Seorang pria pembuat tato tersakiti menjadi berandalan lalu mencintai wanita sholeh
Delon, sini cepat aku ingin bicara!! Nada Siska membentak , iya sayang kenapa kamu marah, tanya delon sambil mematikan kompor nya yang sedang memasak sup lalu menghampiri Siska yang berdiri di depan kamar, dengar gaji mu keluar besok jadi aku akan belanja besok barang-barang ku sudah pada habis, ujar Siska ke delon, tapi sayang kamu baru saja belajar minggu lalu, masa sudah habis saja, lagi pula kita harus menabung untuk membuat usaha sayang sudah 2 tahun kita bersama aku ingin membuat hidup mu lebih baik, ujar delon mengusap tangan Siska dengan lembut,tidak aku tidak mau ada tas brendit yang aku ingin kan, aku ingin memamerkan nya keteman-teman ku jawab Siska sambil menepis tangganya dengan kesal, dengan menghela napas berat delon pun mengiyakannya sambil menganggu dan pergi kedapur, melanjutkan masakan nya.
Besok pagi nya delon pergi kerja di warkop tato terbesar di terbesar di kota nya, dia menjadi lider di warkop tato itu membuat kerja nya menjadi pengawas rekan kerja nya yang lain dan memperbaiki tato yang salah, jadi dia punya banyak waktu untuk belanja diluar.
Delon di ruangan ku sebentar, ujar pak bos, iya bos sebentar saya sedang memperbaiki pola tato nya dulu sambil menulis ke rekan kerja nya untuk melanjutkan perkerjaan nya, Delon pun beranjak pergi dari kursi dan menuju ke ruang kerja bos nya,lalu duduk dikursi, iya ada apa ya bos memanggil saya,ujar Delon, saya ingin memberikan kamu gaji dan bonus karena kamu kerja begitu sangat baik minggu ini, ujar bos nya sambil menyodorkan ampok putih, Terima kasih bos jawab Delon, sambil senyum dan keluar ruangan berlari keluar menuju pulang ke rumah