Seorang remaja bernama abdul yang tinggal di sebuah desa kecil dengan kehidupan yang sederhana.
Abdul di kenal sebagai anak yang pintar dan rajin beribadah, ia tinggal dengan ibunya yang sudah tua dan kakaknya yang tunawicara, rumahnya kecil dan jauh dari kata mewah, ayahnya telah meninggal dunia ketika abdul berusia 15 tahun. semenjak ayahnya meninggal, abdul yang saat itu masih berusia 15 tahun terpaksa berhenti melanjutkan pendidikan karena keadaan ekonominya yang serba kekurangan. Hal itu membuat abdul harus berjuang untuk menghidupi keluarganya, abdul tidak tahu harus mencari pekerjaan kemana dan harus kerja apa karena sebelumnya ia belum pernah bekerja, tetapi di dalam hatinya ia memiliki niat dan semangat untuk bekerja.
Abdul yang saat itu masih bingung karena belum mendapatkan pekerjaan akhirnya ia bertemu dengan pak haji yang sedang merawat dombanya, melihat pak haji yang kelelahan akhirnya abdul memberanikan diri untuk menemui pak haji, abdul mencoba menawarkan diri untuk bekerja merawat domba milik pak haji, dan akhirnya pak haji menerima tawaran dari abdul, tetapi pak haji tidak mampu memberikan upah yang tinggi kepada abdul. Semenjak itu abdul bekerja menjadi perawat domba milik pak haji, meskipun dengan upah yang tidak seberapa abdul tetap merawat domba itu dengan baik.
Sebulan kemudian abdul menerima upah dari pak haji, berkat ketekunannya pak haji pun sangat suka dengan cara kerja abdul, abdul pun senang karena pak haji menyukai cara kerjanya, setelah itu abdul pulang kerumah dan memberikan uangnya kepada ibunya, tak lupa juga abdul menyisihkan sedikit uangnya untuk di tabung, abdul yang sekarang menjadi suka merawat domba akhirnya ia punya keinginan untuk memiliki peternakan domba, ia pun menjadi sangat bersemangat untuk bekerja dan menyisihkan sedikit uangnya.
Pak haji yang awalnya suka dengan cara kerja abdul akhirnya memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada abdul untuk merawat dombanya dan hasilnya di bagi dua, abdul yang saat itu sedang merawat domba masih tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh pak haji, ia pun sangat berterimakasih kepada pak haji dan berjanji akan merawat domba itu dengan baik, waktu sudah sore dan pekerjaaan sudah selesai abdul pamit pulang kepada pak haji, sesampainya di rumah abdul bercerita dengan ibunya tentang kepercayaan pak haji yang sudah di berikan kepadanya, ibunya pun bangga karena abdul sudah bekerja dengan baik dan ia berpesan agar selalu menjaga kepercayaan yang sudah di berikan kepadanya dan jangan sampai membuat pak haji kecewa.
1 tahun kemudian akhirnya domba yang dirawat oleh abdul sudah bertambah banyak, domba-domba itu juga memiliki badan yang gemuk dan sehat, sebagian sudah laku terjual, pak haji pun sangat bangga dengan abdul karena dari domba yang di rawat oleh abdul itu menghasilkan keuntungan yang sangat banyak, sesuai dengan perjanjian sebelumnya akhirnya hasil keuntungannya pun di bagi dua, dari hasil keuntungan tersebut akhirnya abdul bisa membeli 5 ekor domba.
6 bulan kemudian domba milik abdul sudah bertambah banyak, dan sekarang abdul pun bekerjasama dengan pak haji dalam mengurus peternakan domba, berkat kerja kerasnya akhirnya mimpi abdul untuk mempunyai peternakan domba sudah terwujud, sekarang abdul menjadi seorang pemuda yang sukses dan bisa memenuhi kebutuhan ibu dan kakaknya, keluarga mereka pun akhirnya hidup dengan penuh bahagia.