Bab 1: Adik yang Tidak di Harapkan
Alena gadis cantik dan mandiri berumur 3 thn yang terlahir di keluarga ternama dengan hidupnya yang selalu bahagia. Pak Marco yaitu Papa Alena yang mempunyai perusahaan cukup besar yang di mulai bersama, akibat kerja kerasnya dan dukungan dari istrinya (Mama Alena) perusahaan tersebut berkembang pesat hingga melakukan kerja sama dengan perusahaan besar lainnya. Papa Alena berjanji setia kepada Mama Alena dan tidak akan meninggalkan Mama Alena karena perusahaan ini terbangun dari warisan keluarga Mama Alena, meskipun begitu perusahaan tersebut atas nama suaminya yaitu Pak Marco. Janji untuk setia kepada Mama Alena itu ternyata hanya omongan belaka. Awal bulan September Pak Marco dinas di luar kota dan semua itu mulai berubah.
Jihan sekertaris Pak Marco, seorang janda yang juga merupakan sahabat Mamanya Alena dari kecil. Jihan selalu merasa hidup Mama Alena lebih beruntung dan hidupnya selalu kurang, Jihan mulai mengincar Pak Marco dan tidak memperdulikan jika itu suami dari sahabatnya sendiri, padahal posisi sekertaris itu di peroleh dari bantuan Mama Alena. Jihan mulai mencuri perhatian ke Pak Marco saat bekerja,mereka selalu bersama saat bekerja dan mereka memulai melakukan hubungan gelap di belakang Mama Alena. Hubungan tersebut terjalin cukup lama hingga Pak Marco dan Jihan saling mencintai. Mama Alena yang tidak berprasangka buruk terhadap sahabatnya mengakibatkan perselingkuhan jihan dan Pak Marco menghasilkan anak yang tidak di ketahui Mama Alena. Setalah kandungan Jihan 4 bulan, Jihan meminta pak Marco untuk menikahinya agar anak nya mendapat sosok ayah dan akan mendapat sebagian harta dari pak Marco. Pak Marco yang di butakan cintanya kepada Jihan dan sudah bosan terhadap rumah tangganya dengan Mama Alena tidak menyadari jika Jihan akan menggunakan anak nya untuk mengambil hartanya kelak.
Pada malam harinya Pak Marco langsung meminta ijin kepada Mama Alena untuk menikah dengan Jihan dan mengamcam menceraikannya jika tidak di perbolehkan menikah dengan Jihan. Mama Alena yang tidak percaya ternyata sahabatnya yang selalu bersama dengannya tega melakukan hubungan di belakang dengan suaminya sendiri itu menangis sesegukan sambil mengatakan "kenapa kamu tega melakukan hubungan di belakangku dengan sahabatku sendiri. Apa kamu tidak sadar kamu sudah beristri dan mempunyai anak perempuan?". Pak Marco yang mengetahui kesalahannya itu diam tidak mengatakan sepatah kata pun meskipun begitu keputusan Pak Marco sudah bulat untuk menikahi Jihan dan langsung meninggalkan Mama Alena yang masih menangis.
Mama Alena yang sangat mencintai suaminya dan memikirkan masa depan Alena jika suaminya menceraikannya itu pun tak berdaya dan membiarkan suaminya menikah dengan Jihan. Paginya Jihan berada di rumahnya sambil mencoba gaun pengantin menatap Mama Alena dengan sinis mengangkat sebelah ujung mulutnya seolah merasa menang telah mengambil suaminya, Mama Alena yang hatinya sudah amat kesal itu pun langsung menjabak rambut jihan sekuat-kuatnya dan memakinya. Nasip-nya saat Mama Alena memaki Jihan di ketahui oleh suaminya segera suaminya menuju ke arahnya dan menampar Mama Alena hingga terjatuh. Jihan menambah panas suasana itu, membakar amarah sang suami dengan menambah-nambah omongan kalau Mama Alena mau mencoba menggugurkan kandungannya. Pak Marco yang sudah tenggelam dalam amarah mencekik Mama Alena dan memperingatkannya "jika terjadi apa-apa pada kandungan jihan aku gak segan-segan menceraikanmu" Mama Alena yang hanya diam dan melihat suaminya pergi meninggalkan ruangan itu dengan Jihan.
