terdengar suara keciprat air hujan dari arah utara jimine! ia menoleh pelan sambil sesekali memutar tangkai bungai mawar yang masih menguncup.
tawa dari tae membuat jimine terkejut dan membuatnya kembali menoleh ke sebelah selatannya.
' hai jimin!' sapa jin yang membuat jimine kembali terkejut, ' ahhh! hyung! ada apa?' cicit jimine yang sudah bisa mengatur napasnya. ' gk papa cuman mampir sebentar! suga bilang kau sakit?' jelas jin di sambung dengan pertanyaannya.
' ahh! gk kok cuma demam, tadi tae ke sini juga?' tanya jimine sambil mencari keberadaan tae, ' iya tae tadi maksa ikut, padahal joon sudah bilang jangan , yah begitulah! ' mendengar itu jimine hanya tersenyum penuh misteri.
' ah! y sudah lah, kalo kamu sudah baikan nih! ambil jangan sampe ilang, soalnya nanti ada yang dateng ke sini lagi jenguk kamu!' jelas jin sambil memberi mawar hijau yang ia dapat di gurun. jimine menerimanya dan kembali tersenyum.
' makasih hyung! hyung baik baik di sana ya!' ucap jimine sambil melihat langit yang mulai sedikit cerah. ' iya! yuk tae, udah main airnya!' titah jin yang langsung buat tae mengikuti jin di belakangnya.
' da jimine! besok aku ke sini lagi kok!' pamit tae sambil melambaikan tangannya. jimine kembali tersenyum dan kembali termenung lagi setelah kepergian tae dan jin.
:
:
:
' jimine!' panggil suara serak khas yang sering di dengar jimine saat ia masih berada di sana. ' iya ! ada apa?' tanya balik jimine, sambil tetap memegang tangkai bunga mawar yang di beri jin dan tae kemarin. ' kamu, di sini ya, nih bunga dariku, kemarin hyung dan tae kan sudah ke sini! jadi sekarang gantian kita!' ucap lelaki satunya.
' ah hyung, makasih, jadi 4 bungaku, hyung sudah makan?' tanya jimine sambil melihat j hope dan suga yang sedang berdiri di depannya. ' iya udah kok! kamu makan yang banyak, nanti sakit lagi!' marah suga sambil menyentil gemas dahi jimine.
' iya hyung, makasih udah khawatir!' ucap jimine yang kembali menampilkan senyum misterinya.
" hmm ya! ya udah kita pamit besok, kalo sempet aku sini lagi!' pamit suga melambaikan tangannya.
suga dan j hope sudah pergi, dan jimine kembali termenung.
:
:
:
' ya pabo!' teriak seseorang lagi yang langsung bisa di kenali jimine. ' haish! jangan seperti itu jk! jaga sikap!' marah joon sambil menepuk pelan pundak jk. ' aaa! maaf hyung, tadi cuma bercanda!' ucap jk sambil sedikit menundukan kepalanya.
' iya gk papa! hai jimine! ngapain aja? gk makan?' tanya rm yang sudah fokus pada jimine . ' hai hyung! udah makan tadi! hyung sendiri?' tanya balik jimine sambil memegang 4 tangkai bunga mawar hijau.
' udah sama mereka tadi!' jelas joon sambil menepuk pundak jk lagi. ' y udah nih kita tambahin bunganya! jaga baik baik ya!' jelas joon sambil memberi 2 tangkai mawar hijau pada jimine.
' iya hyung makasih!' joon dan jk hanya tersenyum lalu pamit tuk pergi. ' y udah kita pergi ya! jaga diri!' pamit joon sambil melambai pada jimine.
' da! mochi, duluan ya! ati ati sama durinya bye bye! besok kita semua ke sini bareng bareng lagi kok! kalo di bolehin ya' pamit jk yang sudah hampir tak terlihat jimine.
:
:
:
mawar hijau? tanya jimine pada dirinya sendiri, apa maksudnya?' gumamnya sambil memutar mutar 6 tangkai mawar yang ia pegang.
saat ia masih fokus akan melihat mawar itu tiba tiba ada 6 suara mengejutkannya dari arah belakang.
' iya! baru 6 kan! seru mereka berbarengan, jimine melihat mereka dengan bertanya tanya maksudnya lebih jelas bagaimana? ' iya 6 ! jadi.... !' mereka ber 6 benar benar di buat jimine tertawa. ' jadi makan saja!' celetuk jk sambil menepuk pundak tae yang ada di sampingnya.
' iya makan aja!' imbuh tae, ' masa? di makan ? kan beracun, hijau lagi!' jimine menatap ngeri bunga yang ia pegang. ' ya udah gk usah di makan! siniin!' ujar suga sambil meminta 6 tangkai bunga itu.
' mau di apain?' batin jimine heran. ' gk aku apa apain kok, cuma di giniin!' suga lalu merubah ke 6 tangkai tadi menjadi satu sekaligus merubah warnanya menjadi putih bersih.
" nih pegang!' tutur suga sambil memberi 1 tangkai bunga mawar putih tadi. jimine pun memegangnya rapat rapat dan bum.
tiba tiba tubuhnya terangkangkat dan baju yang tadinya berwarna hitam pekat berubah menjadi putih bersih.
' a.. aku udah di izinin?' tanya jimine tak percaya sambil melihat ke arah 6 keluarganya. ' ya begitulah! yuk!' ajak mereka serentak sambil mengenggam tangan jimine.
:
:
:
mereka pun bersama sama , melangkah lebih jauh tuk mengajak dan mengapai tangan tangan orang yang ingin tau cara menghargai diri sendiri, dan lebih mencintai keluarganya.
# eaaaA
happy read guys
boraheee dari aku 💜💜💜💜💜