting mutant tersebut ke tanah membalikkan posisinya menunjukkan perut bagian bawah yg lunak, Emily melompat dan menarik pedangnya "shringgg" Emily menebas perut mutant itu dengan satu tebasan horizontal "currrrr" darah asam itu mulai mengucur keluar mutant itu kembali berdiri dengan langkah yg mulai goyah
Emily: dia belum tumbang?
Victor *terengah engah*: kita ganti rencana, kita akan memanfaatkan kecepatan untuk membuat mutant itu kuwalahan saat di lengah kita langsung serang perut bawah nya
Emily: ide yg bagus *khawatir* tapi kakak kau sangat kelelahan, sepertinya kau harus mundur dulu
Victor: aku..... Aku..... Masih bisa...
Emily: akan gawat jika terjadi sesuatu pada mu
Victor: aku akan istirahat beberapa menit, tolong alihkan perhatiannya
Emily: ok, akan ku coba
Kali ini Emily akan meghadapi mutant sendirian tanpa victor, bukan mutant biasa, tapi mutant yg memiliki tingkat ancaman naga
di dalam laboratorium hicaru beberapa ilmuwan mulai mempersiapkan sesuatu untuk membantu Emily dan victor yg mulai kuwalahan menghadapi mutant tersebut
Kagome: unit bravo apa sudah siap
Staff daya: mengisi daya masih 89% perlu 30 menit lagi untuk daya penuh
James: bagaimana dengan sistem persenjataan utama?
Staff persenjataan: sonic bullet sudah siap, tapi armor luar masih perlu penyesuaian lagi, dan juga heat boom belum sepenuhnya siap
Maria: bagaimana dengan para pilot
Staff pelatihan: 54 pilot siap tempur dengan unit T-22
James *memandang layar dengan cemas*: Emily, victor bertahanlah sedikit lagi batuan akan tiba
Maria: kenapa kau sampai mengeluarkan baju tempur "baxiliz" untuk membantu mereka
Kagome: maria, mereka adalah putra dari nathan dan sofia serta keponakan bob dan chris
Maria: aku mengerti sekarang, jadi kau ingin menyelamatkan mereka? Itu cukup naif
James: aku sudah berjanji pada nathan dan sofia untuk menjaga mereka, aku tidak bisa menampakkan wajah ku pada, mereka berdua saat anak² mereka terluka akibat kelalaian ku
(flashback)
Nathan *menahan pintu*: sialan para monster itu akan masuk
Sofia: kita harus menyelamatkan anak²
Nathan: James, tolong jaga putra putri kami, lakukan apa pun untuk menyelamatkan mereka, tidak masalah jika kau harus menjadikan mereka bahan eksperimen mu, tapi tolong jaga mereka!
Sofia *menggenggam tangan victor*: victor dengar, jaga adik mu jangan nakal pada paman james, buat kami bangga ok
Victor: tidak²! Ibu jangan tinggalkan aku!
Sofia: jadilah pria kuat, lindungi adik mu, karena banyak orang baik di sekitar mu *tersenyum lebar* james tolong bawa mereka
James *menggandeng tangan victor dan menggenggam keranjang bayi emily*: aku mengerti *james berlari dari rumah nathan*
Victor: ibu!!!
(kembali ke masa kini)
Kagome: ingat kita harus memprioritaskan mereka berdua, bagaimana para pengungsi?
Staff keamanan: semua penyintas sudah aman, kita bisa menyerang kapan saja
Staff daya: masih 95% tunggu 15 menit lagi
Kagome: kode nama untuk mutant tersebut adalah "R-67" tangkap dia hidup atau mati kita perlu dia untuk penelitian
Di luar mutant tersebut mulai maju Emily melompat dari pohon ke pohon menghindari serangan mutant tersebut, setiap langkah mutant tersebut meninggalkan jejak sedalam 50cm, mutant tersebut mempercepat langkah nya, Emily hampir di hantam tapi "clang" pedang Emily beradu dengan cula dari mutant tersebut, Emily mundur beberapa langkah ke belakang mengantisipasi serangan balik
Emily: untung aku udah di ajari sama Rintaro caranya lompat lincah di atas pohon, sekarang gimana caranya lawan dia ya? *melihat batang kayu yg melintang, dan batang kayu yg hampir patah* aku punya ide
Emily maju memancing mutant itu maju, mutant itu terpancing mulai mengejar emily yg terus bergerak kesana kemari menghindari serangan dengan cepat dan efisien, mutant itu menembakkan cairan asam dari belalainya, Emily berhasil menghindari serangan tersebut, saat mutant tersebut berada tepat di atas kayu yg melintang, Emily melompat dan menebas kayu yg hampir patah "crack" "bommmm" "ngikkkkkk" kayu itu patah menghantam kayu yg melintang dan menusukan luka di perut bawah monster itu
Emily: yataaaa, prinsip jungkat jungkit emang the best kalo jadi perangkap, nggak sia sia aku belajar fisika, tapi kayaknya nggak cukup, harus cari cara lain
Mutant itu masih merintih kesakitan dan tetap bangun, regenerasi nya sangat luar biasa, mutant itu mengganti target ke target yg sedang lemah "ngekkkkkk!" mutant itu melesat maju menargetkan victor yg sedang lemah akibat penggunaan kekuatan yg berlebihan, emily melompat ke depan victor dia juga maju dengan pedang nya dia langsung menghantam mutant itu dari depan "clang!" mutant itu mencoba maju tapi Emily berhasil bertahan pedangnya bergesekan dengan cula memercikan api
Victor *mencoba bangun*: Emily cepat pergi! Kau bisa terbunuh! Jika tetap melindungi ku aku bisa menahan serangannya, jangan khawatirkan aku—
Emily: kakak, sekarang giliran aku yg melindungi kakak
Victor *mengeluarkan senapan nya*: aku akan mem—
Dari belakang 22 unit T-22 muncul menembakkan heat boom memanaskan zirah luar mutant terserah, di susul dengan tembakan sonic bullet yg memukul mundur mutant itu
Emily: apa ini
Victor *berlari memeluk Emily*: Emily kau tidak apa²? Apa ada yg terluka?
Emily: nggak ada, tapi ini apa?
*seseorang keluar dari salah satu zirah baxiliz* roy: perkenalkan aku roy, salah satu anggota atlas, organisasi pelindung kota bargilln
Victor: siapa yg mengutus mu kesini?
Roy: orang yg mengutus ku kesini bisa kalian temui setelah kalian aman, masuklah kami akan membereskan mutant ini
Emily *merangkul victor*: terima kasih banyak
Victor dan emily langsung masuk ke benteng pertahanan dam di susul beberapa zirah baxiliz yg keluar dari garasi siap melawan mutant "R-67"
TO BE CONTINUE