Di sebuah desa yang lumayan besar ada seorang anak kecil yang bernama riri,riri seorang anak yang cerdas dan ceria dia tinggal bersama ibunya dan adik-adik nya yang kedua-dua nya prempuan,riri anak pertama yang harus menelan pahitnya kehidupan karna ayahnya yang meninggal disaat dia berumur 5 tahun dan ibunya tengah mengandung adik nya yang saat itu sedang berusia 3 bulan, setelah ayahnya wafat riri sekolah di desa , riri tinggal bersama sang ibu yang tengah mengandung dan sang adik yang masih kecil, ibu riri terpaksa harus bekerja demi bisa menyekolahkan riri dan memberi makan keluarganya.
Setelah perjuangan akhirnya ibu riri yang bernama siti selesai melahirkan adik ke-2 riri yang bernama syafa, nenek nya yang dari kota tengah menemani ibu riri melahirkan sampai keadaan baik-baik saja barulah nenek pulang ke kota. Setelah bertahun-tahun akhirnya riri dinyatakan lulus dari sekolah nya riri berniat ingin sekolah dikota bersama sang nenek. "Ibuuu... Riri mau sekolah sama nenek boleh yaaa " kata riri membujuk ibu nya. "Emangnya riri betah di sana tanpa ibu" jawab sang ibu. "Insyaallah riri betah bu kan di sana ada kaila" jawab riri yang memakai nama kaila untuk membujuk ibunya, ya kaila adalah sepupu jauh dari riri yang saat ini tinggal bersama neneknya di kota. "Baiklah kalau itu kemauan riri sendiri ibu tidak bisa memaksa kemauan riri asalkan riri betah di sana " setelah berhasil membujuk ibunya riri sangat senang dan riri segara ke kamarnya bersama sanng adik pertama yang bernama rere,"Rere kalau kakak sekolah di kota Rere harus nurut apa kata ibu dan Rere harus menjaga adik Rere ya"kata riri menasihati sang adik,"baik kak Rere janji akn nurut kata ibu dan menjaga syafa dengan baik nanti kamu Rere sudah lulus sekolah rere mau sekolah di kota sama kayak kaka" jawab Rere dengan antisiasnya. "Ok.. Adik kakak yang manis belajar yang rajin biar bisa sekolah di kota sama kakak" riri kembali menasihati adiknya. "Ok...kak"jawab Rere. Setelah sampai di dalam kamar riri segera packing barang-barang nya ke dalam tas yang sudah di siapkan nya.
Esoknya riri berpamitan ke sang ibu dan sang adik karna sudah di jemput oleh supir dari nenekny di kota. " ibu riri pamit ya, nanti riri pasti belajar yang giat agar bisa mengangkat derajat kita kelak"kata riri sambil mengusap air mata sang ibu. "Iya nak di sana jangan nakal sama nenek, nenek kan sudah tua riri juga harus belajar yang rajin agar impian riri terwujud nanti ibu akan ke kota untuk menjenguk riri kok " jawab sang ibu sambil mengusap kepala sang anak. "Kak nanti kalau syafa kangen gimana? " tanya syafa dengan wajah polosnya. "Kan syafa bisa telfon kakak gimana sih" jawab riri dengan mencubit hidung syafa. "Yaudah bu, re,syafa, kakak pamit mobilnya udah dateng asalamualaikum" kata riri sambil mencium tangan sang ibu. Dan mencium pipi sang adik-adik nya yang menggemaskan.
