Zikri adalah seorang pemuda yang suka menulis puisi. Dia sering menghabiskan waktunya di taman kota, menulis puisi sambil menikmati senja. Suatu hari, dia bertemu dengan Fadiah, seorang gadis yang suka membaca buku.
Fadiah adalah gadis yang pendiam dan misterius. Dia selalu membawa buku di tangan dan sepertinya selalu tenggelam dalam dunianya sendiri. Zikri merasa tertarik pada Fadiah dan ingin mengenalnya lebih jauh.
Zikri mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan Fadiah. Mereka berbicara tentang buku, puisi, dan berbagai hal lainnya. Zikri merasa nyaman berbicara dengan Fadiah, dan dia mulai merasakan getaran khusus dalam hatinya.
Suatu hari, Zikri memutuskan untuk menulis puisi untuk Fadiah. Dia menulis tentang betapa indahnya Fadiah dalam pandangannya, dan betapa dia telah jatuh cinta pada Fadiah. Ketika Zikri membacakan puisi tersebut pada Fadiah, dia merasa gugup dan berharap Fadiah merasakan hal yang sama.
Fadiah terkejut, tetapi dia juga merasa bahagia. Dia telah lama merasakan hal yang sama pada Zikri, tetapi dia tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Puisi Zikri telah mengungkapkan segalanya.
Cerpen ini berakhir dengan Zikri dan Fadiah yang saling mencintai. Mereka berdua merasa bahagia dan bersyukur, karena mereka telah menemukan cinta dalam puisi dan buku.