Ketika hidup dihadapkan dengan kepahitan dari kecil
itulah yang dialami seorang anak perempuan sederhana adalah Angel anak kedua dari lima bersaudara,hidup dengan penuh kesederhanaan namun disisi lain begitu banyak kepahitan,kesedihan dan kemarahan yang ia alami.
Rumah berdinding bilik bambu yang lusuh,beratap daun dan berlantai tanah menjadi saksi nyata perjalanan hidup nya.
seperti layaknya anak kecil biasa angel pun melakukan hal yang sama seperti anak-anak lain,sekolah dan juga mengaji setiap harinya
namun sepertinya keberuntungan tidak memihak kepadanya saat itu (masa kecil),jika kebanyakan anak-anak lain setelah bersekolah kemudian menghabiskan waktu untuk bermain tapi tidak dengan nya,angel sadar betul ada banyak hal yang jauh lebih penting dari hanya sekedar menghabiskan waktu untuk bermain.
Setiap hari setelah selesai sekolah pergilah ia membawa sebuah karung bersama kaka perempuan yang selalu menemaninya,tidak pernah mengeluh mereka selalu terlihat bahagia seolah tidak ada beban apapun didalam hidupnya.
mereka pergi kekebun yang berjarak cukup jauh dari tempat tinggal mereka,perjalanan itu sekitar 5km dan mereka lakukan itu setiap hari dengan berjalan kaki.
sesampai dikebun terlihat disudut gubuk kecil duduklah seorang laki-laki tua dengan raut yang lelah karena telah bekerja seharian dikebun beliau adalah bapak dari mereka,mereka memanggil nya dengan sebutan abah,abah adalah seorang petani yang setiap hari berkebun dan dengan hasil kebun tersebut lah untuk menafkahi keluarganya.
dan mereka sudah mengetahui tugas apa yang telah menunggunya tanpa diperintah oleh abah karena itu mereka lakukan setiap hari.
mereka masukan semua sayur dan buah yang berserakan kedalam karung yang dibawanya lalu setelah semua penuh mereka pun bergegas pergi untuk berkeliling menjajakan hasil panen tsb sungguh tidak ada perasaan malu atau rawut wajah sedih yang mereka tampakan,uang hasil dari penjualan itu akan segera diberikan ke ibu dirumah betapa senang rasanya.
sejauh ini cerita hidupnya memang biasa dan seolah tidak ada kesedihan apapun namun angel dan ke empat saudaranya terlahir dari orang tua yang saling bertolak belakang.
Seorang bapak yang sangat keras kepala, arogan dan juga cuek tetapi abah itu bertanggung jawab dan pekerja keras,sedangkan ibu adalah seorang wanita yg begitu banyak bicara,sedikit arogan namun beliau adalah seorang ibu yang baik dan sabar.
kesedihan yang angel rasakan begitu juga dengan kaka dan ke tiga adiknya adalah setiap harinya mereka dihadapkan dengan pertengkaran orang tua mereka,bahkan mereka harus melihat ibu nya dipukuli oleh abah,mereka tidak tau hal apa yang membuat mereka bertengkar setiap hari?mereka hanya bisa duduk menangis sesekali berteriak dan memeluk tubuh ibu untuk melindunginya dari pukulan abah,dan suara tangisan adik-adik yang begitu histeris karena ketakutan,sungguh masa kecil yang pahit dan menyisakan banyak trauma bukan?begitu pun bagi mereka,selain harus terima bahwa mereka terlahir dengan kehidupan yang sangat sederhana mereka juga harus terima hal yang pahit dengan pertengkaran orangtua mereka dan dibenak mereka abah itu sangat jahat dan kejam.
