Siang itu teriakan kembali menggema di balik kamar paling depan . Kebiasannya memanggil adiknya tanpa membuka pintu sambil terus menggerutu kesal .
"Alma,ambilkan minum aku haus,cepat," perintah Anggi kakaknya .
Alma berdecak kesal setiap kali kakaknya memerintah selalu berteriak. Alma mengambil air di dalam teko menuang ke dalam gelas khusus kakaknya lalu berjalan ke kamar kakaknya sambil mengetuk pintu .
Belum juga di buka Alma membuka pintu sehingga membuat pemilik kamar terkejut berdiri di belakang pintu .
"Alma, bikin kaget aja. Mana mimunm ku ,"Anggi meminta dengan membuka tangan kanannya seperti orang meminta-minta .
Alma memberikan minuman kepada kakaknya kemudian berbalik meninggalkan kamar kakaknya .
Dasima,baru saja pulang kerja merasa lelah,dia beristrahat duduk di kursi ruang tamu,Alma menghampiri sambil memijat kaki ibunya dengan pelan.
Dasima terkesip merasa ada yang menyentuh kakinya,melihat ternyata Alma sedang memijat kakinya.Hatinya merasa terharu.Tumben sekali memijat kakiku biasanya cuek batin Dasima sambil memejamkan mata .
”Bu,aku minta uang buat beli buku paket,aku ada tugas dari sekolah,"kata Alma sambil terus memijat kaki ibunya .
"Berapa duit harga bukunya?"tanya ibunya melirik Alma .
"Tiga puluh tujuh rupiah,"jawab Alma merasa takut jika ibunya tidak memberikan uang padanya .
Dasima pergi ke kamar sementara Alma merasa kecewa karena ibunya mengacuhkannya .
Dasima kembali dari kamar membawa amplop lalu diberikan kepada Alma .
Alma sangat senang mendapat uang dari ibunya langsung pergi ke toko buku yang ada di pinggir jalan utama .
”Kak Manda beli buku paket untuk kelas enam,"Alma memanggil pemilik toko.
Seorang perempuan berhijab dengan senyum ramah memberikan buku yang di maksud Alma setelah mengambilnya di rak khusus buku siswa sekolah dasar .
"Terimakasih Kak Manda,"Alma berpamitan pulang setelah mendapatkan buku .
Alma berlari menuju rumah tanpa dia sadari ada mobil dari lawan arah melaju dengan kecepatan tinggi, Alma berteriak histeris melihat mobil tersebut .
Mobil itu dalam keadaan tidak terkendali seperti mengalami rem blong.Alma terserempet mobil dan terlempar ke dalam parit sisi kiri .
Semua orang yang mendengar ada suara di jalan raya keluar dari rumah dan melihat apa yang terjadi sebenarnya .
Manda pemilik toko melihat Alma jatuh ke dalam parit terkejut,ia langsung turun hendak menolongnya. Bersama warga sekitar Alma mendapat pertolongan pertama.
"Ibu,"gumam Alma dengan mata terpejam kemudian tidak sadarkan diri .
"Alma,bangun dek.Tolong panggil ambulan suruh kesini," perintah Manda kepada salah satu orang yang membantu Alma mengangkat dari parit .
Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menit ambulan datang, Alma langsung di bawa ke rumah sakit .
Sementara di rumah menjelang sore hari Dasima merasa tidak enak ,dia melihat ke arah pintu utama seperti ada yang berdiri namun setelah di lihat secara nyata tidak ada siapa-siapa.
Ponsel Dasima berdering, dia melihat sebuah nomor tidak dikenal memanggil langsung diangkat .
”Hallo, dengan siapa ini?"tanya Dasima dengan wajah cemas .
Tubuh Dasima bergetar ponselnya jatuh tanpa dia sadari.Dia berlari ke luar menyalakan motornya dan langsung menuju rumah sakit begitu mendengar Alma mengalami kecelakaan .
Anggi mendengar ibunya menyalakan motor merasa aneh tiba-tiba dadanya terasa sakit .
"Ada apa denganku kenapa perasaanku tidak enak begini ?"gumamnya sambil mondar-mandir di kamar .
Anggi keluar hendak jalan-jalan di sekitar kompleks perumahan namun ketika melihat kerumunan orang di ujung jalan mendekat .
"Ada apa ini kok ramai sekali ?"tanya Anggi kepada orang-orang yang berada di sana .
"Tadi ada kecelakaan di sini seorang anak kecil terserempet mobil dan jatuh ke dalam parit , tapi sekarang sudah di bawa ke rumah sakit terdekat ,"jawab salah satu warga .
"Anak kecil kira-kira seperti apa ya ,kalau boleh tahu ?"tanya Anggi penasaran .
"Itu adik kamu Anggi yang kecelakaan tadi, masa kamu tidak tahu,aku lihat ibu kamu menemgndarai motor kencang sekali pasti panik mendengar berita Alma kecelakaan ," jelas seorang tetangga yang berjualan sembako di sebelah jalan.
Deg
Jantung Anggi serasa mau lepas ,pikirannya mengingat sebelum kejadian beberapa menit yang lalu. Ia berlari pulang ke rumah sambil menahan tangis .
