1: Asisten rumah, Mbok Mitun dari Desa Pedalaman
Di sebuah rumah mewah di pinggir kota Jakarta, tinggal seorang suami istri muda bernama Pak Budi dan Bu Ani. Mereka baru saja menikah dan pindah ke rumah tersebut. Pak Budi bekerja sebagai seorang pengusaha sukses, sedangkan Bu Ani adalah seorang ibu rumah tangga.
Pada suatu hari, Pak Budi dan Bu Ani memutuskan untuk mencari pembantu rumah tangga. Mereka memasang iklan di koran dan akhirnya menemukan seorang pembantu bernama Mbok Mitun. Mbok Mitun adalah seorang wanita tua berusia sekitar 60 tahun yang berasal dari sebuah desa pedalaman.
2: Mbok Mitun Asisten Rumah yang Baik Namun Misterius
Mbok Mitun adalah seorang pembantu yang baik dan rajin. Ia selalu mengerjakan tugas-tugasnya dengan cekatan dan teliti. Mbok Mitun juga sangat perhatian kepada Pak Budi dan Bu Ani. Ia selalu memasakkan makanan yang enak dan selalu menjaga kebersihan rumah.
Namun, ada hal yang membuat Pak Budi dan Bu Ani merasa sedikit aneh dengan Mbok Mitun.
Mbok Mitun selalu mengenakan pakaian serba hitam, bahkan di siang hari yang terik. Ia juga selalu mengenakan kain penutup kepala yang menutupi sebagian wajahnya. Selain itu, Mbok Mitun juga sering terlihat termenung sendirian di halaman belakang rumah.
3: Keanehan di Tengah Malam
Suatu malam, Pak Budi terbangun dari tidurnya karena mendengar suara bisikan. Ia pun keluar dari kamarnya dan melihat Mbok Mitun sedang duduk di ruang tamu. Mbok Mitun tampak sedang berbicara dengan seseorang yang tidak terlihat.
Pak Budi pun mendekati Mbok Mitun dan bertanya kepada siapa ia sedang berbicara. Namun, Mbok Mitun hanya tersenyum dan berkata, "Aku sedang berbicara dengan temanku."
Pak Budi pun kembali ke kamarnya, tetapi ia tidak bisa tidur lagi. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan Mbok Mitun.
4: Mbok Mitun dan Ayam Cemani
Pada suatu hari, Pak Budi melihat Mbok Mitun sedang memelihara seekor ayam cemani di halaman belakang rumah. Ayam cemani adalah jenis ayam yang memiliki bulu berwarna hitam pekat, termasuk daging dan tulangnya. Ayam cemani sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Pak Budi pun bertanya kepada Mbok Mitun mengapa ia memelihara ayam cemani. Mbok Mitun hanya menjawab bahwa ayam cemani adalah ayam peliharaan favoritnya.
5: Mbok Mitun di Jumat Kliwon
Pada hari Jumat Kliwon, Mbok Mitun melakukan sesuatu yang membuat Pak Budi dan Bu Ani semakin curiga. Mbok Mitun terlihat sedang melakukan ritual di halaman belakang rumah. Ritual tersebut dilakukan dengan menggunakan dupa dan sesajen.
Pak Budi dan Bu Ani pun mendekati Mbok Mitun dan bertanya kepada apa yang ia lakukan. Mbok Mitun hanya menjawab bahwa ia sedang berdoa.
6: Pembantu Misterius dan Majikan
Pada suatu hari, Mbok Mitun meminta izin kepada Pak Budi dan Bu Ani untuk pulang kampung selama beberapa hari. Pak Budi dan Bu Ani pun mengizinkannya.
Setelah Mbok Mitun pergi, Pak Budi dan Bu Ani menemukan sebuah buku di kamar Mbok Mitun. Buku tersebut berisi tentang ritual pesugihan.
Pak Budi dan Bu Ani pun menyadari bahwa Mbok Mitun sebenarnya ingin melakukan ritual pesugihan. Mereka juga menyadari bahwa Mbok Mitun mungkin ingin menggunakan mereka sebagai tumbal dalam ritual tersebut.
Pak Budi dan Bu Ani pun memutuskan untuk mengusir Mbok Mitun. Mereka pun memanggil polisi untuk menangkap Mbok Mitun.
Mbok Mitun pun ditangkap oleh polisi dan dibawa ke kantor polisi. Mbok Mitun pun mengakui bahwa ia ingin melakukan ritual pesugihan. Ia juga mengakui bahwa ia ingin menggunakan Pak Budi dan Bu Ani sebagai tumbal.
Pak Budi dan Bu Ani pun merasa lega karena Mbok Mitun telah ditangkap. Mereka pun bersyukur karena mereka masih selamat dari rencana jahat Mbok Mitun.