Namaku Bianca Daviola berumur 18 tahun, awal semuanya ini terjadi adalah saat ayahku yang seorang dokter forensik menikah lagi, ibuku telah tiada 5 tahun lalu saat aku duduk di bangku SMP
Pagi harinya, ibu tiriku tersebut secara resmi membawa 2 anaknya untuk tinggal dirumah kami. Anak pertamanya adalah seorang laki² yang bernama Lionel Marvenzo seorang anak laki² yang umurnya lebih tua dariku 1 tahun dan anak ke 2 perempuan bernama Viona Magretha umurnya 16 tahun lebih muda dari ku 1 tahun,
Pada awal mereka memasuki rumah ini semuanya berjalan lancar, tapi entah kenapa aku sedikit merasa aneh dengan adik perempuanku, dia seolah sedang berpihak kepadaku dan kadang berpihak ke orang lain. Aku tak menanggapi itu semua karna menurutku Kak Lionel juga menerimaku sebagai adiknya.
Setahun berlalu...
Disini lah semua mulai terasa, keluarga yang dulu menyayangiku dan mempedulikanku seketika lenyap begitu saja, ayahku yang dulu berjanji pada ibuku bahwa ia akan memanjakanku dan selalu mengutamakan aku ternyata sudah sirna. Mereka semua selalu mengutamakan adikku itu semenjak setengah tahun lalu. Dikarnakan sebuah kejadian yang tidak pernah ku lakukan sama sekali.
5 bulan yang lalu.
Saat itu, ibu tiriku tersebut sedang mengandung, yah... Anak yg didalam kandungannya adalah anak mereka, ayah dan ibu tiriku tersebut. Saat itu aku sedang menuruni tangga, ibu tiriku itu sedang menyusulku dari belakang entah mengapa tiba²dia menginjak kain dresnya dan jatuh, lalu keguguran. Semenjak hari itu semua orang dirumah menyalahkanku, lalu adik perempuanku, ku kira dia akan membelaku ternyata dia malah menuduhku bahwa aku lah yang mendorong ibunya jatuh karna aku membenci anak mereka, aku tak memiliki bukti apapun, jadi aku hanya berdiam dan mereka mengunciku di gudang semalaman tanpa tau bahwa aku belum memakan makanan apapun dari pagi.
Setelah kejadian tersebut sampai sekarang mereka jauh lebih mempercayai adikku itu, bahkan ka Lionel yang dulu sangat menyayangiku sekarang menganggapku musuhnya.
Hingga suatu hari, kak Lionel dengan teman temannya selalu membullyku disekolah sebagai bentuk balas dendamnya. Dimulai dari ia menaruh lem di kursi kelasku dan membuatnya lengket drngan rokku hingga aku ditertawakan oleh teman² sekelasku, mengunciku di gudang sekolah, menarik paksa anting² pada telingaku hingga terlepas dan membuatnya berdarah dan yang psling parah dia membuatku tak bisa mendapatksn beasiswa untuk kuliah di kampus terkenal.
Semua cacian, hinaan, makian, dan bullyan mereka telah aku jalani selama 5 tahun tanpa diketahui siapapun, bahkan ayahku. Dia selalu menanyakan kabar putri tirinya itu tanpa tau bahwa anak kandungnya sendiri membutuhkannya.
Sepulang dari sekolah seperti biasa aku akan bekerja di cafe, hari itu aku ingin pulang lebih awal agar semua berjalan lancar. Sebenarnya beberapa hari lalu Viona memecahkan jam tangan ayah, dia menangis memohon kepadaku karna aku berpikir mungkin ini terakhir kalinya aku membantunya dikarnakan aku akan keluar dari rumah itu tepat pada hari ulang tahunku esok, karna aku tak sanggup lagi dengan semua ini, dan berakhir aku membantunya mengganti jam tangan itu dengan uang yg kuhasilkan dari pekerjaanku.
Dalam perjalananku yang ingin mengambil jam tangan tersebut ternyata aku diikuti oleh seseorang, aku diculik olehnya yang ternyata adalah seorang kriminal yang sedang dicari oleh pihak kepolisian. Mengapa ia menculikku akupun juga terheran² lalu dia membuka suara lebih dulu "ayahmu adalah seorang ahli forensik, dia yang dulu membuka kasusku dan membuatku jadi seperti ini" Dengan wajahnya yang puas seperti orang yang sudah mendapatkan harta karun.
Lalu ia berkata "kamu anaknya, kamu yang akan membayar semuanya" Aku terkejut, ketakutan dan berpikir apa yg akan dilakukan oleh orang ini. Berharap bahwa ayahku akan datang dan menolongku.
Setelah beberapa saat berlalu aku tetap kukuh pada keyakinan bahwa ayah akan menyelamatkanku tapi ternyata 1 hari berlalu ayah bahkan tak menelpon ku sampai penculik itu pun bilang "mengapa ayahmu tak mencarimu? Bukankah kau putri satu² nya?" Seakan keyakinan ku tadi sirna, aku tau mengapa ayah tidak datang itu karna ia lebih memilih adik tiriku itu.