Bagi kamu penulis novel, pasti pernah mendengar kata "prolog" dan "epilog"
Apa itu prolog dan epilog?
PROLOG adalah pembuka yang berisi gambaran umum suatu cerita.
Isinya bisa berupa pengenalan tokoh suatu peristiwa serta konflik yang akan terjadi dalam cerita.
Menurut KBBI Prolog adalah adegan atau pidato yang disampaikan pada awal cerita. Umumnya, prolog digunakan untuk menjelaskan sekilas tentang tokoh atau pemeran dalam cerita. Tujuannya agar pembaca bisa mendapatkan kisah atau gambaran umum tentang bagaimana jalan cerita tersebut.
Tetapi, ada pula penulis yang langsung menulis konflik cerita di bagian prolog, dengan harapan agar membuat pembaca tertarik untuk meneruskan hingga akhir.
Fungsi Prolog;
1. Sebagai kata pembuka atau pendahuluan.
2. Memperkenalkan para tokoh pemeran konflik dan sinopsis lakon suatu cerita.
3. Menarik perhatian pembaca.
4. Membuat pembaca semakin penasaran dengan isi cerita.
Cara membuat prolog adalah sebagai berikut;
Yang pertama > Mengidentifikasi prolog yang berbeda yaitu dengan menggunakan prolog untuk memaparkan kisah latar belakang yang berfokus pada perspektif karakter yang berbeda.
Yang kedua > Membuat draft prolog yaitu dengan memilih jenis prolog yang cocok untuk cerita yang akan dibuat. Misalnya membuat prolog dengan detail karakter yang hidup, atau prolog yang diisi dengan satu atau dua adegan. Bisa juga dengan menggunakan ujaran tokoh tertentu.
Yang ketiga, mengedit prolog > buatlah prolog yang singkat dan tepat sasaran, pastikan alurnya cepat dan menarik. Kemudian periksa apakah prolog tersebut sesuai dengan isi novel tersebut sudah sesuai isi novel atau belum.
Selain prolog, ada juga yang namanya epilog. Nah, epilog ini kebalikan dari prolog. Jika prolog letaknya di depan atau di awal cerita, epilog ini berada di bagian akhir cerita.
EPILOG adalah bagian akhir cerita yang memuat tentang kesimpulan serta nilai-nilai moral atau pelajaran yang bisa diambil oleh pembaca.
Epilog juga biasanya memuat beberapa pesan moral, nilai-nilai tertentu, kata-kata bijak hingga bentuk refleksi dan konflik yang terjadi dalam sebuah cerita. Di sisi lain, ada juga yang mengatakan jika epilog adalah suatu penyelesaian konflik dari sebuah masalah yang ada dalam cerita.
Epilog umumnya bersifat retoris, maksudnya epilog bertujuan untuk mengajak para pembaca untuk menangkap pesan moral di balik cerita atau karya yang ditulis.
Menurut KBBI, epilog memiliki arti sebagai sebuah bagian penutup pada karya sastra yang memiliki fungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan dan menjelaskan maksud dari alur tersebut.
Sebagai sebuah penutup kisah atau cerita epilog dapat dituliskan dengan atau tanpa dialog, jika menilik pada bagian isi epilog merupakan segala ungkapan kata atau dialog yang berisi tentang amanat cerita.
Ada pertanyaan?
Yuk diskusi di Ruang Author!
# Dirangkum dari berbagai sumber.