Aku mencintainya,,,
Separuh hidupku hanya menunggunya datang....
Disini, di taman dekat danau, aku selalu menunggunya datang.
Ntah sudah berapa tahun waktu yang aku lewati disini.
Dengan sabar aku yakin, dia pasti kembali....
Ingatan ku kembali pada 15 tahun yang lalu,
Tidak sengaja aku berjumpa dengan seorang anak remaja lelaki, lagi duduk ditepi danau, dia berusia sekitar 15 tahun.
Wajahnya sangat tampan, tatapannya yang tajam, bibirnya yang merah dan kulitnya yang putih dan jangan lupa postur badannya yang tinggi.
Aku yang saat itu masih berusia 8 tahun sangat terpesona dengannya.
Aku tidak tau apakah ini cinta monyet, cinta-cintaan anak SD, cinta pertama, atau malah belahan jiwa.
Tapi satu yang aku yakini bahwa aku menyukainya disaat aku melihat matanya.
Aku terus melangkah dan tanpa aku sadari, aku sudah berdiri didepannya.
Dia yang awalnya menunduk, seketika mengangkat kepalanya dengan alis yang tertekuk.
Dan berkata dengan suara bassnya "ada apa???"
Aku yang terpesona dengan wajahnya, sontak saja terkejut.
Dengan kepala yang menunduk dan tangan yang saling menggenggam akupun berkata "tidak ada apa-apa kak,aku hanya ingin berteman dengan mu..."
Dia menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya berkata " Aku tidak ingin berteman dengan siapapun, pergilah..!!!"
Tapi aku tidak perduli, aku mengambil tangan kanannya dan memberikan sebungkus permen bertangkai untuknya. Setelah itu aku berlari menjauhinya sambil berkata,
"Kakak, jika aku bersedih bundaku selalu memberikan aku sebungkus permen lolipop ini, aku harap kakak tidak bersedih lagi, aku pulang dulu ya, besok kita berjumpa lagi disini...!!!".
Esoknya aku kembali ketaman ini, dan aku melihatnya betapa bahagianya aku,ya aku bahagia karena aku akan mempunyai seorang teman.
Seminggu berlalu bagai anak ayam yang mengikuti induknya, begitu juga aku.
Aku mengikutinya kemanapun dia pergi dan anehnya dia tidak merasa terganggu.
Dia hanya diam dan sesekali melirikku yang berlari kesana kemari mengejar kupu-kupu.Dan saat dia berjalan ditepi danau tidak sengaja dia berjalan ditanah yang licin dan akan terjatuh kedanau.
Aku berlari dan berteriak,
" Kakak, hati- hati..!!!"
Aku memegang tangannya dan menariknya ketepi danau, dia tertegun melihatku dan berkata " Terimakasih....!!!".
Aku tersenyum menatapnya, dan berkata" Sama -sama kakak, aku hanya takut kehilangan lagi...".
Sejak hari itu kami mulai berteman, dia tidak lagi dingin kepada ku. Hingga suatu hari tanpa ada kata dan pamit dia tidak lagi datang ketaman ini.
Dan bodohnya aku, aku slalu datang ketaman ini berharap dia akan datang menemuiku.