Lama perjalanan yang ditempuh dari desa ke kota akhirnya riri sampai di rumah nenek, setelah perpisahan yang mengharukan, setelah riri sampai ternyata sang nenek dan kaila sepupu jauh dari riri tengah menunggu kedatangan riri di ruang tamu, riri menghampiri nenek dan adik sepupunya yang duduk di sofa panjang. "Sudah sampai ndok gimana perjalanannya lancar kan? " tanya sang nenek. "Alhamdulillah lancar nek, nenek sehat? " jawab riri serta menanyakan kesehatan neneknya itu. "Sehat dong ndok nenek kan kuat" jawab nenek dengan neda yang bercanda, "hahahahahah.... " suara ketawa riri dan kaila bersamaan. "Alah kuat,kuat tapi baru berjalan 1 meter aja udah ngos-ngosan" kata kaila mengejek sang nenek. "Hus kamu tu, yaudah riri masuk kamar dan istirahat saja ya nanti malam jangan lupa makan " kata sang nenek memberi perintah. "Ok.. Nenek bay-bay".jawab riri sambil berlari memikirkan tangga rumah, sedangkan sang nenek hanya menggeleng gelengkan kepala nye melihat kelakuan sang cucu yang terlalu aktif itu. Tok..tok..tok Di dalam kamar riri yang tengah tidur harus terbangun karna suara ketukan dari arah pintu. " kak bangun ini sudah waktunya makan malam disuruh nenek ke bawah untuk makan.. Kak... Kak"kata kaila sambil mengetuk pintu kamar sang kakak. "Ia kaila nanti kakak turun kakak mau cuci muka dulu kamu duluan aja" jawab riri. Setelah kaila turun, riri baru keluar dari kamar dan segera turun ke bawah karna takut nanti neneknya menunggu lama."baru bangun ndok?"tanya nenek. "Ia nek mungkin riri kecapean habis perjalanan panjang" jawab riri sambil cengengesan, riri cepat-cepat duduk karna perut nya sudah lapar. Selesai makan riri berjalan menuju kamar berniat kembali tidur karna besok sudah mulai sekolah.
Riri sekarang berusia 18 tahun, dirinya besok akan melakukan orientasi di universitas kedokteran di kota sang nenek. Riri bertekat bulat untuk menjadi dokter karna kajadian sang ayah dulu yang meninggal karna sakit, dan kekurangan biaya untuk pengobatan dan akhirnya meninggal dunia. Keesokan harinya riri yang sedang tidur pulas terbangun karna alarm yang ia pasang di kamar, riri bergegas bangun dan mandi untuk menyiapkan keperluan sekolah nya , riri yang sudah selesai memasukkan keperluan sekolah nya segera turun ke bawah untuk menyiapkan makanan sepesial untuk sang nenek dan sang adik.
Setelah sarapan, riri yang sedang dalam perjalanan menuju kampus yang ia impikan. Hari berganti hari ,bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, akhirnya riri beserta teman-temannya lulus, riri sebagai gadis yang pintar menerima penghargaan murid dengan nilai tertinggi, setelah riri lulus banyak rumah sakit yang meminta riri untuk bergabung di sana. "Selamat ya nak akhirnya cita cita mu terwujud " kata sang ibu tulus. "Makasih bu ini juga berkat doa ibu yang menyertaiku" jawab riri yang menitikkan air mata harunya. "Selamat kak nanti kami akan menjadi hebat kayak kakak" kata Rere syafa, dan kaila bersamaan. "Sama-sama adik-adik kakak yang cantik" ucap riri dengan gemas mengusap rambut ke tiga adik nya.
"Kalian harus belajar yang rajin supaya orang tua kalian bangga sama kalian ok! ".kata riri.
" ok"jawab mereka serempak. "Setelah ini kita ke makam nenek ya kita ziarah dan kita bilang kabar bahagia ini dari cucu nya" ucap sang ibu. "Ok Bu".mereka sampai ke tpu tempat sang nenek, kakek, dan ayah mereka di makamkan. " nek, kek, yah ini riri ,riri cuma mau bilang kalau riri sudah berhasil menggapai impian riri " ucap riri sambil menangis. "Ayah lihat karna ayah aku jadi sukses , dan berkat nenek aku jadi tertib di rumah nenek sabar banget ngerawat aku hiks hiks" ucap riri lagi sambil nangis tersedu sedu. Melihat sang anak menangis ibu segera memeluk riri dengan maksud menguatkan anak nya itu , sedangkan sang adik-adik yang melihat ibu dan kakak nya menangis sambil berpelukan mereka juga ikut berpelukan.