Anggi mengambil tas kecil lalu keluar rumah sambil berlari menuju jalan utama, ia melihat tetangganya tukang ojek memanggil .
"Pak Samir tolong antar aku ke rumah sakit sekarang ,ayo,"pinta Anggi dengan napas terengah-engah karena berlari .
" Siap nona cantik," canda pak Samir sambil menyalakan motornya .
Anggi duduk di jok belakang, Pak Samir melajukan motornya menuju rumah sakit . Begitu sampai Anggi memberikan uang tidak lupa berterimakasih kepada pak Samir .
Anggi masuk rumah sakit bertanya kepada salah satu suster yang sedang melintas di koridor .
"Permisi suster,saya mau bertanya pasien yang baru saja mengalami kecelakaan dimana ya ?"tanya Anggi .
"Atas nama siapa ya Kak,soalnya hari ini ada tiga orang yang mengalami kecelakaan ,"jawab suster tersebut .
"Alma ,ya namanya Alma anak kecil kira-kira kelas enam sekolah dasar,"jawab Anggi dengan jujur .
"Pasien ada di ruang UGD sedang dalam penanganan dokter,"sahut suster .
"Terimakasih banyak suster,saya akan kesana,"Anggi berlari menuju ruang UGD.
Di depan ruang UGD Anggi melihat seorang perempuan paruh baya duduk bersandar sambil terisak.Tubuhnya terguncang karena menangis ,Anggi mendekat dan duduk disampingnya.
Dasima menoleh lalu memeluk Anggi , keduanya menangis bersamaan .
"Bagaimana kondisi Alma,Bu?"tanya Anggi dalam dekapan ibunya .
Dasima melepaskan pelukannya menatap wajah anaknya,lalu menghapus airmatanya.Baru akan menjelaskan pintu ruang UGD terbuka .
Dasima beranjak mendekati dokter yang menangani Alma .
"Bagaimana kondisi anak saya,Dokter ?"tanya Dasima dengan khawatir .
”Anak ibu mengalami syok dan mengalami patah tulang di kaki kami akan segera melakukan operasi menunggu persetujuan dari keluarga,"jawab dokter
Dasima terkejut mendengar kata operasi terhadap anaknya .Ia benar-benar terpukul dengan kondisi anaknya .
"Apa separah itu dokter,sampai harus di operasi ?"Anggi juga merasa syok mendengarnya .
"Benar,karena cukup parah tapi tidak sampai putus kami hanya melakukan penyambungan pada tulang kakinya,"jelas dokter .
"Lakukan yang terbaik buat anak saya yang penting anak saya sembuh,"sahut Dasima memohon kepada dokter .
"Baiklah kalau begitu kami akan segera melakukan operasi,"dokter segera mengambil tindakan operasi kepada Alma .
Selama menjalani operasi Alma mengalami sesuatu di alam bawah sadarnya hal itu membuat operasi sempat berhenti karena detak jantung Alma melemah . Para dokter dan asisten dengan sigap melakukan tindakan agar detak jantungnya normal kembali ,sampai akhirnya berhasil.
Pintu ruang operasi terbuka beberapa suster membawa pasien keluar menuju ruang rawat. Dasima dan Anggi merasa lega karena operasinya lancar .
Mereka berdua menjaga Alma di ruang rawat.Alma masih dengan infusnya terbaring tak sadarkan diri .
Setelah beberapa jam berlalu Alma membuka matanya ,hal yang pertama ia lihat adalah wajah ibunya .
Dasima tersenyum melihat anaknya sudah sadar.
"Ibu,bukuku mana?"tanya Alma menanyakan bukunya yang ia beli .
"Ini bukumu, apa kamu ingin belajar ?" Dasima memberikan buku Alma dan diletakkan di sebelah Alma berbaring .
Alma mengangguk pelan sambil menarik napas dalam merasakan sesuatu pada tubuhnya namun sulit digerakkan. Ada rasa nyeri dan perih tapi tidak tahu di bagian mana .
"Apa ada yang sakit?" Dasima mencari sesuatu pada tubuhnya Alma yang dikiranya sakit .
"Tubuhku rasanya kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali,"jawab Alma sambil meringis .
"Kamu tenang ya biar ibu jelaskan ," kata Dasima kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada Alma .
"Maafkan Alma ya ,Bu.Alma janji akan selalu menuruti perintah ibu dan Alma akan selalu tepat waktu karena selama ini Alma selalu berbohong sama ibu ," kata Alma mengingat perbuatannya yang membuat ibunya marah dan tegas padanya.
Anggi masuk ke dalam menghampiri mereka membawa beberapa buah lalu meletakkan di atas meja .
"Maafkan kakak yang selalu memerintah kamu dan suka bentak-bentak kamu , kakak punya banyak salah sama kamu," Anggi memeluk Alma dari samping .
Dasima merasa sangat bahagia melihat kedua anaknya akur dan saling menyayangi. Ia teringat perkataan almarhum suaminya untuk selalu sabar menghadapi ujian termasuk sabar dalam mendidik kedua anaknya .
Cerpen ini di buat untuk event GC RUMAH MENULIS
GENRE : KELUARGA
TEMA : KESEMPATAN KEDUA