Hari terus berjalan sampai mereka dewasa,dan waktu pun yang membawa keluarga mereka memutuskan untuk pergi merantau keluar dari kampung halaman mereka dan rumah bilik yang penuh dengan kenangan itu kesebuah kota yang akan memberi banyak kenangan dan pelajaran hidup.
angel berharap kehidupannya akan jauh lebih baik dan ia pun berharap luka dan trauma selama ini bisa menghilang tidak lagi melihat kedua orangtua nya bertengkar,dipertemukan dengan orang lain yang menolong keluarganya,tidak lama hari itu abah diberikan pekerjaan menjadi seorang keamanan di sebuah pasar rasanya bahagia sekali semoga untuk kedepan nya akan selalu baik (harapan mereka).
Namun kebahagiaan itu tdk selalu sesuai dengan harapan pertengkaran itu terjadi lagi dan terus terjadi setiap harinya.
bahkan ia berfikir bahwa selama hidupnya akan selalu melihat hal buruk itu,angel selalu meminta kepada tuhan "Ya tuhan cukupkanlah pertengkaran diantara mereka kedua orangtua saya,tapi jika memang akan terus seperti itu saya mohon cukup saya saja yang diberikan trauma ini jangan terjadi dengan kaka dan ketiga adik-adik saya kasihan mereka adik-adik saya masi terlalu kecil untuk menerima ini semua"
Hari demi hari angel tidak juga melihat kedua orangtu nya itu akur layaknya seperti orangtua lain saling menyayangi,sampai membuat nya bingung apa yang membuat mereka bertengkar dan apa yang membuat mereka bertahan.
kebencian itu pun semakin hari semakin besar kepada sikap arogan abah ia pun tidak segan untuk memarahi abah untuk tidak lagi memukuli ibu tetapi hal itu pun tidak sama sekali didengar oleh abah tetap saja arogan dan membuat angel berselisih paham dengan abah.
Suatu hari angel memutuskan untuk keluar dari tempat tinggal yang disewa bersama dengan keluarga nya itu karena ia sudah tidak tahan lagi melihat semua itu, berbeda dengan sang kaka, kaka memang sangat cuek dan berusaha tidak memikirkan nya atau mungkin kaka pun sudah lelah melihat semua itu namun kaka sembunyikan kesedihan itu,kaka pergi meninggalkan rumah setelah lulus sekolah dan bekerja lalu kaka memutuskan untuk kost.
hanya sesekali angel pulang untuk menemui ibu dan adik-adik karena rasa benci dan marah kepada abah belum bisa hilang dari benaknya meskipun sudah berlalu.
Meskipun begitu banyak kesedihan yang angel alami dan kebencian kepada abah tetapi ia tidak pernah melewatkan untuk selalu mendoakan terutama untuk kedua orang tuanya.
Tuhan memang baik sangat baik saat begitu banyak kesedihan yang diturunkan namun ada juga kebahagiaan-kebahagiaan yang luar biasa angel dapatkan. adalah seorang laki-laki baik dan sederhana yg datang yg tuhan kirim dan laki-laki itu begitu sangat menyayangi nya hingga suatu saat mereka memutuskan untuk menikah,tetapi angel bingung dengan keadaan keluarganya bukan karena malu terlihat miskin tetapi karena sikap abah yang arogan karena itu selama angel bertemu dengan laki-laki tsb tidak ada perkenalan dengan kedua orangtua nya sampai hari lamaran tiba akhirnya angel memutuskan untuk berbicara dengan ibu dan abah bersyukur mungkin saat itu tuhan sedang memberikan hidayah untuk hati abah dan abah pun bersedia menerima lamaran itu.
mereka pun menikah dengan sederhana namun tepat sekali dihari pernikahan itu abah menunjukan kembali sikap yang tidak baik kali ini bukan bertengkar dengan ibu tetapi kepada keluarga barunya orang tua dari laki-laki yang menjadi suaminya tsb.
alasan yang membuatnya marah adalah karena orangtua laki-laki tsb tidak membawa apa yang di inginkan abah.