Setelah 4 bulan menikah Jihan periksa kandungan dan usg di temani Pak Marco. Setelah di usg ternyata jenis kelaminnya laki-laki. Pak Marco sangat senang karena dengan anak laki-laki dia mendapatkan pewaris dan penerus nantinya. Di kantor Pak Marco membagikan bonus kepada karyawannya untuk merayakan akan adanya kehadiran anak laki-laki. Jihan pun di sanjung oleh karyawan-karyawan Pak Marco mengatakan jika dia beruntung sekali menjadi istri Pak Marco yang selalu di rayakan berbeda dengan istri pertamanya Pak Marco yang selalu di sembunyikan di hadapan publik karena tidak bisa merawat diri hingga seperti gembel jalanan.
Kelahiran anak laki-laki menambah rasa cintanya kepada Jihan. Dan apapun yang di lakukan Mama Alena di mata Pak Marco selalu salah. Anak laki-laki dari Jihan itu di beri nama Axel. Alena yang masih kecil ikut senang atas kehadiran adik laki-lakinya. Ternyata kehadiran axel mulai membuat Pak Marco pilih kasih terhadap Alena. Dalam pikiran Pak Marco yang kuno anak laki-laki adalah segalanya di banding perempuan.
Bab 2: Supir itu Adalah Belahan Hatiku
Axel yang selalu di manja papanya menjadi anak yang nakal dan suka bergantung. Axel selalu bertengkar dengan temannya, pada suatu hari Jihan di panggil guru axel karena axel bertengkar dengan temnanya sampai temannya tersebut masuk rumah sakit. Saking panik nya terhadap Axel, Jihan pun mengebut saat berkendara. Jihan tidak terlalu bisa mengendarai mobil sampai saat mengebut Jihan hilang kendali dan menabrak pohon besar. Setelah Pak Marco mengetahui kalau Jihan masuk rumah sakit karena kecelakaan mobil pun meninggalkan perusahaan dan bergegas ke rumah sakit melihat kondisi Jihan.
Saat keluar dari kamar Jihan setelah melihat kondisinya, Pak Marco menabrak seorang pemuda berumur sekitar 25 thn di lorong rumah sakit. Pak Marco melihat pemuda tersebut yang kebingungan, ternyata papa pemuda tersebut koma dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Pak Marco yang kasihan memberikan bantuan dengan memberikan sejumlah uang besar yang bersyarat pemuda itu harus menjadi supir bagi Jihan yang mengantarkan Jihan kemanapun Jihan mau. Dengan senang hati pemuda itu mengiyakan syarat menjadi supir pribadi Jihan. Setelah Jihan pulang dari rumah sakit, pemuda itupun ikut tinggal di rumah Pak Marco dengan identitas supir pribadi Jihan.
Ternyata pemuda itu dulu kakak kelas Alena. Alena mengingat pemuda itu karena dulu dia sempet membantu Alena saat Alena di bully temannya, Alena langsung menyapanya pemuda itu "kak Cais ya? Kakak ngapain kesini?" Tanya Alena. Ternyata nama pemuda itu Cais nama yang pemberani yang memiliki wajah rupawan. Cais menjelaskan jika dia sekarang menjadi supir pribadi keluarganya. Dunia begitu sempit, dulu Cais menolong Alena yang di bully karena Cais jatuh cinta kepada Alena si gadis berhati tulus dan cantik. Di sekolahnya Alena cerita mamanya selalu mensupport apa yang di lakukan Alena dan mendapatkan juara satu hingga beasiswa. Cinta yang hilang itu bersemi kembali, dan Cais mulai mencuri perhatian lagi ke Alena saat waktu dia gak menyopir.
