"Aku sadari ketidak sempurnaanku, yang begitu sangat jauh dari kata SEMPURNA."
"Bundaku selalu mengajarkan aku buat memaafkan orang yang meminta maaf dengan kita, terlepas dia tulus atau tidak biar Tuhan yang memberikan hukuman."
"Bunda bilang padaku untuk memberikan kesempatan pada orang yang meminta kesempatan terakhir."
"Dan ternyata dengan semua itu aku kehilangan sesuatu yang berharga."
"Aku tak menyalahkan ajaran bunda, tapi di sini keadaan berbeda hingga dengan semua itu tercipta rasa kecewa yang lebih berat dari sebuah amarah."
"Dan lidahku sangatlah kelu .. Aku sudah meminta maaf namun kecewa tak mudah terhapus begitu saja."
"Aku diam bukan karena aku tak perduli, bukan juga karena aku tak memahami rasa kalian dan tak memikirkan kalian."
"Hatiku sakit, meskipun kalian mungkin gak mau tahu tentang rasa di hatiku, dan menganggapku gak perduli dengan kalian."
"Kini aku hanya mampu berserah tak tahu harus berkata apalagi, Tuhan tak pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya."
"Dan setiap ujian yang datang akan memberikan pelajaran yang berharga buat kita, hingga kita bisa memetik hikmahnya."
"Sesakit apapun rasaku saat ini, sendiri merasakan rasa ini tanpa ada yang menemani, aku hanya mampu menyebut (Astagfirullahal adzim, la qaula walla quwata illa billah) memohon ampunan dan kekuatan pada Rabbku."
"Karena apapun ucapan dan kataku gak akan berguna lagi, kecewa itu tak akan terhapus begitu saja."
"Aku hanya mampu berserah, menyerahkan semua ini pada Rabbku, Dia tahu mana yang terbaik untukku dan untuk semuanya."
"Karena yang ku pikir baik belum tentu baik untukku di mata Allah, dan aku juga tak bisa memaksa orang lain untuk mengerti aku, selain hanya menerima apa yang mereka mau dan kuatkan mental untuk menerima semua itu."
"Masih banyak yang harus aku tanggung dan aku tak boleh terpuruk karena semua ini, demi kenyamanan orang banyak dan penuhi kewajibanku."
"Aku harus tegar meskipun sebenarnya aku merasa rapuh, dan terluka."
"Meskipun berat harus berpura pura tertawa dan bahagia meskipun hatiku menangis, tapi tetap harus tersenyum menutup luka dengan membahagiakan orang banyak."
"Ya Rabb ku titipkan mereka pada-Mu, bahagiakanlah saudaraku yang sangat ku sayangi, berikankanlah jalan terindah untuk mereka, kemudahan rezeki dan jodoh terbaik juga untuk mereka."
"Kini aku juga harus menguatkan diri dan hati, tetap tersenyum bahagiakan orang banyak, dan menggapai cita cita ku."
"Apapun nanti keputusan kalian, aku ikhlas, dan mencoba memahami kalian."
"Rindu nya aku dengan tawa dan canda kalian, yang entah kapan lagi aku bisa melihat semua itu dan menikmati kebersamaan itu."
Jae in juni 2024