Setelah melewati masa yang suram . Kini berubah menjadi terang, sekarang riri yang sudah menjadi dokter di rumah sakit ternama di kota, Rere yang telah menjadi dokter hewan, syafa yang tengah berkulia di Universitas ternama. Mereka pindah ke kota semenjak nenek meninggal beberapa tahun silam. Kaila? Kaila telah menjadi dokter juga di rumah sakit di Jerman, kenapa Jerman? Karna orang tua kaila bera di Jerman.
"Semua akan sukses pada waktunya, yang harus diingat jangan mudah menyerah walau keadaan tidak merestui kehendak yang kita inginkan, belajarlah dengan giat jangan putus asa dengan keadaan, jadilah orang yang terbaik , dan menjunjung tinggi sebuah kluarga jangan lah malu bila mempunyai kluarga yang serba kekurangan seharusnya kita bangga pada orang yang melahirkan kita, merawat serta mendidik kita mana yang baik dan mana yang buruk, mintalah doa agar impian kalian terwujud , dan jangan lah membantah perkataan orang tua, hormati orang yang berjasa bagi kita" kata - kata dari riri untuk pasienya yang seorang remaja,tengah berbaring di brankar rumah sakit. Anak itu termenung dengan kata-kata dokter riri tersebut .jam menunjukkan malam hari riri lekas pulang dari rumah skit, di perjalanan pulang riri bertemu seorang ibu hamil yang tengah kesakitan di jalan sepi. Riri segera turun dan membantu ibu hamil tersebut, membawanya ke dalam mobil dan segera kerumah sakit. "Akh... Hos... Hos... Sakit nak cepet " kata ibu hamil tersebut kesakitan. "Sabar buk bentar lagi sampai kok" jawab riri menenangkan ibu hamil tersebut. Sampai di rumah sakit riri segera memanggil suster untuk membawa ibu hamil itu ke ruang lersalinan. 1 jam lamanya riri menunggu tak lama terdengar lah suara tangisan dari dalam ruangan. Tak lama bayi nya lahir seorang laki-laki yang mengaku suami ibu tersebut datang tergesa-gesa karna mengetahui istri nya melahirkan. "Trimakasih nak sudah membantu istri saya " kata laki-laki itu tulus. "Sama-sama Pak" jawab riri. "Yaudah karna bapak sudah sampai saya pamit dulu asalamualaikum" ucapnya lagi. "Waalaikumsalam" jawab laki-laki tersebut.
Sampai dirumah ternyata sang ibu belum tidur dan menunggu nya di ruang tamu"kenapa pulangnya terlambat sih hemm? "kata sang ibu khawatir. "Tidak bu tadi ada ibu hamil yang mau melahirkan jadi aku tolong dulu sampai rumah sakit" jawab riri. "Ya sudah kalau gitu, solat gih agar badannya segar lagi" ucap sang ibu. Mendengar omongan ibu tercintanya, ia segera masuk kamar dan berwudhu dan sholat.di keluarganya sang ibu selalu berkata"secapek dan sesibuk nya kamu jangan lupa untuk sholat dan makan "ucapnya.
Matahari mulai naik menerangi kamar riri,riri yang tengah tidur pun terganggu,riri bangkit dan segera mandi, lalu turun kebawah karna hari ini libur, jadi diwajibkan untuk sarapan bersama di meja makan, selesai makan mereka pergi ke ruang tamu untuk membahas tentang pekerjaan walaupun kluarga riri tidak lengkap, tapi riri tidak mempermasalahkan itu bahkan mengeluh pun jarang,riri ,dan kedua adiknya bersyukur memiliki ibu yang baik, dan setia pada ayahnya meskipun sang ayah sudah lama wafat tapi sang ibu tak pernah mau menikah lagi.