Desc: Badai datang tanpa peringatan, meninggalkan kepergian tanpa ucapan selamat tinggal.
Riis: 2020 Republis 104/10/023
🍃🍃🍃
01 🍃ASA🍃
🍃🍃🍃~~~~~~~~~~~~~
Rasa takut dan kecemasan yang mencekam telah kita jalani sepanjang tahun. Lalu hidup dengan tiada kepastian dari hadirnya sebuah virus yang tak dapat kita pahami dan mengerti. kita terus berjuang melawanya hingga sampailah kita pada januari.
Dengan harapan di bulan dan tahun baru ini kita dapat segera bebas dari terrornya, namun semua itu tak mudah, lagi dan lagi kita harus terus mengalami ujian tiada habis.
Hujan mengguyur bumi dengan derasnya, menjadi lautan besar yang telah kini menenggelam kan sebagian pemukiman- pemukiman warga di berbagai daerah, hutan yang terbakar dan mencemari udara yang merusak setengah pusat paru-paru dunia, tanah longsor yang menggetarkan bumi di ikuti gempa yang mengejutkan orang-orang yang tengah lelap dalam tidurnya.
Tiada henti baday terus berdatangan. Tidak cukup sampai di situ letusan dan erupsi gunung telah membuat kita ikut ke dalam rasa cemas bersamaan dengan semua itu, kembali kita di beri terjangan yang amat dalam dengan jatuh nya sebuah pesawat yang telah membawa jiwa-jiwa yang kita cintai pergi untuk selamanya.
Betapa rasanyaamat menyakit kan dan juga terasa menyesak kan, kita ingin meraung keras dengan pecahnya isak tangis lalu bertanya-tanya mengapa harus secepat ini perpisahan kita? Baru saja kita bersama menghabiskan waktu-waktu hangat bercengkraman, baru saja kita berkirim pesan dan berbicara lewat telphone genggam dan berkata, "aku merindukanmu dan akan segera mengunjungimu lagi." Itu ucapmu bersama dengan malaikat-malaikat kecil kita juga ayah dan ibu yang tersenyum dari layar hand phone saat kita sedang bertukar pandang berbatas layar dari kejauhan.
Namun akhirnya itu menjadi akhir perpisahan kita untuk selamanya.
Baru saja anakku, saudaraku, kerabatku berkunjung dan semua waktu-waktu singkat yang kami habiskan hanyalah waktu-waktu akhir sebelum perpisahan kita yang terjadi untuk selamamya. Itulah yang pasti mereka rasakan pedih, sakit, terluka akan kehilangan tiba-tiba yang mereka alami setelah perjumpaan dan pertukaran kata untuk terakhir kalinya.
Baru saja mereka akan bertemu dan baru saja mereka hendak melampiaskan segala kerinduan yang telah lama tertumpuk di dalam raga.
Namun semuanya kini telah berakhir dengan jejak singkat yang tak terbayangkan, semua jiwa-jiwa tercinta itu pergi untuk selamanya bagaikan daun-daun kering yang gugur dan terbawa hembusan angin yang membawa mereka terus terbang jauh menuju kejauhan cakrawala langit yang tak tergapai.
Selamat tinggal.
Bi Joy~~~~~~~~~~~~🍃🍃🍃