sungguh hal yang memalukan bukan?angel pun sangat malu dan terpukul tetapi angel yakin bahwa itu adalah ujian pertama dalam hidupnya setelah menikah.
abah pergi meninggalkan nya sedangkan acara tsb belum usai namun angel berusaha untuk tetap terlihat bahagia karena masih ada ibu adik-adik kaka dan keluarga lain nya yang begitu sangat memberikan semangat untuk tidak menangis dihari bahagia tsb.
angel memutuskan setelah menikah ia tinggal bersama dengan sang suami tetapi ia akan tetap mengunjungi ibu dan juga adik-adik nya karena ia sangat menyayangi mereka.
Hari bulan dan tahun pun terus berlalu sampai angel dikaruniai seorang putri kecil namun tetap saja abah tidak pernah mau tau apapun tentang angel seolah membuang nya atau menganggap nya telah tiada, tapi angel menerimanya dengan lapang dada baginya masih ada tuhan yang selalu menolong nya masih ada suami yang mencintainya dan masih ada ibu kaka juga adik-adik yang ia sayangi.
Sampai suatu hari kabar mengejutkan pun datang dari kaka bahwa abah jatuh sakit meskipun kaka juga membenci abah tapi kaka masih berkomunikasi dengan abah meskipun tidak setiap saat,yang lebih mengejutkan abah tinggal sendiri digubuk kecil yang bisa dikatakan sangat tidak layak karena gubuk tsb berdekatan dengan tempat pembuangan sampah tempat tinggal itu diberikan secara sukarela oleh orang lain,setelah ibu memutuskan untuk pisah rumah dengan abah dan tinggal bersama adik-adik simple alasan ibuk hanya ingin hidup tenang tanpa ribut.
sangat sedih mengetahui hal itu namun belum ada sedikitpun pintu hati angel terbuka untuk menemui abah karena trauma itu masih melekat dibenaknya,meskipun begitu jauh dari hati kecil angel selalu mendoakan "agar tuhan sembuhkan semua sakitnya dan sehatkan kembali abah seperti sediakala".
Ibu memutuskan untuk kembali tinggal dikampung halaman bersama adik bungsu,dan adik kedua adik tetap tinggal di sebuah kost kecil untuk melanjutkan sekolah mereka,
sesekali abah pun tinggal bersamanya untuk menumpang tidur ,apalagi saat hujan turun karena gubuk yang ditempati oleh abah sangat tidak layak ditempati genteng yang sudah rapuh dan bocor.
Setiap kabar apapun yang angel terima tentang abah dan keadaan abah ia masih saja enggan untuk menemui nya tapi angel selalu berharap agar tuhan buka pintu hatinya untuk bisa melupakan semua hal-hal pahit yg ia terima itu mungkin saja tuhan berikan abah sakit itu suatu bentuk teguran agar abah sadar dan jadi lebih baik di sisa hari tua nya (fikirnya).
Hari itu malam saat buka ponsel ada sebuah pesan yang mengejutkan dikirim kaka begitu juga dgn sebuah photo kake tua yang terbaring lemah tidur dilantai hanya beralas karpet hati nya sedih sangat sedih semua bercampur menjadi satu begitupun dengan pertanyaan-pertanyaan "kenapa abah tidak menjadi baik sajah? kenapa abah tidak membuang semua sikap arogan itu? kenapa abah selalu keras kepala? pasti semua ini tidak akan seperti ini dan kenapa saya tidak berusaha membuka hati saya untuk memaafhkannya menghilangkan semua rasa benci itu membuang egois itu" angel berniat untuk menemui abah ada satu keinginan hati kecil nya yaitu meminta maafh dan mencuci kedua kaki abah juga ikhlas memaafhkan abah agar abah bisa sembuh seperti sediakala .