Alena menyadari Cais menyukainya, Alena tidak keberatan di dekati seorang supir karena Alena tau kalo Cais itu memiliki sifat bekerja keras, Alena yakin hidupnya nanti lebih baik dari sekarang. Gak kerasa Alena menjalani hubungan diam-diam dengan Cais seorang sopir pribadi milik keluarganya itu. Cepat maupun lambat semuanya bakal kebongkar. Setelah tau hubungan Alena dan Cais papa mya tidak merestuinya, tetapi Alena tetap kekeh pada pilihnya dan tetap melanjutkan hubungan dengan sopir. Hubungan Alena dan Cais berjalan xukup lama, Cais pun meyakinkan Alena jika Cais akan bekerja keras agar mendapatkan restu dari Pak Marco supaya bisa menikah dengan Alena. Cais memberi cincin kepada Alena untuk bukti jika dia akan mengupayakan mendapat restu dari Pak Marco, Alena pun senang sekali saat mendengar Cais mau bekerja keras untuk mendapatkan restu dari papanya.
Hari yang di tunggu-tunggu Alena yaitu hari kelulusan sekolah tinggal 2 hari lagi. Alena sangat senang karena dia bakal kuliah di Universitas ternama denngan beasiswanya, karena dia tau bahwa papa nya tidak terlalu mendukungnya dan hanya mendukung Axel saja. Begitu sialnya 1 hari sebelum hari kelulusan Mama Alena jatuh dari tangga hingga koma, perasaan Alena campur aduk antara senang dan sedih karna jika mamanya tidak bangun besok hari kelulusannya Alena bakal sendiri, karena papanya sudah tidak mau tau apa yang di lakukan Alena karena pengaruh dari Jihan. Dan benar saja Mama Alena masih koma, pada hari yang sangat di nantinya hanya ada Cais yang menemaninya. Pada hari itu Alena menangis karena hanya Cais yang datang dan papanya tidak datang.
Alena sudah tidak mau memikirkannya dan mau merayakan hari kelulusannya, tapi telpon gengam Alena berbunyi. Ternyata telpon dari papa, Alena sempat berpikir papanya akan memberikan selamat kepada Alena tapi ternyata itu hanya pemikiran Alena belaka. Papa Alena telpon memberitahunya untuk menyuruhnya segera pulang karena kata papanya ada hal serius yang harus di bicarakan. Alena berpikir bahwa mamanya terjadi apa-apa, jadi Alena bergegas untuk pulang. Sesampainya di rumah Alena langsung bertanya ada masalah apa, ternyata Axel menabrak anak kecil sampai tewas dan kira-kira hukumannya 4 thn di penjara. Alena sempat bingung, apa hubungannya dengannya bukankah mereka juga bodo amat dengan hidup Alena. Yang membuat Alena kaget, papanya menyuruhnya sebagai sanksi dan mengatakan bahwa yang menabrak anak itu bukan Axel tetapi Cais. Alena tertegun sejenak, dan Alena benar saja tidak mau melakukannya. Karena papanya sudah menduga Alena tidak mau melakukannya, di bantu oleh Jihan papa Alena mengancam jika Alena harus memilih salah satu yaitu Cais apa nyawa Mama Alena sambil menyodongkan pisau ke arah leher Mama Alena yang masih koma.
Paginya Cais di bawa ke pengadilan untuk menjadi tersangka, tetapi Cais dengan wajah tenang percaya bahwa Alena tidak akan menghianatinya. Tetapi Alena tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan ibunya, jadi Alena mengatakan jika pelakunya adalah Cais.
