EPISODE 10 :
Setelah kejadian mengerikan di kelas, Markonah membawa Zikri ke UKS. Zikri duduk termenung di ranjang, tatapannya kosong. Trauma akibat perundungan dan percobaan penyerangan masih membekas jelas di benaknya.
"Kamu istirahat di sini ya. Aku akan menemui kepala sekolah dan melaporkan semuanya," kata Markonah lembut sambil mengusap rambut Zikri.
Zikri hanya mengangguk lemah. Ia masih terlalu shock untuk berbicara.
Markonah kemudian bergegas menuju ruang kepala sekolah. Dengan langkah mantap, ia menceritakan semua kejadian yang menimpa Zikri, mulai dari perundungan di kelas hingga percobaan penyerangan dengan tusuk sate. Ia juga tidak lupa menceritakan peran heroik Boris yang telah melindungi Zikri dengan segenap kemampuannya.
Kepala sekolah, yang mendengarkan cerita Markonah dengan seksama, terkejut dan marah. Ia tidak menyangka ada tindakan perundungan yang begitu parah di sekolahnya.
"Terima kasih sudah melaporkan kejadian ini, Markonah. Saya berjanji akan menindak tegas para pelaku perundungan ini," kata kepala sekolah dengan nada serius.
"Saya juga ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Boris. Dia telah menunjukkan keberanian dan kesetiaannya dalam melindungi Zikri," lanjutnya sambil tersenyum.
Markonah tersenyum lega. Ia senang karena kepala sekolah memberikan respons yang positif dan berjanji akan memberikan keadilan bagi Zikri.
"Saya mohon, kepala sekolah memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku. Mereka tidak boleh dibiarkan lolos begitu saja," pinta Markonah.
"Tentu saja, Markonah. Mereka akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatan mereka. Saya tidak akan mentolerir tindakan perundungan di sekolah ini," jawab kepala sekolah dengan tegas.
Setelah selesai berbicara dengan kepala sekolah, Markonah kembali ke UKS. Ia melihat Zikri masih duduk termenung di ranjang.
"Semuanya akan baik-baik saja, Zikri. Kepala sekolah sudah berjanji akan memberikan keadilan bagi kita," kata Markonah sambil menggenggam tangan Zikri erat.
Zikri menatap Markonah dengan tatapan penuh terima kasih. Ia merasa sedikit lega mendengar kabar baik itu.
"Terima kasih, Markonah. Kamu selalu ada untukku," ucap Zikri lirih.
Markonah tersenyum dan memeluk Zikri erat. "Aku akan selalu berada di sisimu, Zikri. Kita akan menghadapi semua ini bersama-sama."