Keesokan hari ia pun dengan penuh rasa sangat sedih menemui abah dan sesampai ditempat kost adik ,terlihat lah seorang kake tua dengan badan yang kurus rambut putih dan lusuh duduk termenung dengan pandangan kosong tanpa kata yah beliau adalah abah,dan entah apa yang akan ia katakan ia hanya menangis melihat abah namun sepertinya abah tidak begitu mengenalinya karena sudah begitu lama tidak bertemu dan mungkin abah sedikit pikun karena usia.
lalu angel mendekati abah duduk disamping abah kemudian ia cium kedua tangan abah namun abah masi terlihat bingung seperti belum mengenal nya
lalu angel mulai berbincang setelah itu abah baru sadar dan menangis dan angel pun memeluknya tanpa sedikitpun rasa benci atau marah,angel tepati janji nya mencuci kedua kaki abah dan memaafhkan semua kesalahan abah begitu juga dengan abah memaafhkan kesalahan putri nya tsb.
angel katakan kepada abah untuk berjanji pulang kekampung halaman dan tinggal bersama ibu karena keadaan abah sangat memprihatinkan dan abah pun berjanji akan tinggal dikampung halaman bersama ibu.
Setelah beberapa hari ibu pun bersedia merawat kepulangan abah tsb,angel pun mengunjungi abah setiap hari kerumah ibu untuk sekedar menyuapi memberikan obat memijat dan sedikit menghibur nya namun keadaan abah semakin hari pun semakin memburuk abah pun selalu bersikeras untuk tidak dirawat di rumah sakit abah hanya ingin di rawat secara tradisional atau diterapis karena abah mengalami sakit stroke sebagian tubuh beliau tidak dapat bergerak angel dan kaka pun menuruti kemauan abah, ia katakan kepada tuhan "tuhan saya tidak mengeluh jika harus merawatnya karena itu memang sudah menjadi tugas saya seorang anak untuk merawat orang tua dan saya pun ikhlas jika memang besok atau lusa engkau ambil abah karena itupun memang sudah takdir dari mu saya ikhlas saya tidak sanggup melihat abah merasakan kesakitan itu tapi kalau boleh saya minta tolong sembuhkan abah ".
Pagi itu langit begitu mendung hujan pun tak kunjung berhenti padahal ia harus pergi kerumah ibu untuk menemui abah seperti setiap hari yang ia lakukan tetapi hari itu sangat menyebalkan baginya karena terhalang oleh hujan ia harus menunda kepergiannya hatinya begitu penuh cemas dan khawatir entah ada apa ia berharap "semoga semua baik-baik saja".
tepat pukul 13.00 siang tlp pun berdering beberapa kali saat itu ia terima kabar dari adik sepupu bahwa abah telah pergi untuk selamanya (meninggal) tidak ada lagi kata yg bisa di ucapkan seolah semuanya gelap dan hancur ingin rasanya ia teriak namun itu semua tidak akan bisa mengembalikan yang telah diambil tuhan.
tiba dirumah ibu,angel melihat abah yang terbaring kaku dengan wajah yang begitu ikhlas pergi meninggalkan kami semua tidak ada lagi kata-kata yang bisa angel katakan, yang ia sesalkan adalah ia tidak ada disamping abah saat abah menghembuskan nafas terakhirnya.
angel ibu kaka dan adik-adiknya menghantarkan ketempat peristirahatan terakhir abah " abah sekarang sudah tenang sudah tidak lagi merasakan sakit semoga tuhan ampuni segala dosa-dosa abah saya akan selalu mendoakan setiap saat selamat jalan abah".
angel pun pulang dengan langkah yang berat baginya tidak berarti lagi menyesali setiap kesalahan-kesalahan itu semua tidak lagi berguna apapun yang terjadi dalam hidupnya akan selalu ia ingat dan akan ia jadikan pelajaran yang sangat berharga dalam hidup nya,menyesal bukan lah cara yang baik dan itu tidak akan pernah bisa mengembalikan yang telah pergi.
-Tamat-