Pssttt... Aku mau cerita.
Beberapa waktu yang lalu, entah dapat angin dari mana, Ibundaku yang tersayang tiba-tiba bertanya, "Ami, kamu sih kalau nulis cerita di mana?"
Ditanya begitu, jujur saja aku langsung ketar-ketir.
Hah? Emangnya Ibunda mau baca? Maksudku, Ami cuma nulis fanfiksi anime, loh? Tontonan kita kan beda Bund. Ibund nontonnya drakor, Ami nontonnya anime 😭🙏 Takut banget dikomen nulis cerita ga jelas huhuu padahal perkara beda server ajaa 😭👈
Namun kegundahan hati itu tidak kusuarakan. Kujawab saja, sambil berusaha tetap tenang, "Di Noveltoon."
Ibunda pun mencari aplikasi Noveltoon pada HP-nya membuatku semakin ketar-ketir.
Takut-takut, aku bertanya, "Ibund mau baca emangnya?"
Ibunda tidak menjawab. Ia memandangi logo biru aplikasi ini.
"Oh, Noveltoon ini. Ibu pernah install, tapi gak suka. Susah baca di situ, gak enak. Ceritanya sih banyak yang bagus, tapi susah nyari yang semua babnya bisa dibuka. Banyak yang kekunci, harus bayar kalo mau baca. Jadinya Ibu ga pake Noveltoon lagi deh. Sekarang sih Ibu pakenya—"
Ups. Maaf-maaf nih ya, Noveltoon. Bukan saya yang me-roasting Anda, loh. Tapi Ibunda saya~ :v
Eh, tapi tenang saja. Sebagai seseorang yang juga menulis di platform ini, aku pun menjelaskan dengan sabar pada Ibunda kalau berbayar itu ya supaya para Author di sini bisa punya penghasilan dari menulis 😭🙏 Dan juga, sebenarnya banyak juga karya-karya bagus dan menarik yang tidak berbayar bab-nya, kok! Makanya aku suka nongkrong baca-baca di sini~
Dan... Begitu saja ceritaku.
Waktu itu kami berdua duduk di pinggir jalan nunggu jemputan. Ketika jemputan kami datang, di situ pula akhir dari obrolan kami mengenai Noveltoon atau pun pembicaraan mengenai aku yang menulis cerita di platform ini.
Sekian dan terima kasih sudah membaca sejauh ini. Heheheh...