Keberangkatan sudah disiapkan
3 sekawan berencana pergi untuk libur semester ketempat desa nene cici berada .
Tempat yang indah dan asri terdapat dalam bayangan anak anak kota itu .
"Lama banget sih si ian... , ci rumah nene lu udah deket kan? "
Andra mulai begitu kesal dengan perjalanan ini yang begitu jauh
Dia terus mengomel kepada teman nya menolak untuk singgah ke supermarket terlebih dahulu
Tapi kedua teman nya lebih setuju untuk singgah terlebih dahulu
Yang pada akhirnya mau tak mau andra mengikuti suara yang lebih banyak .
Didekat pintu supermarket pian telah keluar membawa banyak belanjaan ,
Muka puas nampak dalam muka si andra, Sedangkan cici
"Malah senyum bukanya bantuin tuh si pian, lu kan kata nya pengen buru buru nyampe "
Setelah mendengar omelan Cici,Andra langsung bergerak dengan cepat membantu pian membawa belanjaan dan memasukan nya langsung kedalam mobil.
"Mana ni ci ko belum nyampe aja "
"Bentar lagi "
Gapura besar bertuliskan Selamat datang telah nampak
Melalui jalan kecil perkampungan dengan ditunjukan oleh cici andra sedikit kebingungan . Jalan nya belikak likuk
dan tampak di mata andra rumah yang dilewati nya bentuk nya sama
"Jalan nya bener ga si ini ci ? Dari tadi perasaan cuman muter muter doang "
"Bener elahh "
Dijalanan itu sendiri cukup sepi , rumah rumah yang berjejer sepanjang jalan lampu nya terlihat mati .
Selang beberapa jalan yang dilewati
Mereka sampai kerumah nene cici.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam
Rumah nene cici terlihat begitu sepi
Cici mencoba memanggil manggil nene nya dari luar tapi tampak nene cici mungkin masih tidur . Beberapa kali cici terus lakukan teriakan memanggil tapi tidak ada jawaban sama sekali .
Ini sedikit membuat cici kesal
Terlukis dari wajah yang sedikit cemberut murung.
Cici mulai kehabisan sabar menggedor gedor pintu rumah
"Ci jangan berisik banget nanti ngeganggu tetangga kan ga enak "
Andra pun ikut setuju dengan ucapan si pian dengan tidak terlalu berisik
"Terus gimanaaa? , kita mau tidur diluar ?
Ini tuh kita udah didepan rumah masa malah tidur nya diluar , bodo amat ama tetangga gausah dipikirin. "
Cici begitu ngotot kepada teman teman nya, tak ada yang membalas ucapan cici
Hanya terdengar suara helaan dari keduanya
"Ha... "
Menunggu terus..., cici tak ada habis nya menggendor pintu sampai berteriak,
Tapi tak ada sautan sama sekali .
Terlintas sedikit dalam pikiran pian ada yang aneh...
Andra yang terlihat sedang beristirahat dikursi dihampiri pian
"Ndra lu ngerasa ada yang aneh ga sih? "
"... "
Sedikit jeda
Andra memberikan jawaban hanya dengan menggelengkan kepala .
Mencoba bertanya saat ini sangat sulit terlihat andra sangat lelah mencoba berisitirahat sedangkan cici masih gila dengan kesal nya.
Pian sekarang begitu resah
Pikiran nya masih terganggu dengan hal yang tak beres . Dan akhirnya memutuskan untuk mencoba menghilangkan pikiran buruk itu...
Dengan memastikan bahwa tidak ada yang aneh.
Sesegara itu ,hal yang pian lakukan adalah mencoba mengintip kedalam rumah .
Salah satu keresahan didalam pikiran pian sendiri mungkin...mungkin saja nene cici itu mati terbunuh ,Karena itu dia mencoba mengintip kedalam rumah
Mengelilingi rumah dan memperhatikan setiap kemungkinan celah yang bisa diliat kedalam , pian tak bisa menemukan celah disisi kanan rumah ini
Berlanjut kebelakang rumah nene cici
Terlihat ada sedikit celah itu sangat kecil
Disisi kiri nya nihil tak ada retakan celah sedikitpun melihat kedalam
Putus asa pian pada akhirnya kembali ke celah kecil di belakang rumah nene cici,
Disitu ia mulai mengintip
"Gelap banget "
Dicelah itu hanya terlihat sedikit
Celah yang muncul sendiri merupakan ruangan kamar mandi
Terlihat kedalam itu dapur.
Pian begitu mencermati ruangan dapur yang terlihat , dapur itu tidak dalam berantakan yang mungkin dalam asumsi nya salah tapi mana mungkin kan seorang rampok atau pembunuh mengobrak ngabrik dapur .
Setidak nya ini bisa menenangkan pikiran buruk si pian lagipula tidak ada yang bisa dilakukan lagi .
Setelah sedikit selesai melihat pian ingin kembali kedepan bergabung kembali
Tapi sebelum menarik mata nya keluar dari celah
Terlihat pintu kamar mandi itu terlihat tertutup pelan sedikit
Srrttt
(Sfx suara engsel pintu )
Memaku pian fokus melihat pintu itu ,
Dan...
Jedarr, pintu itu tertutup keras .
Kaget pian sampai meloncat sambil menyumpah serapah
Setelah sadar dari kaget dia langsung mencoba melihat lagi kedalam celah
Lebih gelap dari sebelum nya ,
Tapi pian terus mencoba memperhatikan lebih kedalam...
Tiba tiba
Srukk
Pian yang keluar dari mengintip celah,
Matanya berdarah , darah nya begitu mengucur keluar banyak sampai membasahi sebagian muka nya.
Tapi pian belum merasakan kesakitan ,
Saraf kesakitan masih belum terkonek dengan kejadian seketika itu dan setelah itu...
Teriakan keluar dari pian
"Uahhh "
Dia langsung berlari menuju kembali
Ke tempat andra dan cici berada
Tapi yang terlihat setelah sampai itu .
Tampak sekumpulan Makhluk tak jelas berkerumun didepan rumah nene cici
Kebaradaan andra dan cici tidak terlihat sama sekali
Pian semakin panik
Kumpulan Makhluk tak jelas itu terlihat memisahkan diri seperti ingin menunjukan sesuatu pada pian
Barulah terlihat andra dan cici , tapi itu tidak utuh, lebih jelas nya tubuh mereka terkoyak koyak
Tersisa hanya beberapa bagian yang masih ada
Merinding langsung disekujur tubuh pian ...
"Sebenar nya apa yang terjadi? "
Makhluk tak jelas itu mulai bergerak seakan menanggapi jawaban dari pian ...
Tv nya menyala
Diruang tamu itu terdapat nene dan kakek yang sedang bersantai menonton tv
" Udah satu bulan ini si cici katanya mau kesini ko ga ngabarin lagi yah? "
"Mungkin gajadi kali ne "