Ada cerita begini.
Hidup dalam tekanan emosi dan keadaan.
Selalu di tabrak berakhir di ujung harapan.
Memiliki tujuan yang tidak tahu apa tujuan nya, bahkan terlintas pertanyaan.. "Buat apa aku hidup?" "Perjanjian apa yang ku buat dengan Tuhan sampai aku mau di hadirkan di Bumi tempat kutukan sang moyang Nabi Adam bersama istrinya Siti Hawa."
Ini melelahkan...
Menyakitkan....
Begitu terasa tusukannya...
Seakan tak ada harapan dan tak ada jalan yang menuntun ke kheridohan ilahi...
Namun, aku selalu di beri kemudahan di setiap langkah harapan ku. Tetapi itu, entah tak adanya rasa bersyukur atau kurangnya rasa cukup. Aku selalu saja merasa kurang, merasa tak berguna, merasa hidup ini tak bermanfaat... Merasa paling menderita.. Merasa paling hina... Merasa paling rendah, bahkan aku selalu di landa rasa hampa tak berujung apa tujuan dan keinginan ku sebenarnya...
Aku begitu mengemari film action, apalagi yang berbau PSIKOPAT. Jujur saja aku takut akan darah dan pembantaian, dan tak tega akan kekerasan... Namun entah jiwa apa yang merasuki ku, aku selalu tertarik dengan hal yang mengerikan itu. Ku usahakan dengan keberanian beberapa film kekerasan berdarah dingin ku tonton hingga sesuatu muncul dalam diri... Rasa ingin juga melakukan hal itu... Menusukan benda tajam pada lembab nya kulit manusia.... Mengoyak habis bibir nya... Membedah kuat dadanya dan mencabuti satu persatu organ dalamnya... Bukannya itu terdengar begitu menyenangkan???
Apa kalian suka film horor?? Bukannya film horor adalah film paling aneh yang pernah ada? Film paling tak masuk akal.
Akan selalu muncul rasa ingin membunuh dalam diriku jika aku di kuasai amarah ku. Kekesalan, kesedihan, kekecewaan! Dan rasa kelaparan yang tak terpenuhi. Aku menahannya, hanya bisa berkeluh kesah pada sang pembaca setia yang menganggap ku hanya omong belaka.
Saat aku mengatakan "hari ini hari terburuk!! Aaaaaaakkkkhhhh ingin rasanya aku membunuh orang!" Aku yakin dia menganggap nya hanya ulasan semata. Namun jujur saja! Aku sungguh ingin melakukan nya!!
Ada cerita menarik di suatu jam. Aku membaca sebuah artikel yang menyatakan
"Manusia yang halal untuk di Bunuh.... " "Kaum Nabi Luth adalah kaum tersampah yang pernah ada bahkan halal untuk di bunuh!"
Tahukah kalian?? Itu seperti jalan penerangan bagi ku! Seakan Tuhan memperlihatkan jalan. Menunjukkan jalan untuk pelampiasan hasrat amarah ku yang tertahan dan hanya bisa berkhayal! Ternyata begitu cukup banyak sampah seperti kaum Nabi Luth di sekelilingku, hingga aku menemukan satu yang jelas itu sampah!!
Suatu hari sirene ambulans bahkan sirene polisi memenuhi gendang telinga ku.
Tangan ku di borgol! Tubuh ku di tahan... Dengan senyuman puas penuh rasa keberanian dan bangga aku melontarkan tatapan menyeringai ku. Tercetak jelas akan rasa puas ku telah tersalurkan hasrat ku.
"He! Aku berhasil bukan?? Bukannya dia pantas mati? Dia salah satu kaum Nabi Luth!"
15 jasad di evakuasi satu persatu. Potongan-potongan tubuh bahkan organ dalam yang berceceran di kumpulkan...
Aku membuktikan nya... Aku tidak hanya meluapkan melalui ketikan belaka! Aku sungguh-sungguh ingin membunuh orang!!
~Bisakah aku menyusul mu Wahai Sang Pemimpi? ~