Cais tertegun sejenak melihat Alena mengatakan bahwa dirinya yang menabrak anak kecil tersebut, padahal dirinya berada di sekolah Alena merayakan hari kelulusannya. Cais marah membuang cincin yang sama di pakai Alena pertanda dia telah memutuskan hubungan dengan Alena. Alena hanya terdiam dan menangis tersedu-sedu tidak ada jalan keluar untuk dua manusia yang sangat dia sayangi, Cais di bawa oleh polisi dan Alena memungut cincin yang di lempar oleh kekasih hatinya sambil bergumam meminta maaf kepada Cais
Bab 3: Kembalilah Kepadaku
Cais di penjara 4 thn, di dalam penjara sialnya Cais mendapat teman penjara yang jahat. Cais hampir mati menjadi samsak bagi mereka. Cais menyimpan dendam dalam dirinya untuk Alena yang menghianatinya. Setelah 4 thn Di penjara, Cais di bebaskan. Ternyata Cais adalah orang berada dia adalah CEO yang mendominasi kota tinggal Alena tersebut, Cais menyamar menjadi orang susah agar bisa bersama Alena. Sekarang Alena tidak melanjutkan sekolahnya di universitas, tetapi bekerja di cabang perusahaan milik Cais. Setelah menghianati Cais dan mamanya tersadar dari koma, Mama Alena minta pisah karena ternyata Mama Alena jatuh dari tangga sebab di dorong oleh Jihan. Sekarang Alena yang menghidupi mamanya dan tinggal di rumah yang sanngat sederhana. Setelah Cais mengetahui bahwa Alena berkerja di cabang perusahaanya, Cais selalumembuat Alena susah dalam bekerja untuk menuntut balas dendam yang Cais terima 4 thn lalu. Cais menyulitkan Alena bekerja dan memblokir Alena di perusahaan manapun, hingga Alena bekerja sebagai pengantar minuman di klub malam. Sialnya saat Alena bekerja pas-pasan ada Cais di klub itu, dan Cais menghina Alena di depan teman-temannya itu. Meskipun begitu Alena tidak marah, bagaimanapun juga dulu dia yang memasukkan Cais ke dalam penjara hingga mau mati. Alena senang sekarang Cais menjadi nomer 1 di kota CEO termuda dan terkaya. Alena tidak ada niat untuk balikan dengan Cais, Alena merasa tidak pantas di sandingkan oleh Cais yang sekarang dan tentunya Cais sangat membenci Alena pikirnya. Meskipun mulutnya Cais bilang dia sangat membenci Alena tetapi di hatinya masih terdapat Alena. Cais tidak membiarkan siapapun memalukannya kecuali dirinya, hati Cais sakit hati telah di hianati tetapi Cais tidak bisa melupakannya.
Hingga Mamanya Alena tau jika Alena di tindas Cais, Mama Alena langsung bertemu kepada Cais menceritakan semuanya yang benar terjadi. Saat Mamanya Alena bersujud meminta maaf dan menceritakannya apa yang terjadi Cais memotongnya memberitahunya bahwa dia hampir mati di dalam penjara. Mama Alena tetap meminta maaf untuk memaaf kan Alena agar Alena tidak di persulit hidupnya karena Alena yang mencari nafkah bagi dirinya. Lalu Mamanya Alena berharap agar Cais tidak menyulitkannya dan dia pun pergi dari kantor Cais
Cais memikirkan perkataan Mamanya Alena, tetapi dia bingung kenapa Alena tidak bicara soal ini. Cais membuka laci meja kantor Alena dan mendapatkan buku diary milik Alena. Ternyata benar yang di ceritakan Mamanya Alena bahwa dia dulu menyelamatkan nyawa Mamanya.
Cais langsung meminta bahawannya untuk menemukan kebusukan dari Pak Marco (Papanya Alena) dan menemukan menggelapan dana dan wanita wanita korban Axel. Cais langsung melaporkannya ke pihak yang berwajib dan meminta menghukum mereka seberat-beratnya. Lalu Cais mencari Alena bahwa dia tau hatinya hanya untuk Alena, dan benar saja Alena di temukan demam di pinggir sungai sambil memanggil nama Cais. Di situpun Cais langsung menggendong Alena membawanya ke rumah sakit, setelah Alena sadar, Cais meminta maaf atas yang di lakukannya dan meminta dia kembali di sisinya. Alena tidak menjawab dia bingung apa yang harus dia katakan, dimana dia telah menghianati Cais dan kesalahan itu belum hilang dalam ingatan Alena. Tetapi Cais berusah payah menyakinkan tidak akan terjadi apa-apa kedepannya, dan Alena pun menggangguk tanda setuju. Akhirnya Cais dan Alena bersatu selamanya....