Ada seseorang yang paling takut kehilanganmu tapi kau tak pernah menyadarinya.
Mencoba untuk bisa selalu mengerti dalam setiap hal entah itu dalam keadaan susah senang bahkan disaat orang lain mulai menjauhimu namun aku selalu setia ada untuk mu.
Aku tak membutuhkan balasan kasihmu, Yang kubutuhkan hanya kesadaran hatimu.
Tidakkah kau tau! Lelah rasanya hati ini berkutat dengan kenyataan yang kadang tidak sesuai dengan harapan. Aku sudah banyak memainkan peran karena dipaksa oleh keadaan, Mencari cari dimana tempat yang bisa kudapati rasa nyaman dihati.
Kadang kuberfikir sesakit ini kah mencintai mu? Sehingga sulit buatku menggapai mu.
Berhenti berharap!
Berhenti mengejar!
Dibalik tawaku yang begitu riang gembira namun menyimpan sebuah cerita yang tak bisa diceritakan oleh kata kata, Dan dibalik kata " Sudah ga perlu dibahas " Ada tumpukan rasa kecewa yang tak ingin lagi diucap.
Dan pada akhirnya aku harus menjauhimu dengan segudang kekecewaan yang mendalam karena memang itu keharusan bukan keinginan, Sadar bahwa apa yang aku inginkan hanya menanggung beban kepedihan.
Apalah artinya sebuah perjuangan yang sepenuh hati kulakukan jika berbalas separuh hati tanpa kehangatan, Apa gunanya bertahan jika dirimu tak pernah menyadari nya.
Aku selalu berusaha memahami samuderamu, Namun ombakmu selalu memukul mundur diriku pada realitas.
Hidup ini mempunyai alur tersendiri dan semesta selalu paham siapa yang harus dicintai, Memang semua itu butuh waktu karna semua yang datang bukanlah sesuatu yang akan menjadi menantu ibuku.
Ternyata beberapa yang datang hanya untuk meninggalkan luka, Ada juga yang hanya sekedar singgah semata lalu pergi entah kemana.
Terdengar menyakitkan bukan? Tapi yasudahlah mungkin itu takdir kenyataan nya mungkin aku perlu butuh kesabaran, Yaa! Kesabaran untuk melupakan dirinya.
Tidak ada rindu yang lebih menyiksa selain kepada orang yang telah benar-benar tiada, Jangan kan memeluk raganya mendengar suaranya saja sudah tak mungkin bisa.
Apa benar kata orang? " Jika kamu gagal memperjuangkan dirinya, Maka bukan perjuanganmu yang salah Melainkan kamu memperjuangkan orang yang salah!
Sejujurnya harapanku dibangun oleh kekuatan rasa cinta bukan angan angan dalam ketakutan jiwa.
Aku telah memaafkan mu, Hanya saja setelahnya aku masih belum bisa berdamai dengan keadaan sebab versinya telah kamu ubah sedemikian rupa sehingga tak lagi ada yang istimewa.
Setelah ini nanti kamu juga akan sadar betapa berharganya sesuatu yang sudah hilang, Dan ketika kamu mencarinya kamu tak kan bisa menemukan nya lagi.
Tolong jangan pernah berfikir untuk kembali menyapaku apapun alasannya. Sebab, setelah aku mati-matian berusaha melepaskan diri darimu rasanya hanya tidak adil bila dengan satu sapaan kau meruntuhkan semua usahaku.
Sudah cukup hatiku sakit!!
Cukup rasakan perih!!
Cukup untuk bersabar!!
Cukup ikhlas!!
Cukup tau diri!!
Cukup sekian dan terimakasih atas lukanya!!
Salam hangat Sisa rasa yang hampa buatmu yang jauh dimata.